JATIMTIMES – DPRD Kabupaten Blitar terus membuka ruang edukasi bagi kalangan mahasiswa untuk memahami secara langsung proses legislasi, pengawasan, dan pembahasan kebijakan publik di lingkungan legislatif daerah. Salah satunya melalui hearing bersama Komisi II DPRD Kabupaten Blitar yang diikuti mahasiswa Program Studi Akuntansi Unisba Blitar pada Jumat (8/5/2026).
Kegiatan tersebut menjadi sarana pembelajaran bagi mahasiswa untuk melihat secara langsung mekanisme kerja DPRD sekaligus memahami berbagai pembahasan terkait penguatan ekonomi masyarakat dan pemberdayaan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) berbasis potensi lokal.
Baca Juga : Ekonomi Jatim Lampaui Nasional, Pansus LKPJ: Disparitas dan Kemiskinan Masih Jadi PR
Mahasiswa Prodi Akuntansi Unisba Blitar hadir didampingi dosen pembimbing Henni Indariyanti. Dalam hearing tersebut, mahasiswa turut menyampaikan pandangan dan pembahasan terkait pemberdayaan UMKM, penguatan ekonomi lokal, hingga pentingnya inovasi dalam pengembangan produk masyarakat.
Ketua Komisi II DPRD Kabupaten Blitar H Luthfi Azis mengatakan keterlibatan mahasiswa dalam hearing menjadi bagian penting dari edukasi demokrasi dan pembelajaran fungsi legislatif secara langsung.
Menurutnya, DPRD tidak hanya menjalankan fungsi legislasi, pengawasan, dan penganggaran, tetapi juga memiliki tanggung jawab moral untuk membuka ruang pembelajaran kepada generasi muda agar memahami proses pengambilan kebijakan publik.
“Mahasiswa perlu mengetahui bagaimana proses pembahasan kebijakan di DPRD berlangsung. Dengan begitu mereka bisa memahami peran legislatif sekaligus ikut memberikan gagasan dan masukan bagi pembangunan daerah,” ujar H Luthfi Azis.
Ia menambahkan, keterlibatan mahasiswa dalam hearing juga menjadi bagian dari upaya memperkuat partisipasi generasi muda dalam pembangunan daerah, khususnya dalam sektor ekonomi masyarakat.
Dalam forum tersebut, Komisi II DPRD Kabupaten Blitar juga memberikan arahan dan motivasi kepada mahasiswa serta pelaku UMKM agar terus meningkatkan inovasi, kreativitas, dan kualitas produk lokal sehingga mampu bersaing di tengah perkembangan pasar yang semakin kompetitif.

Pembelajaran Langsung Proses Legislasi
Bagi mahasiswa, kegiatan hearing tersebut menjadi pengalaman langsung untuk memahami mekanisme pembahasan kebijakan di DPRD. Tidak hanya mendengarkan pemaparan, mahasiswa juga diberi kesempatan mengikuti proses diskusi dan menyampaikan pandangan terkait pengembangan ekonomi berbasis potensi lokal.
Dosen pendamping Henni Indariyanti mengatakan kegiatan tersebut memberikan nilai pembelajaran yang penting bagi mahasiswa karena mereka dapat melihat langsung proses kerja lembaga legislatif.
“Mahasiswa tidak hanya belajar teori di kampus, tetapi juga memahami praktik pembahasan kebijakan dan bagaimana DPRD menjalankan fungsi pengawasan serta mendukung pembangunan ekonomi masyarakat,” jelas Henni.
Menurutnya, pengalaman seperti itu penting untuk memperluas wawasan mahasiswa mengenai tata kelola pemerintahan daerah dan proses pengambilan keputusan publik.
Selain itu, mahasiswa juga dapat memahami bagaimana sinergi antara DPRD, pemerintah daerah, dan masyarakat dibangun dalam mendukung penguatan UMKM serta pembangunan ekonomi lokal.
Baca Juga : Gubernur Khofifah Bangga Tren Keterserapan Lulusan SMK Terus Meningkat, 91,46 Persen
Kepala Dinas Koperasi dan Usaha Mikro Kabupaten Blitar Sri Wahyuni yang turut hadir dalam hearing tersebut menyampaikan bahwa penguatan UMKM membutuhkan kolaborasi banyak pihak, termasuk perguruan tinggi dan generasi muda.
Ia mengatakan UMKM memiliki peran strategis dalam menjaga perputaran ekonomi masyarakat. Karena itu, pemerintah daerah terus mendorong peningkatan kualitas produk, pengembangan usaha, serta perluasan akses pasar bagi pelaku UMKM.
“Kami berharap mahasiswa juga dapat ikut memberikan ide dan inovasi dalam pengembangan UMKM. Kolaborasi antara dunia pendidikan dan pemerintah daerah sangat penting untuk mendukung ekonomi masyarakat,” ujar Sri Wahyuni.

Dorong Penguatan Ekonomi Lokal
Dalam hearing tersebut, mahasiswa juga menyampaikan pandangan terkait pentingnya penguatan ekonomi lokal berbasis potensi daerah. Kabupaten Blitar dinilai memiliki banyak potensi unggulan yang dapat dikembangkan menjadi produk bernilai ekonomi tinggi apabila mendapat dukungan dan pendampingan yang tepat.
Komisi II DPRD Kabupaten Blitar menilai pengembangan UMKM harus dilakukan secara berkelanjutan dengan melibatkan berbagai pihak, mulai dari pemerintah daerah, akademisi, hingga masyarakat.
Melalui kegiatan tersebut, DPRD Kabupaten Blitar berharap mahasiswa memiliki pemahaman yang lebih luas mengenai fungsi lembaga legislatif sekaligus tantangan pembangunan ekonomi daerah.
Kegiatan hearing bersama mahasiswa itu juga menjadi bagian dari komitmen DPRD Kabupaten Blitar dalam memperkuat edukasi demokrasi dan membuka ruang partisipasi generasi muda dalam pembangunan daerah.
Dengan keterlibatan mahasiswa dalam proses pembelajaran legislasi dan pembahasan ekonomi masyarakat, diharapkan lahir generasi muda yang tidak hanya memahami teori akademik, tetapi juga memiliki kepedulian terhadap pembangunan daerah dan pemberdayaan ekonomi masyarakat berbasis potensi lokal.
