JATIMTIMES – Wacana penataan ulang kawasan wisata Songgoriti bakal menjalinkerja sama antara Pemkot Batu dengan BUMD milik Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Malang, PT Jasa Yasa. Upaya membangkitkan kawasan dari masa mati suri kawasan legendaris tersebut akan difokuskan pada pembangunan fasilitas restoran serta wahana baru berbasis kebudayaan lokal.
Direktur Utama PT Jasa Yasa Raden Djoni Sudjatmiko membeberkan bahwa pihaknya telah menjadwalkan agenda komunikasi resmi bersama jajaran pimpinan Pemkot Batu pada awal September 2026. Pertemuan intensif tersebut ditujukan untuk menuntaskan seluruh proses perizinan kawasan sekaligus mengunci skema kerja sama operasional di lapangan.
Baca Juga : Madiun Menari 2026: 5.000 Warga Bergerak, Satu Kota Menjadi Panggung Budaya
Djoni optimis pengerjaan fisik proyek restoran pendukung dapat dikejar dalam tenggat waktu tiga hingga empat bulan ke depan. Pihaknya menargetkan pusat kuliner baru tersebut sudah dapat beroperasi penuh pada akhir tahun 2026 mendatang.
"Awal September saya menghadap beliau untuk memproses perizinannya, sekaligus izin yang untuk resto dan wahana di sebagian area. Kalau sudah di-ACC kan bisa berjalan paralel antara perizinan dan penataan fisik," ujar Raden Djoni Sudjatmiko saat dikonfirmasi, belum lama ini.
Djoni menguraikan bahwa rencana pembukaan restoran dan wahana tersebut bakal disinergikan secara langsung dengan proses rebranding Pasar Songgoriti agar perekonomian warga sekitar ikut bergeliat. Penataan kawasan ini dirancang guna mengembalikan fungsi historis Songgoriti sebagai pusat daya tarik wisata cagar budaya yang terintegrasi dengan keberadaan candi.
Dalam skema penataan tersebut, PT Jasa Yasa juga membuka ruang kolaborasi bersama BUMD Kota Batu untuk mengelola titik sumber air panas melalui mekanisme bagi hasil pendapatan (revenue sharing). Sektor pertunjukan seni budaya tradisional nantinya bakal dijadikan magnet utama untuk menarik pengunjung dari berbagai hotel di Kota Batu.
Baca Juga : Deretan Kebakaran Besar di Indonesia Sepanjang 2026, Kalimantan hingga Gunung Semeru Masih Membara
"Konsep yang dikerjasamakan itu konsep budaya, jadi pusat kuliner yang ada nilai budayanya. Support dari Pemkot Batu nanti bisa lewat pagelaran seni budaya rutin untuk wadah anak-anak sanggar seni lokal," terangnya.
Pihaknya berharap kebangkitan kembali ikon wisata Songgoriti ini mampu menambah pilihan destinasi jujugan yang juga edukatif sekaligus menjaga kelestarian situs sejarah di Kota Batu.
