Jatim Times Network Logo
Poling Pilkada 2024 Agama Ekonomi Gaya Hukum dan Kriminalitas Kesehatan Kuliner Olahraga Opini Otomotif Pemerintahan Pendidikan Peristiwa Politik Profil Ruang Mahasiswa Ruang Sastra Selebriti Tekno Transportasi Wisata
Poling Pilkada 2024
Pemerintahan

WTI Efektif Tekan Harga Cabai di Kota Malang, Turun dari Rp120 Ribu Jadi Rp70 Ribu

Penulis : Riski Wijaya - Editor : Nurlayla Ratri

02 - Jun - 2026, 16:55

Placeholder
Wali Kota Malang Wahyu Hidayat bersama Kepala Diskopindag Kota Malang Eko Sri Yuliadi meninjau stok dan harga cabai di WTI Pasar Blimbing.(Foto: Istimewa).

JATIMTIMES - Intervensi harga melalui Warung Tekan Inflasi (WTI) yang dibuka Pemerintah Kota Malang mulai Jumat lalu mulai menunjukkan hasil. Harga cabai yang sebelumnya sempat menembus Rp120 ribu per kilogram kini turun menjadi sekitar Rp70 ribu per kilogram di sejumlah pasar.

Wali Kota Malang, Wahyu Hidayat, mengatakan penurunan harga tersebut terlihat setelah Pemkot membuka Warung Tekan Inflasi di Pasar Blimbing dan Pasar Klojen. Menurutnya, keberadaan WTI menjadi langkah konkret untuk menahan laju kenaikan harga cabai yang selama beberapa bulan terakhir sulit dikendalikan.

Baca Juga : Buka Government Transformation Academy 2026, Wali Kota Blitar Siapkan ASN Penggerak Transformasi Digital

"Alhamdulillah, mulai hari Jumat buka sampai dengan seminggu ke depan, Warung Tekan Inflasi sudah langsung mempengaruhi terkait harga cabai yang melambung tinggi," ujar Wahyu saat meninjau WTI di Pasar Blimbing.

Ia menjelaskan, saat kunjungan Gubernur Jawa Timur ke Pasar Klojen beberapa waktu lalu, harga cabai tercatat mencapai Rp120 ribu per kilogram. Setelah intervensi dilakukan, harga di pasaran mulai turun hingga kisaran Rp70 ribu per kilogram.

Di Warung Tekan Inflasi, Pemkot menjual cabai dengan harga jauh lebih rendah dibanding harga pasar. Cabai keriting dan cabai rawit dijual Rp40 ribu per kilogram, sedangkan cabai besar Rp45 ribu per kilogram.

Menurut Wahyu, pasokan cabai tersebut diperoleh melalui kerja sama antardaerah dengan Kabupaten Lumajang. Pemkot membeli langsung dari daerah penghasil dan menjualnya kembali tanpa mengambil keuntungan.

"Kita beli cabai ini di Lumajang yang kebetulan harganya masih relatif murah, dan ini tidak kita tambah. Kita hanya menjual sama seperti pada saat kita beli di Lumajang supaya harga cabai di sini stabil," katanya.

Pemkot menargetkan harga cabai di pasaran bisa terus turun dan mendekati harga normal dalam sepekan ke depan. Wahyu optimistis keberadaan WTI akan memberikan efek psikologis sekaligus mekanisme pasar yang mendorong pedagang menyesuaikan harga.

Baca Juga : Emas Antam Hari Ini Anjlok Rp 25.000 per Gram, Segini Selisih Harganya

Untuk menghindari pembelian berlebihan, Pemkot membatasi penjualan maksimal dua kilogram per orang dengan menunjukkan KTP. Hingga saat ini, sebanyak 2,5 ton cabai telah terjual melalui program tersebut.

Wahyu menambahkan, sementara ini dua lokasi Warung Tekan Inflasi dinilai cukup untuk memengaruhi harga cabai di seluruh pasar di Kota Malang. Menurutnya, penempatan WTI langsung di area pasar membuat dampak intervensi lebih cepat dirasakan.

"Kalau langsung Warung Tekan Inflasinya di pasar, otomatis bisa mempengaruhi harga cabai yang ada di pasar-pasar," tuturnya.

Pemkot Malang berencana terus memantau perkembangan harga komoditas pangan. Jika harga cabai kembali mengalami lonjakan, intervensi serupa akan kembali dilakukan untuk menjaga stabilitas harga dan daya beli masyarakat.


Topik

Pemerintahan kota malang wahyu hidayat warung tekan inflasi wti harga cabai



JatimTimes Media Terverifikasi Dewan Pers

UPDATE BERITA JATIM TIMES NETWORK

Indonesia Online. Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari JatimTIMES.com dengan klik Langganan Google News Jatimtimes atau bisa menginstall aplikasi Lumajang Times News melalui Tombol Berikut :


Penulis

Riski Wijaya

Editor

Nurlayla Ratri

Pemerintahan

Artikel terkait di Pemerintahan