Jatim Times Network Logo
Poling Pilkada 2024 Agama Ekonomi Gaya Hukum dan Kriminalitas Kesehatan Kuliner Olahraga Opini Otomotif Pemerintahan Pendidikan Peristiwa Politik Profil Ruang Mahasiswa Ruang Sastra Selebriti Tekno Transportasi Wisata
Poling Pilkada 2024
Ekonomi

Harga Telur Terpengaruh Suasana Iduladha? Begini Curhat Pedagang di Kota Malang

Penulis : Anggara Sudiongko - Editor : Nurlayla Ratri

28 - May - 2026, 17:17

Placeholder
Kedai Telur Rumah Kos 53 yang ada di kawasan RW 02, Ketawangede, Kota Malang. (ist)

JATIMTIMES - Harga telur ayam di Kota Malang masih tergolong murah meski suasana Hari Raya Iduladha 2026 belum sepenuhnya usai. Di tengah meningkatnya kebutuhan masyarakat terhadap bahan pangan, harga telur justru dinilai masih stabil dan jauh di bawah Harga Acuan Pemerintah (HAP).

Pemilik Kedai Telur Rumah Kos 53 yang berada di kawasan RW 02, Ketawangede, Kota Malang, Cak Oguk, mengatakan saat ini dirinya menjual telur ayam ras dengan harga Rp25.500 per kilogram. Harga tersebut menurutnya masih lebih rendah dibanding sejumlah pasar tradisional.

Baca Juga : DPRD Kota Batu Soroti Area Fasum Alun-Alun Masif Jadi Tempat Usaha

“Sekarang aku jualan Rp25.500 per kilo. Ngambilnya sekitar Rp24 ribu sampai Rp23 ribu. Sebelum Iduladha malah jualnya sekitar Rp24 ribu. Ini malah harga di bawah pasar, kalau di pasar mungkin lebih mahal,” ujar Cak Oguk, saat diwawancarai, Kamis, (28/5/2026).

Ia menilai suasana Iduladha tidak terlalu memengaruhi penurunan permintaan telur. Meski masyarakat mendapatkan distribusi daging kurban, telur tetap menjadi kebutuhan utama rumah tangga maupun pelaku usaha kuliner.

“Meskipun harganya Rp25.500 tetap saja banyak yang beli. Memang karena telur salah satu kebutuhan yang banyak dicari buat dagang kue, rumah makan dan lainnya,” katanya.

Data Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kota Malang menunjukkan harga telur broiler pada 22 Mei 2026 berada di angka Rp24 ribu per kilogram. Kemudian pada 24 Mei 2026 tercatat turun menjadi Rp23 ribu per kilogram. Angka tersebut masih jauh di bawah Harga Acuan Pemerintah yang ditetapkan sebesar Rp30 ribu per kilogram.

Sementara itu, laporan Sistem Informasi Ketersediaan dan Perkembangan Harga Bahan Pokok Jawa Timur mencatat harga telur ayam ras pada 28 Mei 2026 mencapai Rp25.867 per kilogram. Sedangkan harga telur ayam kampung berada di angka Rp46.315 per kilogram.

Dengan kondisi tersebut, harga telur yang dijual pedagang eceran di tingkat masyarakat dinilai masih relatif murah dan terjangkau. Kenaikan yang terjadi pasca Iduladha juga tidak terlalu signifikan.

Cak Oguk mengaku sengaja mengambil keuntungan tipis agar pelanggan tetap bertahan. Dalam satu peti telur berisi sekitar 10 kilogram, keuntungan yang diperoleh hanya berkisar Rp10 ribu hingga Rp15 ribu.

“Aku ngambil untungnya juga tidak banyak. Paling satu peti cuma Rp10 ribu sampai Rp15 ribu,” ungkapnya.

Dalam sehari, penjualan di Kedai Telur Rumah Kos 53 bisa mencapai dua peti telur. Konsumen didominasi pedagang makanan, usaha kue hingga warga sekitar yang membeli untuk kebutuhan harian.

Baca Juga : 7 Resep Olahan Daging Kurban yang Enak dan Mudah Dibuat di Rumah

Selain menjaga harga tetap murah, ia juga mempertimbangkan kondisi daya beli masyarakat yang belum sepenuhnya pulih. Karena itu, dirinya memilih tidak menaikkan harga terlalu tinggi meskipun biaya operasional mengalami kenaikan.

“Memang harga plastik masih cukup tinggi, tapi ya segitu lah biar pelanggan tetap ada dan tidak lari,” jelasnya.

Di sisi lain, kondisi peternak ayam petelur justru tidak sedang mudah. Cak Oguk menyebut para peternak mengeluhkan tingginya biaya produksi, terutama harga pakan ternak yang saat ini berkisar Rp6 ribu per kilogram.

Menurutnya, kebutuhan pakan untuk 100 ekor ayam bisa mencapai 10 kilogram per hari. Namun hasil produksi telur tidak selalu sebanding dengan biaya yang dikeluarkan.

“Peternak juga mengeluh. Katanya 100 ayam itu kadang malah tidak sampai satu peti hasil telurnya,” katanya.

Kondisi itu membuat harga telur sebenarnya berpotensi lebih tinggi. Namun persaingan pasar dan upaya menjaga konsumen membuat pedagang masih mempertahankan harga di level yang relatif murah.

Situasi tersebut menunjukkan bahwa meski masih dalam suasana Hari Raya Iduladha, harga telur di Kota Malang tetap terkendali dan masih menjadi salah satu sumber protein hewani yang paling terjangkau bagi masyarakat.


Topik

Ekonomi harga telur kota malang



JatimTimes Media Terverifikasi Dewan Pers

UPDATE BERITA JATIM TIMES NETWORK

Indonesia Online. Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari JatimTIMES.com dengan klik Langganan Google News Jatimtimes atau bisa menginstall aplikasi Lumajang Times News melalui Tombol Berikut :


Penulis

Anggara Sudiongko

Editor

Nurlayla Ratri