Jatim Times Network Logo
Poling Pilkada 2024 Agama Ekonomi Gaya Hukum dan Kriminalitas Kesehatan Kuliner Olahraga Opini Otomotif Pemerintahan Pendidikan Peristiwa Politik Profil Ruang Mahasiswa Ruang Sastra Selebriti Tekno Transportasi Wisata
Poling Pilkada 2024
Peristiwa

Beyond Protection: BPJS Ketenagakerjaan Jadikan Santunan Pengungkit Kemandirian Keluarga Pekerja

Penulis : Aunur Rofiq - Editor : Nurlayla Ratri

07 - Jul - 2026, 17:54

Placeholder
BPJS Ketenagakerjaan menyerahkan manfaat JKK, JKM, dan beasiswa secara simbolis kepada tiga ahli waris peserta dalam peluncuran Program PEKA di Sidoarjo, Sabtu (4/7/2026), sebagai wujud perlindungan sekaligus pemberdayaan ekonomi keluarga pekerja.(Foto: BPJS Ketenagakerjaan)

JATIMTIMES – BPJS Ketenagakerjaan memperluas makna perlindungan jaminan sosial melalui pendekatan Value Beyond Protection, sebuah arah strategis yang memastikan manfaat jaminan sosial tidak berhenti pada pembayaran santunan, tetapi menjadi pengungkit kemandirian ekonomi keluarga pekerja. Pendekatan ini menjadi bagian dari transformasi BPJS Ketenagakerjaan dalam Rencana Strategis 2027–2031 untuk menghadirkan manfaat perlindungan yang semakin berdampak dan berkelanjutan.

Direktur Utama BPJS Ketenagakerjaan, Saiful Hidayat, mengatakan bahwa keberhasilan penyelenggaraan jaminan sosial tidak lagi hanya diukur dari besarnya manfaat yang dibayarkan, tetapi dari kemampuan manfaat tersebut dalam membantu keluarga peserta bangkit, mandiri, dan kembali produktif setelah menghadapi risiko.

Baca Juga : Fraksi PKB DPRD Jatim Kawal Raperda Disabilitas, Dorong Keberpihakan Anggaran di KUA-PPAS

“Hari ini kami menghadirkan pelatihan pemberdayaan bagi 80 ahli waris penerima manfaat Jaminan Kematian dan Jaminan Kecelakaan Kerja di wilayah Surabaya Raya. Kami ingin memastikan bahwa perlindungan tidak berhenti ketika manfaat dibayarkan, tetapi berlanjut melalui peningkatan kapasitas agar ahli waris mampu bangkit, mandiri, dan membangun masa depan yang lebih baik.”

Menurut Saiful, santunan yang diterima ahli waris harus dipandang sebagai modal untuk membangun kehidupan baru, bukan semata-mata untuk memenuhi kebutuhan jangka pendek.

“Kami berharap santunan yang diterima tidak berhenti sebagai dana konsumtif, tetapi menjadi modal untuk membangun kehidupan yang lebih mandiri. Karena itu, setelah manfaat diberikan, BPJS Ketenagakerjaan menghadirkan Program Pemberdayaan Ekonomi Berkelanjutan (PEKA) sebagai sarana meningkatkan produktivitas ahli waris melalui pelatihan kewirausahaan, pengembangan produk, hingga pemasaran. Kami ingin mereka memiliki bekal untuk membangun usaha yang berkelanjutan.”

Ia menegaskan bahwa perlindungan sosial harus terus hadir bahkan setelah manfaat dibayarkan.

“Negara harus hadir tidak hanya ketika risiko terjadi, tetapi juga setelahnya. Kami ingin memastikan keluarga yang ditinggalkan memiliki kesempatan untuk bangkit, kembali produktif, dan mampu menciptakan sumber penghasilan yang berkelanjutan. Itulah esensi perlindungan sosial yang sesungguhnya.”

Saiful menjelaskan bahwa pendekatan tersebut merupakan implementasi strategi 3C BPJS Ketenagakerjaan, yaitu Coverage, Care, dan Credibility. Melalui pilar Care, BPJS Ketenagakerjaan menghadirkan Value Beyond Protection, yakni memperluas manfaat perlindungan sosial melalui pemberdayaan ekonomi sehingga manfaat yang diterima tidak hanya memberikan rasa aman, tetapi juga menjadi pengungkit kesejahteraan keluarga pekerja secara berkelanjutan.

