free web hit counter
Jatim Times Network Logo
Poling Pilkada 2024 Agama Ekonomi Gaya Hukum dan Kriminalitas Kesehatan Kuliner Olahraga Opini Otomotif Pemerintahan Pendidikan Peristiwa Politik Profil Ruang Mahasiswa Ruang Sastra Selebriti Tekno Transportasi Wisata
Peristiwa

Ngujang 2 Beroperasi, Usaha Perahu Penyeberangan Gulung Tikar

Penulis : Joko Pramono - Editor : Sri Kurnia Mahiruni

09 - Jan - 2019, 20:39

Placeholder
Agus saat mengoperasikan perahu penyeberanganya (foto : Joko Pramono/JatimTIMES)

Sejak beroperasinya jembatan Ngujang 2, nasib operator perahu penyeberangan tambang di Kali Brantas seperti telur di ujung tanduk. 
Betapa tidak,  sejak beroperasinya jembatan itu, penghasilan mereka menurun drastis. 
 

Sebelum ada jembatan mereka bisa mengantongi 200 ribu perharinya, kini penghasilan mereka tak lebih dari 30 ribu perharinya. 
"Kalau untuk sehari-hari enggak cukup," ujar operator perahu penyeberangan  tambang di Sungai Brantas, Agus Nurkholis.
Apalagi saat ini dirinya harus membiayai pendidikan kedua anaknya. Anak pertamanya sudah menginjak kelas XI dan putra bungsunya kelas V SD. 
Seperti hari ini,  sejak jam 5 pagi dirinya baru menyeberangkan 5 orang.  Padahal biasanya menginjak siang dirinya sudah menyeberangkan sekitar 50 orang lebih. 
Sepinya pengguna perahu penyeberangan ini lantaran banyak yang memilih lewat jembatan dibanding menggunakan jasa perahu penyeberangan.
 

Sekali menyeberang, pengguna jasa dikenakan tarif sebesar 2 ribu rupiah untuk sepeda motor dan 12 ribu untuk mobil. 
Sedang jika lewat jembatan, tak dipungut biaya sepeserpun alias gratis. 
Kondisi ini memaksa Agus berfikir untuk ganti pekerjaan yang lebih layak. 
"Ini masih mikir-mikir pekerjaan apa yang cocok," kata Agus.
Perahu penyeberangan Agus melayani penyeberangan antara Desa Bulusari di Kecamatan Kedungwaru dan Dusun Mayangan,  Desa Srikaton Kecamatan Ngantru. 
 

Perahu ini dibeli secara patungan seharga 30 juta dengan 3 rekan lainya. Masing-masing patungan sebesar 7,5 juta.  Sejak beroperasi 2 tahun lalu, modal yang dikeluarkan belum kembali. 
Pengeluaran akan bertambah jika dermaga swadaya dari bambu rusak terkena derasnya aliran Sungai Brantas. 
"Pernah dalam 1 bulan rusak hingga 3 kali," katanya dengan wajah memelas. 
Agus melanjutkan, akan menjual perahu ini jika ada yang bersedia membeli dan uangnya akan dibagi. Selanjutnya uang itu akan digunakan untuk membuak usaha baru agar dapurnya tetap mengepul. 
"Rencananya dijual," ujar pria yang telah menduda itu. 
Di sela kesibukanya menunggu penumpang,  Agus gunakan untuk memancing dan mencari pakan untuk kambing peliharaannya. 
"Untung saya masih punya tabungan kambing," tandas Agus.


Topik

Peristiwa tulungagung berita-tulungagung Usaha-Perahu-Penyeberangan-Gulung-Tikar



JatimTimes Media Terverifikasi Dewan Pers

UPDATE BERITA JATIM TIMES NETWORK

Indonesia Online. Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari JatimTIMES.com dengan klik Langganan Google News Jatimtimes atau bisa menginstall aplikasi Lumajang Times News melalui Tombol Berikut :


Penulis

Joko Pramono

Editor

Sri Kurnia Mahiruni