JATIMTIMES - Cuaca ekstrem kembali memicu kerusakan rumah warga di Kota Batu. Hujan deras yang disertai angin kencang menyebabkan atap serta sebagian tembok sebuah rumah di Dusun Gondorejo, Desa Oro-oro Ombo, Kecamatan Batu ambruk.
Terlihat rumah milik Trianto akibat cuaca ekstrem atap habis tak berbentuk. Bahkan sebagian banyak tembok hancur dan roboh. Sehingga tidak layak lagi untuk dihuni.
Seluruh reruntuhan rumah porak poranda. Beruntung, saat kejadian rumah dalam kondisi kosong karena seluruh penghuni telah berangkat bekerja, sehingga tidak menimbulkan korban jiwa.
Baca Juga : Kerajaan Gelang-Gelang: Jejak Kedaton yang Hilang di Lereng Wilis
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Pelaksana BPBD Kota Batu, Suwoko, mengatakan bahwa curah hujan tinggi yang disertai angin kencang membuat struktur penyangga atap yang sudah lapuk tidak mampu menahan beban.
“Karena kondisi bangunan yang sudah mengalami pelapukan, terutama pada bagian penyangga. Akibatnya, atap rumah dengan ukuran sekitar 10 kali 6 meter itu ambruk,” kata Suwoko, Senin (12/1/2026).
Akibat kejadian tersebut, keluarga Trianto terpaksa mengungsi sementara ke tempat yang lebih aman. BPBD Kota Batu bersama perangkat desa dan warga setempat langsung bergerak melakukan penanganan awal.
“Begitu menerima laporan, kami melakukan kaji cepat di lokasi, berkoordinasi dengan pihak terkait, serta melakukan kerja bakti pembersihan material bangunan yang ambruk. Pengamanan jaringan listrik juga kami lakukan untuk mencegah risiko lanjutan,” jelas Suwoko.
Suwoko menambahkan, pihaknya telah merekomendasikan tindak lanjut pascakejadian, termasuk perbaikan rumah oleh dinas terkait serta pemberian bantuan logistik untuk mendukung kegiatan kerja bakti.
Baca Juga : Kasus Super Flu di Kota Batu Nihil, Dinkes Tegaskan Kesiapan Ruang Isolasi
Ia juga mengimbau masyarakat agar lebih waspada, khususnya di tengah cuaca ekstrem yang masih berpotensi terjadi di wilayah Kota Batu.
“Kami mengimbau warga untuk rutin mengecek kondisi bangunan rumah, terutama bagian atap dan penyangga, agar kejadian serupa bisa diantisipasi sejak dini,” tutup Suwoko.