Implementasi nilai tersebut diwujudkan melalui Program PEKA (Pemberdayaan Ekonomi dan Kemandirian Berkelanjutan) yang dikembangkan melalui sinergi dengan berbagai pemangku kepentingan dalam ekosistem ketenagakerjaan. Program ini mengusung konsep 3P, yaitu Pelatihan, Produktif, dan Profit, sebagai tahapan untuk membekali peserta dengan keterampilan, mendorong lahirnya usaha yang produktif, hingga menghasilkan pendapatan yang berkelanjutan.*

“Pelaksanaan hari ini merupakan soft launching Program PEKA. Ke depan, program ini tidak hanya diperuntukkan bagi ahli waris penerima manfaat Jaminan Kematian dan Jaminan Kecelakaan Kerja, tetapi juga akan diperluas kepada pekerja yang memasuki Masa Persiapan Pensiun (MPP) sebelum menerima manfaat Jaminan Hari Tua melalui kolaborasi dengan perusahaan pemberi kerja. Harapannya, semakin banyak pekerja dan keluarganya yang memiliki bekal untuk tetap produktif, mandiri, dan sejahtera setelah memasuki fase kehidupan berikutnya,” ujar Saiful.

“Inilah makna Value Beyond Protection. Kami ingin memastikan setiap manfaat yang diberikan tidak hanya menghadirkan rasa aman ketika risiko terjadi, tetapi juga menjadi investasi sosial yang mampu meningkatkan kesejahteraan pekerja dan keluarganya secara berkelanjutan,” tegas Saiful.

Implementasi pendekatan tersebut diwujudkan melalui Program PEKA yang digelar di Sidoarjo. Sebanyak 80 ahli waris penerima manfaat Jaminan Kematian (JKM) dan Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK) dari Kantor Cabang Surabaya Karimunjawa, Surabaya Tanjung Perak, Surabaya Darmo, Juanda, dan Sidoarjo mengikuti pelatihan bertema “Membangun Daya Tarik Produk Melalui Kemasan dan Promosi Digital” yang bekerja sama dengan Balai Pelatihan Vokasi dan Produktivitas (BPVP) Sidoarjo Kementerian Ketenagakerjaan RI. Melalui pelatihan tersebut, peserta dibekali keterampilan mengembangkan produk, memperkuat kemasan, serta memanfaatkan pemasaran digital agar mampu mengembangkan usaha secara berkelanjutan.

BPJS

Pada kesempatan yang sama, BPJS Ketenagakerjaan juga menyerahkan manfaat Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK) dan Jaminan Kematian (JKM) serta Beasiswa secara simbolis kepada tiga ahli waris, yakni ahli waris almarhum Riza Ifadha Ananta sebesar Rp258 juta, almarhum Moch Isnaini sebesar Rp248 juta dan almarhum Sosor Manik sebesar Rp461 juta. Total manfaat yang diserahkan secara simbolis mencapai hampir Rp967 juta.

Turut hadir Anggota DPR RI Komisi IX, Indah Kurnia, mengapresiasi transformasi layanan BPJS Ketenagakerjaan yang tidak berhenti pada pembayaran manfaat, tetapi juga memastikan ahli waris memperoleh bekal untuk melanjutkan kehidupan secara mandiri.

“Berapapun nilai santunan yang diberikan BPJS Ketenagakerjaan tidak akan pernah dapat menggantikan kehadiran anggota keluarga yang telah berpulang. Namun kehidupan harus terus berjalan. Saya yakin setiap peserta tentu menginginkan keluarganya tetap sejahtera. Karena itu, selain memberikan manfaat JKK, JKM, maupun beasiswa, BPJS Ketenagakerjaan juga menghadirkan pelatihan kemandirian agar ahli waris memiliki bekal membangun masa depan yang lebih baik,” kata Indah. 

Baca Juga : Audiensi dengan Bupati, KNPI Jombang Sampaikan Gagasan Anak Muda Kota Santri

Menurut Indah, Program PEKA menunjukkan bahwa negara hadir secara utuh, mulai dari memastikan hak peserta terpenuhi hingga mengawal keberlanjutan kesejahteraan keluarga yang ditinggalkan.

