Jatim Times Network Logo
Poling Pilkada 2024 Agama Ekonomi Gaya Hukum dan Kriminalitas Kesehatan Kuliner Olahraga Opini Otomotif Pemerintahan Pendidikan Peristiwa Politik Profil Ruang Mahasiswa Ruang Sastra Selebriti Tekno Transportasi Wisata
Poling Pilkada 2024
Peristiwa

Geger, Penerima Bansos Sudah Meninggal 4 Tahun tapi ATM Tetap "Transaksi"

Penulis : Anang Basso - Editor : Yunan Helmy

14 - Aug - 2026, 20:02

Placeholder
Ilustrasi / Anang Basso

JATIMTIMES - Salah satu keluarga penerima manfaat (KPM) pemegang kartu Bantuan Langsung Non-Tunai di Desa Sukorejo Wetan, Kecamatan Rejotangan, Kabupaten Tulungagung, telah meninggal dunia pada tahun 2022 silam. Yakni almarhum Mujahit, warga RT 3/2 Dusun Cemenung.

Namun,  ATM atau Kartu Keluarga Sejahtera (KKS) Mujahit yang telah ditarik setelah meninggal 4 tahun lalu diduga masih digunakan transaksi atau penarikan bantuan.

Baca Juga : Ada Promo Parkir Murah di Surabaya, Cuma Rp810 untuk 2 Jam Pertama

Hal ini diungkapkan oleh putri dari almarhum Mujahit bernama Santi. Menurut Santi, paska ayahnya menunggal dunia pada tahun 2022, beberapa hari kemudian ada 2 orang yang datang meminta KKS.

"Karena yang datang ini petugas yang biasa gesek dan agen tempat pengambilan bantuan, maka ya saya berikan," kata Santi.

Tak menaruh curiga apa pun, setelah KKS diberikan ke petugas ini ia menganggap bantuan untuk ayahnya akan distop atau diganti dengan KPM lain.

"Namun, sering saya cek menggunakan sistem Cek Bansos dengan HP, rupanya status bantuan masih aktif dan selalu ada transaksi," ujarnya.

Ia pun penasaran, kemudian menanyakan masalah tersebut ke pihak desa atau Pemdes Sukorejo Wetan. "Bukan ingin mendapatkan bantuan bagi ayah yang telah tiada, namun apakah benar bantuan itu diambil oleh orang lain. Saya kemudian menananyakan ke desa," ungkapnya.

Mendapat laporan ini, pihak desa Sukorejo Wetan mencoba melihat apa yang disampaikan warganya ini. "Setelah staf kami ikut cek, ternyata memang selalu ada transaksi jika bantuan itu cair," ujar Ernawati, kepala Desa Sukorejo Wetan.

Menurut Erna, paska meninggal dunia, keluarga Mujahit memang belum mengurus surat kematian. Kemungkinan, karena status kematian ini belum masuk data, KKS milik almarhum Mujahit masih aktif atau dianggap orangnya masih hidup.

"Akhirnya, kami menanyakan ke pendamping dan masih belum ada kejelasan apakah bantuan itu benar-benar telah distop atau jika memang ada transaksi, siapa yang mengambil," ujar Kades Erna.

Kepala desa dan keluarga Mujahit bukan ingin meminta bantuan ini. Namun, jika memang ada orang yang memanfaatkan bantuan orang yang telah meninggal, mereka ingin tahu siapa oknumnya.

Baca Juga : Dua Perempuan Ditemukan Meninggal di Malang, Tetangga Curiga Gara-Gara Bau Menyengat

"Kalau statusnya transaksi, kan diduga ada yang telah mengambil. Kami ingin tahu siapa oknumnya," ujar dia.

Sampai saat ini, pihak Dinsos Kabupaten Tulungagung melalui Tenaga Kesejahteraan Sosial Kecamatan (TKSK) Rejotangan, belum mengklarifikasi secara utuh. "Hanya telepon, katanya mau datang. Tapi kita tunggu, juga belum kesini," ungkap Erna, Jumat (14/8/2026).

Saat dikonfirmasi sebelumnya, TKSK Rejotagan Bambang Hermanto mengaku telah mendapatkan informasi dan keluhan terkait adanya kejadian ini. Ia akan menelusuri informasi ini ke pihak keluarga dan Desa Sukorejo Wetan.

"Kita akan telusuri dulu. Nanti jika sudah jelas, akan kami sampaikan," kata Bambang.

Almarhum Mujahit adalah penerima BPNT atau Bantuan Pangan Non-Tunai. Awalnya, program bantuan sosial dari pemerintah  bagi keluarga kurang mampu ini disalurkan secara non-tunai menggunakan Kartu Keluarga Sejahtera (KKS) berupa bahan pangan di tempat belanja (agen) resmi.

Namun, seiring waktu BPNT disalurkan ke KPM melalui transfer ke KKS yang bisa diambil tunai di ATM. 


Topik

Peristiwa Bantuan Pangan Non-Tunai Tulungagung penerima bansos meninggal bantuan sosial



JatimTimes Media Terverifikasi Dewan Pers

UPDATE BERITA JATIM TIMES NETWORK

Indonesia Online. Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari JatimTIMES.com dengan klik Langganan Google News Jatimtimes atau bisa menginstall aplikasi Lumajang Times News melalui Tombol Berikut :


Penulis

Anang Basso

Editor

Yunan Helmy

Peristiwa

Artikel terkait di Peristiwa