Jatim Times Network Logo
Poling Pilkada 2024 Agama Ekonomi Gaya Hukum dan Kriminalitas Kesehatan Kuliner Olahraga Opini Otomotif Pemerintahan Pendidikan Peristiwa Politik Profil Ruang Mahasiswa Ruang Sastra Selebriti Tekno Transportasi Wisata
Poling Pilkada 2024
Pendidikan

Usia 69 Tahun, Unikama Tegaskan Arah Kampus Global yang Tetap Berakar pada Budaya Lokal

Penulis : Anggara Sudiongko - Editor : Nurlayla Ratri

20 - May - 2026, 13:26

Placeholder
Rektor Unikama, Prof Sudi Dul Aji saat melaksanakan pemotongan tumpeng dalam rangka Dies Natalis ke-69 Universitas PGRI Kanjuruhan Malang dengan tema besar “Bertindak Lokal, Berwawasan Global, Harmonis Kultural” (Anggara Sudiongko/JatimTIMES)

JATIMTIMES - Peringatan Dies Natalis ke-69 Universitas PGRI Kanjuruhan Malang (Unikama), Rabu, (20/5/2026), menjadi momentum refleksi perjalanan panjang kampus dalam menghadapi dinamika dunia pendidikan tinggi sekaligus memperkuat komitmen menuju kampus unggul berbasis kearifan lokal. Mengusung tema “Bertindak Lokal, Berwawasan Global, Harmonis Kultural”, perayaan tahun ini tidak hanya menampilkan seremoni ulang tahun kampus, tetapi juga menegaskan arah pengembangan Unikama di tengah tantangan perubahan zaman.

4

Rektor Unikama, Prof Dr Sudi Dul Aji MSi, menegaskan, usia 69 tahun merupakan perjalanan panjang yang penuh dinamika dan tantangan. Namun, menurutnya, kemampuan Unikama untuk tetap bertahan dan berkembang hingga saat ini menjadi capaian besar seluruh elemen kampus.

Baca Juga : Kebangkitan Nasional: Saatnya Indonesia Berdaulat di Atas Algoritma

“69 tahun itu bukanlah waktu yang pendek. Waktu yang sangat panjang. Tetapi sampai 69 tahun bahwa kita masih bisa eksis, kita masih bisa menjalankan dengan baik, ini adalah prestasi yang luar biasa dari semua pihak, dosen, tenaga kependidikan, pimpinan, PPLP PT, semua pihak,” ujarnya.

Ia menilai kekuatan utama kampus tidak hanya terletak pada pembangunan fisik dan fasilitas, melainkan pada komitmen, integritas, rasa memiliki, dan kepedulian seluruh civitas akademika. Menurutnya, solidaritas internal menjadi modal penting bagi Unikama untuk menghadapi berbagai persoalan yang muncul selama perjalanan institusi.

1

“Universitas ini akan selalu berkembang kalau ada komitmen dan kebersamaan. Yang saya tekankan adalah komitmen dan kebersamaan,” katanya.

Dalam refleksi Dies Natalis tersebut, Sudi Dul Aji juga menyinggung pentingnya integritas dan loyalitas terhadap institusi. Ia bahkan menilai momentum Dies Natalis menjadi salah satu tolok ukur keterlibatan dan rasa memiliki sivitas akademika terhadap kampus.

“Pengalaman adalah guru terbaik untuk kita. Kita bisa survive, kita bisa melakukan aktivitas dengan baik karena kita punya komitmen dan kebersamaan,” tegasnya.

3

Ia turut mengapresiasi dosen dan tenaga kependidikan yang selama ini mendukung proses pendidikan di Unikama. Menurutnya, kontribusi para dosen tidak hanya terlihat dari aktivitas mengajar, tetapi juga dari dampak ilmu pengetahuan yang diberikan kepada masyarakat.

“Sudahkah apa yang kita lakukan sebagai dosen memberi manfaat pada putra-putri kita? Apakah memang berdampak pada lingkungan kita? Misi pendidikan adalah mencerdaskan anak bangsa,” ungkapnya.

Pada momentum Dies Natalis ini, Unikama juga menegaskan arah pengembangan akademik dengan rencana pembukaan program studi baru Digital Marketing. Program studi tersebut direncanakan diajukan pada Juni 2026 dan ditargetkan dapat menerima mahasiswa baru tahun ini apabila segera memperoleh persetujuan.