“Sebagai Anggota DPR RI yang memiliki fungsi pengawasan, kami mengapresiasi komitmen BPJS Ketenagakerjaan yang tidak hanya memastikan hak-hak peserta tersalurkan sebagaimana mestinya, tetapi juga terus mendampingi ahli waris melalui literasi keuangan, pelatihan kewirausahaan, dan pendampingan usaha. Program seperti ini perlu terus diperluas karena memberikan dampak nyata terhadap produktivitas, kesejahteraan keluarga, sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi daerah,” imbuh Indah. 

Komitmen BPJS Ketenagakerjaan dalam memberikan perlindungan yang menyeluruh juga tercermin dari meningkatnya penyaluran manfaat kepada para peserta. Hingga Juni 2026, BPJS Ketenagakerjaan Kantor Wilayah Jawa Timur telah menyalurkan manfaat sebesar Rp3,8 triliun kepada 331.199 penerima manfaat, meningkat sekitar Rp700 miliar dibandingkan realisasi pada Mei 2026 sebesar Rp3,1 triliun. Sementara secara nasional, hingga Mei 2026 BPJS Ketenagakerjaan telah membayarkan manfaat senilai Rp29,53 triliun kepada lebih dari 2,3 juta penerima manfaat, serta menyalurkan beasiswa kepada 61.661 anak peserta sebagai wujud komitmen dalam menjaga keberlangsungan pendidikan anak pekerja yang mengalami risiko.

Melalui pendekatan Value Beyond Protection, BPJS Ketenagakerjaan menegaskan transformasinya sebagai penyelenggara jaminan sosial yang tidak hanya memberikan perlindungan atas risiko, tetapi juga memperluas manfaat menjadi instrumen pemberdayaan ekonomi. Dengan demikian, keberhasilan jaminan sosial tidak lagi hanya diukur dari besarnya santunan yang dibayarkan, tetapi dari sejauh mana manfaat tersebut mampu melahirkan keluarga pekerja yang lebih tangguh, produktif, mandiri, dan sejahtera secara berkelanjutan.

Sementara itu, Kepala BPJS Ketenagakerjaan Cabang Mojokerto, Imam Haryono Safii, menyampaikan bahwa semangat Value Beyond Protection menjadi penguat komitmen BPJS Ketenagakerjaan dalam menghadirkan manfaat yang tidak hanya memberikan perlindungan finansial, tetapi juga membuka peluang bagi keluarga pekerja untuk kembali mandiri dan produktif.

"BPJS Ketenagakerjaan hadir bukan hanya untuk menyerahkan santunan ketika risiko terjadi. Kami ingin memastikan manfaat yang diterima peserta dan ahli waris dapat menjadi titik awal untuk membangun kembali kehidupan yang lebih baik. Melalui Program PEKA, kami berharap para ahli waris memiliki keterampilan, kepercayaan diri, dan kesempatan untuk mengembangkan usaha sehingga mampu menciptakan sumber penghasilan yang berkelanjutan," ujar Imam.

Imam juga mengajak seluruh pemberi kerja dan pekerja di wilayah Mojokerto untuk memastikan kepesertaan dalam program BPJS Ketenagakerjaan sebagai bentuk perlindungan bagi diri sendiri maupun keluarga.

"Risiko kerja maupun risiko meninggal dunia dapat terjadi kapan saja. Dengan menjadi peserta BPJS Ketenagakerjaan, pekerja tidak hanya melindungi dirinya, tetapi juga memberikan kepastian bagi keluarga apabila terjadi risiko. Kami akan terus memperluas cakupan kepesertaan sekaligus meningkatkan kualitas layanan agar manfaat yang diberikan benar-benar dirasakan oleh seluruh pekerja dan keluarganya," tutup Imam.


Topik

Peristiwa bpjs ketenagakerjaan bpjamsostek program peka



JatimTimes Media Terverifikasi Dewan Pers

UPDATE BERITA JATIM TIMES NETWORK

Indonesia Online. Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari JatimTIMES.com dengan klik Langganan Google News Jatimtimes atau bisa menginstall aplikasi Lumajang Times News melalui Tombol Berikut :


Penulis

Aunur Rofiq

Editor

Nurlayla Ratri

Peristiwa

Artikel terkait di Peristiwa