free web hit counter
Jatim Times Network Logo
Poling Pilkada 2024 Agama Ekonomi Gaya Hukum dan Kriminalitas Kesehatan Kuliner Olahraga Opini Otomotif Pemerintahan Pendidikan Peristiwa Politik Profil Ruang Mahasiswa Ruang Sastra Selebriti Tekno Transportasi Wisata
Ekonomi

Okupansi Hotel Kota Batu Lesu, Hingga Malam Tahun Baru 2026 Tak Sampai 70 Persen

Penulis : Prasetyo Lanang - Editor : Dede Nana

01 - Jan - 2026, 12:27

Placeholder
Ilustrasi kawasan perhotelan di Jalan Imam Bonjol Kota Batu. Okupansi hingga malam pergantian tahun baru 2026 menunjukkan penurunan dibandingkan tahun sebelumnya meski arus wisatawan masuk tetap menunjukkan peningkatan.(Foto: Prasetyo Lanang/JatimTIMES)

JATIMTIMES - Meski arus kunjungan wisatawan ke destinasi wahana di Kota Batu mengalami kenaikan, sektor perhotelan ternyata tak bisa panen maksimal. Hingga pada momentum pergantian tahun baru 2026, tingkat keterisian kamar atau okupansi hotel dilaporkan mengalami penurunan signifikan jika dibandingkan tahun sebelumnya.

Kondisi ini terungkap saat kunjungan Kapolda Jatim dalam rangka pengamanan Operasi Lilin Semeru 2025-2026 di Kota Batu. Pantauan keamanan dan lalu lintas menunjukkan pergerakan wisatawan yang tinggi namun ternyata belum sejalan dengan tingkat hunian hotel yang justru memucat.

Baca Juga : Hujan Deras Picu Longsor: Dinding Pelengseng Ambrol Timpa Kandang dan Rumah Warga

Kapolres Batu AKBP Andi Yudha Pranata menjelaskan bahwa berdasarkan data dan hasil konfirmasi dengan PHRI (Persatuan Hotel dan Restoran Indonesia), tren menginap wisatawan tahun ini menunjukkan pergeseran pola yang mengkhawatirkan bagi pelaku industri jasa penginapan.

Jika pada tahun 2024 lalu okupansi hotel mampu menyentuh angka 60 hingga 70 persen, tahun ini angkanya melorot di kisaran 50 persen saja.

"Tahun ini range-nya di antara 50 sampai 60 persen, itu pun 60 persen terjadi sangat jarang sekali. Mayoritas rata-rata di angka 48 hingga 53 persen. Ini tentu menjadi catatan khusus," ungkap Andi, belum lama ini.

Perwira polisi dengan dua melati di pundaknya itu membeberkan beberapa analisis terkait fenomena ini. Salah satu faktor utama adalah adanya polarisasi wisatawan di akhir tahun. Kota Batu disinyalir juga bersaing dengan jujugan lain, seperti Yogyakarta, yang menjadi magnet utama wisatawan tahun ini.

Selain itu, infrastruktur yang semakin baik justru menciptakan fenomena One Day System. Wisatawan kini lebih memilih untuk berangkat pagi dan langsung pulang sore hari tanpa menginap.

"Ada pemesan kamar dadakan. Rata-rata berangkat pagi, pulang sore. Kalau memang tidak 'nutut' baru mereka pesan kamar malam itu juga. Puncaknya justru di tanggal 24-25 Desember, setelah itu fluktuatif dan cenderung turun drastis," beber Andi.

Baca Juga : Natal dan Tahun Baru 2026, SPS Corporate Pilih Susuri Pedalaman Sumatera Utara untuk Salurkan Bantuan

Data ini selaras dengan volume kendaraan yang keluar dari tiga pintu tol (Singosari, Pakis, dan Madyopuro). Grafik volume kendaraan per jam menunjukkan kemiripan dengan grafik okupansi hotel, di mana wisatawan yang datang ke Batu mayoritas bersifat dadakan dan tidak berencana tinggal lama. Hal ini berdampak pada angka rata-rata lama menginap (length of stay) yang diprediksi mundur dari target 1,14 hari.

Diperkuat, PHRI melaporkan bahwa tingkat okupansi hotel di Kota Batu pada malam tahun baru mencapai 60 persen. Tingkat hunian ini meleset dari harapan yang diperkirakan bisa menyentuh 90 persen. "Reservasi kamar hotel (untuk malam tahun baru) sampai siang ini masih cukup rendah, kisaran 60 persen," kata Ketua PHRI Kota Batu Sujud Hariadi, Rabu (31/12/2025).

Sujud menyampaikan, okupansi hotel pada malam tahun baru ini menurun dibanding tahun lalu. Di mana pada malam tahun baru sebelumnya, okupansi hotel mencapai 90 persen.

Dikatakannya, menurunnya daya beli masyarakat jadi faktor utama. Di samping semakin banyaknya pembangunan pariwisata di kabupaten/ kota maupun provinsi lain. "Dan memang penurunan ini bukan hanya di malam tahun baru saja. Overall Kalau dibandingkan year to year, tahun ini hotel-hotel di Kota Batu mengalami penurunan revenue sampai 30 persen dibandingkan tahun lalu," imbuh Sujud.


Topik

Ekonomi okupansi hotel wisata kota batu tahun baru



JatimTimes Media Terverifikasi Dewan Pers

UPDATE BERITA JATIM TIMES NETWORK

Indonesia Online. Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari JatimTIMES.com dengan klik Langganan Google News Jatimtimes atau bisa menginstall aplikasi Lumajang Times News melalui Tombol Berikut :


Penulis

Prasetyo Lanang

Editor

Dede Nana