Sudi Dul Aji menjelaskan pembukaan program studi baru tersebut merupakan bagian dari implementasi Rencana Induk Pengembangan kampus dan kebutuhan masyarakat terhadap kompetensi digital.

“Kita melihat bahwa digital marketing sekarang sedang dibutuhkan oleh masyarakat. Secara SDM kita punya TI, kita punya Ekonomi, sehingga bisa berkolaborasi membentuk digital marketing,” katanya.

Ia memastikan kesiapan sumber daya manusia hingga sarana pendukung untuk program studi tersebut telah dipersiapkan, termasuk perekrutan dosen baru.

“Kalau ini semua sudah siap, tinggal mengajukan. Mudah-mudahan tahun 2026 kita sudah bisa membuka program studi baru itu,” ujarnya.

2

Sementara itu, Ketua PPLP PT PGRI Malang, Drs Agus Priyono MPd, mengajak seluruh sivitas akademika melakukan introspeksi terhadap pengabdian mereka di Unikama. Dalam sambutannya, ia menyoroti pentingnya rasa memiliki terhadap institusi sebagai fondasi kemajuan kampus.

Baca Juga : Total 9 WNI Ditangkap Israel Saat Misi Kemanusiaan ke Gaza, Kemlu RI Benarkan Ada Penambahan Dua Orang

“Apakah kita mengabdi di sini sudah dengan ikhlas? Jangan-jangan mengabdi di sini hanya sekadar mencari uang. Kalau dosennya saja tidak bangga pada Unikama, apalagi mahasiswanya?” katanya.

Ia juga mengingatkan perjalanan panjang Unikama lahir dari semangat meningkatkan kualitas pendidikan, terutama bagi masyarakat desa. Menurutnya, gagasan pendidikan inklusif yang dibangun pendiri kampus sejak awal menjadi warisan penting yang harus terus dijaga.

5

“Unikama telah mengarungi dunia pendidikan dengan penuh liku, penuh tantangan, namun terus berjalan mengejar ketertinggalan untuk menjadi kampus yang unggul dan berdaya saing,” ujarnya.

Dalam sambutannya, Agus Priyono turut mengutip filosofi Jawa tentang pentingnya rasa memiliki dan keberanian untuk membangun institusi secara bersama-sama.

“Kita harus berani mawas diri, merasa ikut memiliki,” katanya.

Ketua Panitia Dies Natalis Unikama, Leni Latifah menjelaskan tema “Bertindak Lokal, Berwawasan Global, Harmonis Kultural” dipilih sebagai pengingat bahwa kemajuan institusi tidak boleh melepaskan nilai-nilai kearifan lokal dan keharmonisan sosial.

“Sehebat apa pun kita, seluas apa pun pengetahuan kita, kalau kita tidak memegang teguh nilai kearifan lokal, itu sama saja,” ujarnya.

Rangkaian Dies Natalis sendiri telah berlangsung sejak April 2026 dan diisi hampir 20 jenis kegiatan yang melibatkan dosen, mahasiswa, organisasi kemahasiswaan, hingga pelajar SMA. Kegiatan tersebut mencakup bidang ilmiah, seni, dan olahraga.

“Kita lakukan lomba penulisan esai, menyanyi, baca puisi, cipta puisi, olahraga, dan lainnya. Total hampir 20 jenis lomba,” katanya.

Leni berharap memasuki usia ke-69, Unikama semakin berkembang menjadi perguruan tinggi yang unggul, inovatif, namun tetap berpijak pada nilai lokal dan keharmonisan multikultural.

“Harapannya di usia Unikama ke-69 tahun, kita bisa menjadi universitas yang unggul dan inovatif, tetapi tetap tidak lepas dari kearifan lokal,” pungkasnya.


Topik

Pendidikan Unikama Universitas Kanjuruhan Malang dies natalis



JatimTimes Media Terverifikasi Dewan Pers

UPDATE BERITA JATIM TIMES NETWORK

Indonesia Online. Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari JatimTIMES.com dengan klik Langganan Google News Jatimtimes atau bisa menginstall aplikasi Lumajang Times News melalui Tombol Berikut :


Penulis

Anggara Sudiongko

Editor

Nurlayla Ratri