free web hit counter
Jatim Times Network Logo
Poling Pilkada 2024 Agama Ekonomi Gaya Hukum dan Kriminalitas Kesehatan Kuliner Olahraga Opini Otomotif Pemerintahan Pendidikan Peristiwa Politik Profil Ruang Mahasiswa Ruang Sastra Selebriti Tekno Transportasi Wisata
Peristiwa

Kota Batu Dikepung Cuaca Ekstrem, Lima Kejadian Bencana Dalam Sehari

Penulis : Prasetyo Lanang - Editor : Nurlayla Ratri

25 - Jan - 2026, 08:23

Placeholder
Atap ambruk akibat terjangan angin kencang saat cuaca ekstrem melanda Kota Batu pada Sabtu (24/1/2026).(Foto: Dokumen BPBD)

JATIMTIMES – Wilayah Kota Batu masih dilanda cuaca ekstrem dalam beberapa hari terakhir. Sepanjang hari Sabtu (24/1/2026), terjangan angin kencang yang terjadi sejak dini hari hingga siang hari mengakibatkan sedikitnya lima kejadian bencana yang tersebar di beberapa titik strategis.

Rentetan peristiwa ini menyebabkan kerusakan serius pada fasilitas pendidikan serta sejumlah rumah warga di tiga kecamatan. Kejadian pertama yang memicu keprihatinan mendalam terjadi di Dusun Dresel, Desa Oro-oro Ombo. Sekitar pukul 04.30 WIB, atap bangunan SPS Tunas Harapan ambruk total setelah disapu angin kencang.

Baca Juga : Rawan Bencana Angin Kencang di Malang, Pohon Tumbang Timpa Mobil hingga Rusak Rumah

Runtuhnya atap berdimensi 8,5 x 7,5 meter tersebut tepat mengenai ruang yang biasa digunakan anak-anak untuk mengaji, sehingga aktivitas belajar mengajar di sekolah tersebut lumpuh total.

Plt. Kepala Pelaksana (Kalaksa) BPBD Kota Batu, Suwoko, mengonfirmasi bahwa seluruh kekuatan personel telah dikerahkan sejak laporan pertama masuk. Petugas gabungan dari BPBD, Damkar, TNI, Polri, hingga relawan dan warga setempat langsung bergerak melakukan pembersihan material di lapangan.

"Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Batu bersama Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan, Polres Kota Batu, relawan, serta warga melaksanakan penanganan cepat terhadap kejadian cuaca ekstrem ini," ujar Suwoko dalam keterangan laporan Pusat Pengendalian dan Operasi (Pusdalops), Minggu (25/1/2026) pagi.

Di titik lain, laporan bencana didapati dari Dusun Rejoso, Desa Junrejo. Sebuah pohon waru setinggi 12 meter tumbang dan menimpa dua rumah warga sekaligus, yakni milik Sukemi dan Yeni. Kerusakan pada bagian atap rumah tak terhindarkan akibat hantaman batang pohon yang tercabut hingga akarnya tersebut.

Di samping itu, situasi sejumlah jalur protokol juga tak kalah mencekam. Berdasarkan data Pusdalops BPBD, pohon tumbang dan dahan patah dilaporkan terjadi secara beruntun di Jalan Raya Oro-Oro Ombo, Jalan Trunojoyo di depan Kantor Kelurahan Songgokerto, hingga wilayah Dusun Caru, Desa Pendem.

"Kejadian didominasi oleh dahan patah dan pohon tumbang. Kondisi tersebut berpotensi membahayakan keselamatan pengguna jalan serta mengganggu kelancaran arus lalu lintas," jelas Suwoko.

Sementara itu, di wilayah Kecamatan Bumiaji angin kencang menyebabkan kerusakan rumah warga. Di Dusun Krajan, Desa Giripurno, atap rumah milik Markumi ambruk hingga mencakup area dapur, ruang keluarga, dan kamar tidur. Kerusakan bangunan berukuran 9 x 6 meter tersebut memaksa penghuni rumah mengungsi sementara karena ruangan utama sudah tidak layak huni.

Tak berselang lama, angin kencang juga meruntuhkan atap rumah milik Nuril Hisam di Dusun Lemah Putih, Desa Sumber Brantas. Kerusakan di lokasi ini tergolong luas dengan dimensi atap yang ambruk mencapai 12 x 7 meter. Akibatnya, area dapur dan kamar tidur tertutup material reruntuhan dan tidak dapat digunakan.

Baca Juga : Best Collagen Ramen di Malang, Ramen Collagen Soup Dimasak Selama 8 Jam

"Petugas BPBD Kota Batu bersama relawan telah melakukan pemotongan dan pembersihan material dahan patah serta pohon tumbang di lokasi kejadian agar akses warga kembali terbuka," tegasnya.

Titik kelima yang menjadi sasaran cuaca ekstrem kembali berada di Dusun Dresel. Pada tengah hari, atap rumah milik Anwar Muhamadin ambruk pada bagian kamar tidur dan ruang keluarga. Meski kerusakan bangunan cukup masif di lima titik ini, beruntung tidak ada laporan korban jiwa dalam rentetan kejadian bencana tersebut.

Sebagai langkah penanganan darurat, BPBD telah mendistribusikan bantuan logistik dan terpal untuk menutupi bagian atap yang ambruk. Perempesan pohon di jalur-jalur rawan juga terus dikebut agar tidak ada lagi pohon tumbang yang mengancam pengguna jalan saat angin kencang kembali menerjang.

Pihaknya pun meminta masyarakat untuk tidak meremehkan anomali cuaca yang terjadi belakangan ini. Warga diminta segera melapor ke pihak berwajib atau melalui saluran darurat BPBD apabila menemukan potensi bahaya, seperti pohon yang sudah condong atau struktur bangunan yang mulai retak.

"Kami mengimbau masyarakat untuk tetap waspada terhadap potensi cuaca ekstrem," pungkasnya.


Topik

Peristiwa kota batu ciaca ekstrem angin kencang



JatimTimes Media Terverifikasi Dewan Pers

UPDATE BERITA JATIM TIMES NETWORK

Indonesia Online. Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari JatimTIMES.com dengan klik Langganan Google News Jatimtimes atau bisa menginstall aplikasi Lumajang Times News melalui Tombol Berikut :


Penulis

Prasetyo Lanang

Editor

Nurlayla Ratri