Jatim Times Network Logo
Poling Pilkada 2024 Agama Ekonomi Gaya Hukum dan Kriminalitas Kesehatan Kuliner Olahraga Opini Otomotif Pemerintahan Pendidikan Peristiwa Politik Profil Ruang Mahasiswa Ruang Sastra Selebriti Tekno Transportasi Wisata
Poling Pilkada 2024
Ekonomi

Harga Daging Sapi di Malang Tembus Rp 150 Ribu, Pedagang Kehilangan 15 Kg Penjualan per Hari

Penulis : Riski Wijaya - Editor : Sri Kurnia Mahiruni

13 - Aug - 2026, 13:48

Placeholder
Peninjauan harga komoditas di Pasar Bunulrejo.(Foto: Riski Wijaya/MalangTIMES).

JATIMTIMES - Harga daging sapi di Malang terus mengalami kenaikan dalam sepekan terakhir. Di Pasar Bunul, harga daging sapi kini mencapai Rp 150 ribu per kilogram untuk kualitas bagus, sedangkan daging untuk kebutuhan rawon berada di kisaran Rp 140 ribu per kilogram.

Kenaikan harga daging sapi di Malang tersebut mulai menekan daya beli konsumen. Sejumlah pelanggan tetap pedagang daging, seperti pemilik warung makan dan pedagang bakso, mengurangi jumlah pembelian karena harga daging semakin mahal.

Baca Juga : Jelang HUT RI, Disperindag Tulungagung Geber Pasar Murah di Desa Domasan Kalidawir

Dampaknya tidak hanya dirasakan konsumen. Pedagang daging sapi di Pasar Bunul juga mulai kehilangan volume penjualan karena stok yang biasanya habis kini tersisa.

Salah seorang pedagang daging sapi di Pasar Bunul, Saprin, mengatakan penjualan hariannya turun cukup drastis setelah harga daging sapi naik.

"Biasanya stok itu kurang lebih 50 kilogram per hari dan selalu habis. Sekarang paling hanya laku 30 sampai 35 kilogram saja per hari. Turun drastis sekitar 15 kilogram per hari," ujar Saprin, Kamis (13/7/2026).

Artinya, dalam kondisi harga daging sapi yang tinggi, pedagang tidak serta-merta mendapatkan keuntungan lebih besar. Kenaikan harga justru membuat jumlah pembelian konsumen turun dan perputaran dagangan ikut melambat.

Kondisi harga daging sapi tersebut turut menjadi perhatian Dinas Koperasi, Perindustrian, dan Perdagangan (Diskopindag) Kota Malang. Petugas melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke Pasar Bunul untuk melihat langsung perkembangan harga dan kondisi perdagangan.

Kepala Diskopindag Kota Malang Eko Sri Yuliadi mengatakan kenaikan harga daging sapi tidak terlepas dari persoalan pasokan sapi di tingkat hulu. Stok sapi lokal disebut mulai menipis sehingga kebutuhan pemotongan harus dipenuhi dari luar daerah hingga sapi impor.

"Kebutuhan masyarakat terhadap daging sapi meningkat, kemudian daging sapi lokalnya sudah menipis, akhirnya RPH atau pemotong semuanya dari sapi impor. Kalau sapi-sapi dari luar yang hidup ini pasti mengikuti harga dolar, sehingga harganya menjadi naik," jelas Eko.

Baca Juga : Stabilisasi Harga, Disperindag Tulungagung Gelar Operasi Pasar di Desa Ngrejo

Ketergantungan terhadap pasokan sapi dari luar daerah membuat harga daging sapi di Malang ikut terpengaruh harga sapi hidup dan nilai tukar dolar. Kondisi tersebut membuat ruang untuk menjaga harga tetap stabil menjadi semakin terbatas.

Di tengah kenaikan harga tersebut, Diskopindag Kota Malang belum mengagendakan operasi pasar khusus untuk daging sapi. Pemerintah memilih memantau perkembangan harga di sejumlah pasar dan melihat kondisi pasokan di lapangan.

Persoalan ini menunjukkan bahwa kenaikan harga daging sapi tidak hanya berkaitan dengan perdagangan di pasar. Menipisnya stok sapi lokal membuat kebutuhan daging semakin bergantung pada pasokan dari luar, sementara dampaknya langsung dirasakan konsumen dan pedagang di Kota Malang.

Jika harga daging sapi terus bertahan di level tinggi, pedagang khawatir penurunan volume pembelian semakin dalam. Bagi pedagang Pasar Bunul, persoalannya kini bukan sekadar harga jual yang naik, tetapi bagaimana mempertahankan omzet ketika konsumen mulai mengurangi pembelian.


Topik

Ekonomi Harga Daging Sapi Daging Sapi Kenaikan Harga Daging Kota Malang



JatimTimes Media Terverifikasi Dewan Pers

UPDATE BERITA JATIM TIMES NETWORK

Indonesia Online. Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari JatimTIMES.com dengan klik Langganan Google News Jatimtimes atau bisa menginstall aplikasi Lumajang Times News melalui Tombol Berikut :


Penulis

Riski Wijaya

Editor

Sri Kurnia Mahiruni