JATIMTIMES - Rumah Sedekah NU menghadirkan cara berbeda dalam memaknai bulan Muharam bagi anak-anak yatim. Tak hanya menyalurkan santunan, lembaga sosial tersebut mengajak puluhan anak yatim dan penyandang disabilitas mengikuti Field Trip Muharram, sebuah perjalanan edukatif yang dirancang untuk menumbuhkan mimpi, kemandirian, dan semangat hidup.
Inisiator Rumah Sedekah NU, Gus Shodiq, menjelaskan bahwa selama ini kegiatan Muharam identik dengan pemberian santunan. Padahal, menurutnya, anak-anak yatim juga membutuhkan pengalaman yang dapat memperluas wawasan dan membangun kepercayaan diri mereka.
Baca Juga : Kalender Jawa Weton Minggu Pon 5 Juli 2026: Hindari Menggali Tanah
"Selama ini biasanya anak-anak yatim hanya diberi santunan. Kali ini kami ingin memberi nuansa yang berbeda. Selain santunan, mereka kami ajak mengenal berbagai tempat yang bisa menjadi sumber pengetahuan, inspirasi, sekaligus motivasi," ujar Gus Shodiq.
Total ada sekitar 100 peserta yang merupakan anak yatim turut dalam kegiatan tersebut. Para peserta beserta para pendampingnya juga nampak sangat antusias menggunakan Bus Macito (Malang City Tour) dalam perjalanan tersebut.

Rangkaian kunjungan diawali ke markas pemadam kebakaran untuk mengenalkan pentingnya menjaga lingkungan dan meningkatkan kesadaran terhadap pencegahan kebakaran. Setelah itu, peserta diajak ke kawasan Kayutangan Heritage agar melihat langsung ruang publik dan aktivitas ekonomi yang diharapkan dapat memotivasi mereka menjadi pribadi yang mandiri.
Perjalanan kemudian dilanjutkan ke pemakaman Bungko untuk berziarah dan berdoa bersama. Menurut Gus Shodiq, kegiatan tersebut menjadi pengingat bahwa setiap manusia memiliki akhir kehidupan sehingga penting untuk saling mendoakan dan memperbanyak amal kebaikan.
Sebagai penutup, rombongan dijadwalkan berkunjung ke Balai Kota Malang dan bertemu wali kota. Kunjungan itu diharapkan dapat menumbuhkan keyakinan bahwa setiap anak memiliki kesempatan yang sama untuk meraih cita-cita setinggi mungkin.

"Pesan yang ingin kami titipkan adalah mereka harus menjadi pribadi yang lebih baik, jangan pernah takut bermimpi, dan memiliki semangat untuk hidup mandiri meskipun mungkin memiliki berbagai keterbatasan," katanya.
Baca Juga : Hindari Kendaraan Masuk SPBU, Truk Tebu Terguling Picu Kemacetan di Sumberpucung
Kegiatan perdana ini turut melibatkan berbagai unsur, mulai dari insan media, mitra Rumah Sedekah NU, Pemerintah Kota Malang, hingga sejumlah lembaga sosial seperti Relawan Anak Bangsa, Panti Asuhan Darul Jundi, dan Pesantren Rakyat.
Berbeda dengan kegiatan tahun-tahun sebelumnya yang lebih banyak berorientasi pada rekreasi, konsep Field Trip Muharram kali ini sengaja dirancang dengan muatan edukasi di setiap lokasi yang dikunjungi.

"Jadi bukan sekadar jalan-jalan, tetapi setiap tempat yang didatangi memiliki pesan pembelajaran bagi anak-anak," tutur Gus Shodiq.
Ia mengaku antusiasme peserta sangat tinggi. Tidak hanya anak-anak yatim, penyandang disabilitas yang ikut dalam kegiatan tersebut juga tampak menikmati seluruh rangkaian acara. Di sisi lain, para mitra merasa bahagia karena dapat menyalurkan kepedulian mereka kepada sesama melalui Rumah Sedekah NU pada momentum bulan Muharram.
