JATIMTIMES - Bupati Malang HM. Sanusi bakal melakukan penataan ulang kawasan Pasar Turen, Kabupaten Malang, Jawa Timur pasca kebakaran pada Senin, 13 Juli 2026. Langkah penataan ulang tersebut diawali dengan pembersihan sisa material sampah yang juga turut memicu kebakaran yang berlangsung sejak hari ini, Selasa, 14 Juli 2026.
Dari pantauan JatimTIMES, pembersihan menggunakan alat berat beserta truk muatan tersebut berlangsung saat Bupati Sanusi melakukan peninjauan ke lokasi kebakaran pada Selasa, 14 Juli 2026. Bupati Sanusi kala itu turut didampingi oleh sejumlah pihak terkait saat melakukan peninjauan tersebut.
Sedikitnya ada tiga titik yang ditinjau langsung oleh Bupati Sanusi. Titik pertama ialah lokasi kebakaran, kemudian kawasan yang ada di bawah titik kebakaran, sedangkan titik terakhir ialah permukiman warga yang ada di sekitar pasar.
Pada serangkaian peninjauan tersebut Bupati Sanusi juga berkoordinasi dengan sejumlah pihak terkait yang turut meninjau langsung ke lokasi kejadian. Yakni berkoordinasi dengan Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Malang serta beberapa Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait mulai dari Dinas Perumahan Kawasan Permukiman dan Cipta Karya (DPKPCK), Dinas Pekerjaan Umum (PU) Bina Marga, hingga Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Malang.
Bupati Malang juga turut berkoordinasi dengan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Malang hingga jajaran Muspika Turen. Hasilnya, Bupati Sanusi memberikan instruksi agar kawasan Pasar Turen segera dilakukan penataan ulang pasca kebakaran melanda.
Instruksi tersebut sudah mulai disampaikan Bupati Sanusi saat meninjau di titik pertama. Di sana, ia mendapati gundukan sampah yang berserakan di pinggir tebing tanaman bambu alias barongan.
Lokasi itulah yang diminta Bupati Sanusi untuk segera dibangun plengsengan. Setelahnya, rombongan kemudian bergeser dengan berjalan kaki menuju bawah lokasi barongan. Di sana, Bupati Sanusi mendapati sejumlah tanaman pepaya milik warga yang ada di samping permukiman.
Bupati Sanusi beserta rombongan kemudian membahas kemungkinan agar pembangunan plengsengan bisa segera direalisasikan. Hasilnya, akses peralatan hingga material yang diperlukan untuk membangun plengsengan bakal dilewatkan pada ladang warga tersebut. Sehingga pengerjaan nantinya bisa berlangsung dengan lebih cepat.
Usai berkoordinasi dengan sejumlah pihak, Bupati Sanusi kemudian berjalan memutar untuk kembali ke titik peninjauan pertama. Di mana, akses memutar yang dilalui rombongan tersebut melewati kawasan permukiman yang cukup padat. Sehingga nyaris hanya bisa dilewati dengan berjalan kaki.
Tidak lama kemudian, sesaat setelah rombongan tiba di titik peninjauan pertama, sejumlah alat berat diterjunkan ke lokasi kebakaran. Alat berat tersebut digunakan untuk mengangkut material sampah yang sempat terbakar. Kemudian diangkut menggunakan truk. Proses pembersihan tersebut juga dipantau langsung oleh Bupati Sanusi.
"Bekas timbunan sampah ini dibersihkan dulu, setelah itu di uruk (timbun, red) tanah, supaya tidak ada timbunan sampah lagi di sini," ujar Sanusi saat ditemui JatimTIMES di sela-sela peninjauan.
Diterangkan Sanusi, proses pembersihan tersebut merupakan tahap awal sebelum nantinya dibangun plengsengan. "Plengsengan yang di bawah, nantinya dinaikkan. Sehingga masyarakat aman, bambu ini nantinya juga dibersihkan supaya nanti lingkungannya juga menjadi bersih," bebernya.
Sanusi menyebut, pembangunan plengsengan tersebut merupakan serangkaian upaya penataan ulang Pasar Turen pasca kebakaran. "Setelah ini dilakukan penataan, kami bersihkan, kemudian kami tata lagi," ujarnya.
Penataan ulang yang dimaksud Sanusi tersebut juga meliputi pembangunan hanggar. Yakni konsep bangunan pasar tradisional yang mengadopsi struktur atap terbuka lebar tanpa banyak tiang penyangga atau sekat permanen antar lapak.
"Sehingga nantinya untuk bangunan hanggarnya bisa diperbesar, karena pedagangnya juga ada banyak," imbuhnya.
Sanusi menyebut, beberapa upaya yang termasuk penataan ulang tersebut bakal direalisasikan di tahun 2027. Sementara untuk tahap awal yang saat ini telah dilangsungkan ialah dengan dilakukannya pembersihan.
Baca Juga : Bupati Sanusi Perintahkan Inspektorat Turun untuk Tangani Polemik Kios Baru Pasar Karangploso
"Sekarang ini pembersihan, tujuannya juga supaya tidak terjadi kebakaran lagi," ujarnya.
Sebagaimana diberitakan, kebakaran pada kawasan Pasar Turen tersebut terjadi pada Senin, 13 Juli 2026 sekitar pukul 17.30 WIB. Kobaran api pada saat itu nampak membumbung tinggi hingga menarik perhatian para pengguna jalan maupun warga sekitar.
Personel gabungan dari Pemadam Kebakaran (Damkar) Kabupaten Malang, Polsek Turen, hingga sejumlah relawan diterjunkan guna memadamkan kebakaran. Pada sekitar pukul 20.00 WIB, kebakaran akhirnya berhasil dipadamkan.
Berdasarkan penelusuran JatimTIMES, terdapat beberapa bagian di Pasar Turen tersebut. Bagian blok depan terdapat sejumlah kios bagi para pedagang yang rata-rata menjual pakaian, sepatu, sandal, hingga aksesoris.
Kemudian di bagian tengah, berisi lapak bagi para pedagang yang berjualan sayur hingga daging dan sejenisnya. Pada blok yang disebut oleh para pedagang Pasar Turen sebagai kawasan telesan tersebut, di bagian belakangnya terdapat akses jalan menurun.
Pada lokasi usai melewati jalan turunan itulah yang terdapat tempat untuk pembuangan sampah. Di sanalah yang disebutkan sumber api berasal.
Sementara itu, pada Selasa, 14 Juli 2026, Tim Inafis Polres Malang telah diterjunkan ke lokasi kejadian guna melakukan penyelidikan.
Pada peristiwa kebakaran tersebut turut menghanguskan satu bangunan lapak pedagang dan satu bangunan kamar mandi umum atau MCK (Mandi, Cuci, Kakus). Kerugian material diperkirakan mencapai puluhan juta. Meski demikian terkait kepastiannya termasuk penyebab kebakaran masih dalam penyelidikan pihak kepolisian.
"Kita tidak boleh menduga-duga (penyebab kebakaran masih dalam penyelidikan polisi, red)," ujar Sanusi.
Pada kesempatan yang sama, Sanusi turut memastikan hanya ada satu kios pedagang yang terdampak kebakaran. Sehingga nantinya akan dilakukan penataan ulang namun secara menyeluruh bagi beberapa pedagang lainnya. Alias tidak hanya bagi yang terdampak saja.
"Cuma satu kios saja yang terdampak, nantinya pasti akan ada bantuan bagi yang terdampak," pungkasnya.
