Jatim Times Network Logo
Poling Pilkada 2024 Agama Ekonomi Gaya Hukum dan Kriminalitas Kesehatan Kuliner Olahraga Opini Otomotif Pemerintahan Pendidikan Peristiwa Politik Profil Ruang Mahasiswa Ruang Sastra Selebriti Tekno Transportasi Wisata
Poling Pilkada 2024
Pemerintahan

Petani dan Seniman Bunga Bakal Dilibatkan untuk Percantik Wajah Taman Kota Batu

Penulis : Prasetyo Lanang - Editor : Nurlayla Ratri

20 - Jul - 2026, 15:24

Placeholder
Salah satu taman kota yang diwacanakan akan dipercantik yakni gerbang perbatasan Kota Batu. Pemkot berkeinginan melibatkan seniman lanskap lokal dan petani bunga untuk diberdayakan.(Foto: Prasetyo Lanang/JatimTIMES)

JATIMTIMES – Pemerintah Kota Batu kini tengah merumuskan formula regulasi khusus guna membuka ruang ekonomi dan kreativitas bagi para petani bunga serta seniman lanskap lokal. Langkah strategis ini diambil sebagai upaya untuk membenahi estetika ruang publik dan taman-taman kota di wilayah Kota Batu yang selama ini dinilai masih kurang menarik.

Wacana tersebut disampaikan Wakil Wali Kota Batu, Heli Suyanto. Dirinya menyoroti adanya ironi besar di mana keahlian para seniman lanskap asal Kota Batu justru sangat diakui dan banyak mempercantik taman di luar Pulau Jawa. Sementara itu, wajah estetika di tanah kelahiran mereka sendiri dinilai masih kalah bersaing.

Baca Juga : Proyek Pembangunan Simpang Patih Kota Batu Resmi Masuk Tahap Konstruksi, Alat Berat Mulai Keruk Tanah Dasar

Heli mengungkapkan bahwa kendala utama tidak terserapnya potensi lokal ini selama bertahun-tahun bukan disebabkan oleh keengganan pemerintah daerah, melainkan karena adanya benturan regulasi formal. Sistem pengadaan barang dan jasa pemerintah mengharuskan keterlibatan badan usaha resmi, sedangkan mayoritas petani bunga dan seniman lanskap di Kota Batu bekerja secara mandiri atau independen.

“Alasannya bukan tidak mau menyerap tenaga lokal, namun kami ini terganjal aturan,” terang Heli Suyanto, belum lama ini.

Heli berujar, hal tersebut menjadi salah satu hambatan administratif yang dihadapi pemerintah daerah. Untuk mengatasinya, politisi asal Desa Sumberbrantas ini berkomitmen mematangkan formulasi aturan yang ramah bagi para pelaku usaha non-badan hukum. Begitu payung hukum tersebut rampung, Pemkot Batu membidik kawasan perbatasan serta gerbang-gerbang masuk wilayah Kota Batu sebagai proyek percontohan utama yang sepenuhnya akan digarap oleh tangan-tangan kreatif lokal.

Melalui penataan yang cantik dan representatif di pintu masuk daerah, julukan Kota Batu sebagai kota bunga diharapkan dapat langsung dirasakan secara visual oleh setiap wisatawan yang berkunjung.

“Jadi tiap wisatawan masuk Kota Batu mereka senang, karena cantik penataannya cocok dengan julukan kita sebagai kota bunga,” paparnya.

Gagasan pemberdayaan ini sebenarnya telah dikoordinasikan secara intensif dengan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) sejak Heli masih menjabat di legislatif DPRD Kota Batu. Namun, realisasi program kemitraan dengan pekerja lokal tersebut di lapangan hingga kini memang masih tertunda.

Baca Juga : Pemanfaatan DBHCHT di Situbondo untuk Tingkatkan Sarana Pertanian dan SDM Petani

“Sayangnya sampai hari ini belum terealisasi, dan ke depan ini akan kami dorong penuh," tegasnya.

Heli menegaskan bahwa keterlibatan aktif para petani dan penata taman lokal dinilai tidak hanya sekadar mengoptimalkan potensi produk bunga khas daerah. Langkah ini juga menjadi jaminan kepastian perputaran ekonomi yang merata bagi masyarakat bawah.

“Jadi bunga tidak hanya dipakai ke luar daerah namun juga untuk mempercantik kota,” pungkasnya.


Topik

Pemerintahan kota batu heli suyanto taman kota petani bunga



JatimTimes Media Terverifikasi Dewan Pers

UPDATE BERITA JATIM TIMES NETWORK

Indonesia Online. Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari JatimTIMES.com dengan klik Langganan Google News Jatimtimes atau bisa menginstall aplikasi Lumajang Times News melalui Tombol Berikut :


Penulis

Prasetyo Lanang

Editor

Nurlayla Ratri

Pemerintahan

Artikel terkait di Pemerintahan