Jatim Times Network Logo
Poling Pilkada 2024 Agama Ekonomi Gaya Hukum dan Kriminalitas Kesehatan Kuliner Olahraga Opini Otomotif Pemerintahan Pendidikan Peristiwa Politik Profil Ruang Mahasiswa Ruang Sastra Selebriti Tekno Transportasi Wisata
Poling Pilkada 2024
Hiburan, Seni dan Budaya

Daftar Negara yang Pernah Mengecam hingga Membatasi Tayangan Masha and the Bear, Apakah Indonesia Termasuk?

Penulis : Mutmainah J - Editor : Nurlayla Ratri

31 - May - 2026, 13:46

Placeholder
Masha and th bear. (Foto: Vidio.com)

JATIMTIMES - Serial animasi asal Rusia Masha and the Bear menjadi salah satu tontonan anak yang populer di berbagai negara. Kisah persahabatan antara Masha, gadis kecil yang penuh rasa ingin tahu, dengan seekor beruang baik hati bernama Mishka berhasil menarik jutaan penonton di seluruh dunia.

Namun di balik popularitasnya, kartun yang pertama kali tayang pada 2009 ini juga sempat menuai kontroversi di sejumlah negara. Beberapa pihak menilai karakter Masha terlalu aktif dan kerap bertindak di luar aturan sehingga dianggap kurang cocok dijadikan panutan bagi anak-anak.

Baca Juga : 8 Restoran Tradisional Indonesia yang Diakui Dunia Versi TasteAtlas, Ada Favorit Anda?

Lantas, negara mana saja yang pernah mengecam atau membatasi penayangan Masha and the Bear?

1. Iran

Iran menjadi salah satu negara yang secara resmi melarang tayangan Masha and the Bear di televisi pemerintah pada 2015.

Menurut laporan Zamin yang dikutip pada 4 April, pemerintah Iran menilai karakter Masha terlalu aktif, sering mengabaikan nasihat orang dewasa, dan kerap melanggar aturan. Sikap tersebut dianggap tidak sejalan dengan nilai kesopanan dan kedisiplinan yang dijunjung tinggi di negara tersebut.

Dalam banyak episode, Masha digambarkan gemar bereksplorasi dan mencoba berbagai hal baru. Meski sering berujung pada situasi lucu atau masalah yang harus diselesaikan bersama Mishka, perilaku tersebut dinilai berpotensi memberikan contoh yang kurang baik bagi anak-anak.

2. Amerika Serikat

Meski tidak pernah ada larangan resmi dari pemerintah, serial ini sempat mendapat kritik dari sebagian orang tua di Amerika Serikat.

Sejumlah orang tua menganggap karakter Masha dapat mendorong anak-anak menjadi lebih sulit diatur karena sering bertindak tanpa memikirkan konsekuensi. Kritik tersebut bahkan memunculkan seruan di media sosial agar tayangan itu tidak lagi ditayangkan di beberapa saluran anak-anak.

Di sisi lain, sejumlah psikolog anak di Amerika memiliki pandangan berbeda. Mereka menilai anak-anak pada umumnya mampu membedakan antara dunia kartun dan kehidupan nyata. Selain itu, unsur humor yang ditampilkan dalam serial tersebut juga dianggap dapat menjadi bagian dari proses belajar dan perkembangan anak.

3. Kanada

Kontroversi juga pernah muncul di Kanada, tepatnya terkait episode berjudul Distant Relative yang dirilis pada 2015.

Episode tersebut memunculkan kritik dari sebagian penonton karena dianggap menampilkan stereotip tertentu terhadap masyarakat setempat. Keberatan yang muncul membuat episode tersebut akhirnya tidak lagi tersedia di layanan Netflix Kanada.

Menanggapi polemik tersebut, tim kreatif Masha and the Bear menjelaskan bahwa adegan yang dipersoalkan sebenarnya merupakan parodi yang terinspirasi dari cerita rakyat Rusia dan tidak dimaksudkan untuk menggambarkan kelompok masyarakat tertentu.

Baca Juga : 4 Drama China Akhir Pekan Terakhir Mei 2026, dari Romansa Manis hingga Thriller Menegangkan

Menariknya, berbagai kontroversi dan upaya pembatasan tayangan justru membuat nama Masha and the Bear semakin dikenal di tingkat global.

Setelah larangan di Iran mencuat, jumlah pengikut media sosial serial tersebut dilaporkan meningkat sekitar 30 persen. Fenomena serupa juga pernah terjadi pada beberapa serial animasi lain seperti dan yang sempat dibatasi atau dilarang di sejumlah wilayah.

Popularitas yang terus meningkat membuat karakter Masha semakin mudah dikenali sebagai sosok anak yang aktif, berani, dan penuh rasa ingin tahu.

Masha and the Bear pertama kali tayang pada Januari 2009 dan tercatat sebagai serial animasi Rusia pertama yang diproduksi dalam format 4K.

Seiring berjalannya waktu, serial ini berkembang menjadi enam musim dengan total 117 episode. Tayangan tersebut juga berhasil menembus pasar internasional dan diterjemahkan ke berbagai bahasa.

Kesuksesannya tidak hanya terlihat di televisi, tetapi juga di platform YouTube. Beberapa episodenya meraih miliaran penayangan. Salah satu episode bahkan tercatat memperoleh sekitar 4,5 miliar tayangan hingga April 2022 dan masuk dalam daftar video nonmusik paling banyak ditonton di dunia.

Apakah Indonesia Melarang Masha and the Bear?

Hingga saat ini tidak ada larangan resmi terhadap penayangan Masha and the Bear di Indonesia. Serial animasi tersebut masih dapat disaksikan melalui berbagai platform digital dan tetap menjadi salah satu tontonan anak yang cukup populer di Tanah Air.

Meski demikian, seperti tayangan anak lainnya, orang tua tetap disarankan mendampingi anak saat menonton agar dapat memberikan penjelasan mengenai perilaku yang baik dan yang tidak patut ditiru dalam kehidupan sehari-hari.


Topik

Hiburan, Seni dan Budaya masha and the bear larangan tayang



JatimTimes Media Terverifikasi Dewan Pers

UPDATE BERITA JATIM TIMES NETWORK

Indonesia Online. Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari JatimTIMES.com dengan klik Langganan Google News Jatimtimes atau bisa menginstall aplikasi Lumajang Times News melalui Tombol Berikut :


Penulis

Mutmainah J

Editor

Nurlayla Ratri