Jatim Times Network Logo
Poling Pilkada 2024 Agama Ekonomi Gaya Hukum dan Kriminalitas Kesehatan Kuliner Olahraga Opini Otomotif Pemerintahan Pendidikan Peristiwa Politik Profil Ruang Mahasiswa Ruang Sastra Selebriti Tekno Transportasi Wisata
Poling Pilkada 2024
Peristiwa

Kemenag Kota Malang Bangun Kampung Berkah SIGAP, Lima Program Unggulan Jadi Mesin Pemberdayaan Warga

Penulis : Anggara Sudiongko - Editor : A Yahya

30 - Aug - 2026, 18:26

Placeholder
Kemenag Kota Malang meluncurkan Kampung Berkah SIGAP di Kampoeng Quran Wijaya Kusuma, Kelurahan Polehan (Foto : Kemenag Kota Malang)

JATIMTIMES - Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kota Malang mulai mendorong konsep Kampung Berkah SIGAP sebagai pendekatan baru dalam pemberdayaan masyarakat. Program ini tidak hanya menempatkan kampung sebagai lokasi pelaksanaan kegiatan, tetapi berupaya membangun ekosistem yang menghubungkan potensi ekonomi, pendidikan, sosial-keagamaan, hingga ketepatan data warga.

Gagasan tersebut lahir dari proses perumusan yang melibatkan lintas sektor. Kemenag Kota Malang mempertemukan Pemerintah Kota Malang, lima camat, Kepala Dinas Sosial, akademisi, serta sejumlah unsur lainnya dalam forum diskusi yang diikuti sekitar 60 peserta.

Baca Juga : Kaukus Intelektual Nahdlatul Ulama (NU) 

Forum tersebut menjadi ruang untuk mencari format baru pengembangan kampung tematik. Pembahasannya tidak berhenti pada bentuk kegiatan, tetapi diarahkan pada bagaimana sebuah kampung dapat memiliki sistem pemberdayaan yang saling terhubung dan bertumpu pada kebutuhan masyarakat.

Dari proses itu lahir konsep Kampung Berkah SIGAP, dengan lima nilai yang menjadi pijakan, yakni Sinergi, Integritas, Gerak Produktif, Akurasi Data, dan Pelayanan Prima.

3

Kepala Penyelenggara Zakat dan Wakaf (Zawa) Kemenag Kota Malang, Zainal Anwar, mengatakan konsep tersebut dibangun dari semangat kolaborasi, dengan masyarakat ditempatkan sebagai bagian penting dalam pelaksanaannya.

“Kampung Berkah SIGAP lahir dari semangat kebersamaan,” ujar Kepala Kemenag Kota Malang Achmad Shampton yang bisa dipanggil Gus Shampton, dalam launching  Kampung Berkah SIGAP di Kampoeng Quran Wijaya Kusuma, Kelurahan Polehan, Kota Malang

Menurutnya, kebutuhan masyarakat tidak dapat ditangani melalui satu sektor saja. Karena itu, sinergi antara pemerintah, masyarakat dan kalangan akademisi menjadi bagian penting dalam membangun program yang memiliki arah dan ukuran yang jelas.

Dari lima nilai tersebut, Kemenag Kota Malang kemudian menerjemahkannya ke dalam lima program utama. Pilar pertama adalah Optimalisasi UPZ Berkah SIGAP berbasis warga.

Program ini diarahkan untuk mengoptimalkan potensi zakat, infak dan sedekah yang ada di lingkungan masyarakat. Pengelolaan dana tersebut diharapkan tidak hanya menjadi aktivitas penghimpunan, tetapi dapat dikaitkan dengan kebutuhan pemberdayaan warga sehingga manfaatnya kembali kepada lingkungan tempat dana tersebut dihimpun.

Pilar berikutnya adalah Koperasi Berkah SIGAP. Koperasi diposisikan sebagai instrumen ekonomi bersama yang dapat memperkuat aktivitas ekonomi masyarakat sekaligus menciptakan ruang bagi warga untuk mengembangkan usaha secara kolektif.

Sementara UMKM Berkah SIGAP diarahkan untuk memperkuat pelaku usaha di tingkat kampung. Pengembangan UMKM menjadi penting karena aktivitas ekonomi warga pada dasarnya sudah tumbuh, tetapi membutuhkan penguatan agar mampu berkembang, memiliki jejaring lebih luas dan memberikan nilai tambah yang lebih besar bagi masyarakat.

Baca Juga : PDIP Mulai Petakan Kandidat Pilgub Jatim 2029, Bagaimana Golkar Jatim ?

Dua pilar lainnya bergerak pada penguatan kualitas sumber daya manusia dan kehidupan sosial-keagamaan, yakni Pendidikan Berkah SIGAP dan Dakwah Berkah SIGAP. Pendidikan tidak hanya ditempatkan sebagai aktivitas pembelajaran, tetapi menjadi instrumen untuk meningkatkan kapasitas warga. Sedangkan dakwah diarahkan untuk memperkuat nilai keagamaan sekaligus membangun kepedulian sosial di lingkungan masyarakat.

Lima program tersebut sengaja dirancang saling berkaitan. Penguatan UPZ, misalnya, dapat menopang program pemberdayaan ekonomi. Koperasi dan UMKM menjadi basis penguatan produktivitas warga, sementara pendidikan dan dakwah berperan dalam membangun kapasitas serta karakter masyarakat.

Dengan pola tersebut, Kampung Berkah SIGAP tidak hanya mengandalkan banyaknya program, tetapi mencoba membangun hubungan antarpogram agar manfaatnya dapat dirasakan secara lebih luas.

Di sisi lain, akurasi data menjadi salah satu unsur penting dalam konsep tersebut. Data diperlukan untuk mengetahui kondisi riil masyarakat sekaligus menentukan bentuk intervensi yang tepat. Dengan data yang lebih akurat, bantuan maupun program pemberdayaan dapat diarahkan kepada warga yang memang membutuhkan dan memiliki potensi untuk dikembangkan.

Achmad Shampton menegaskan lima program tersebut tidak berhenti pada gagasan awal, tetapi akan terus dikembangkan sesuai kebutuhan di lapangan.

“Besar harapan kita bersama, lima program ini dapat berjalan lancar, memberdayakan ekonomi warga, serta membawa keberkahan dan kesejahteraan bagi seluruh masyarakat,” pungkasnya.


Topik

Peristiwa kemenag kota malang achmad shampton gus shampton



JatimTimes Media Terverifikasi Dewan Pers

UPDATE BERITA JATIM TIMES NETWORK

Indonesia Online. Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari JatimTIMES.com dengan klik Langganan Google News Jatimtimes atau bisa menginstall aplikasi Lumajang Times News melalui Tombol Berikut :


Penulis

Anggara Sudiongko

Editor

A Yahya