Jatim Times Network Logo
Poling Pilkada 2024 Agama Ekonomi Gaya Hukum dan Kriminalitas Kesehatan Kuliner Olahraga Opini Otomotif Pemerintahan Pendidikan Peristiwa Politik Profil Ruang Mahasiswa Ruang Sastra Selebriti Tekno Transportasi Wisata
Poling Pilkada 2024
Peristiwa

5 Negara Ini Terdeteksi Kasus Hantavirus, Ada Negara Tetangga? 

Penulis : Binti Nikmatur - Editor : Yunan Helmy

10 - May - 2026, 07:52

Placeholder
Ilustrasi hantavirus. (Foto: iStock)

JATIMTIMES - Kasus hantavirus yang mencuat dari kapal pesiar mewah MV Hondius terus menjadi perhatian dunia. Sejumlah negara mulai melaporkan adanya penumpang maupun kru yang diduga atau telah terkonfirmasi terpapar virus tersebut setelah perjalanan kapal dari Ushuaia, Argentina.

Kapal pesiar MV Hondius diketahui membawa ratusan penumpang dan awak dari berbagai negara saat berlayar pada 1 April 2026. Hingga kini, tiga penumpang dilaporkan meninggal dunia akibat dugaan infeksi hantavirus.

Baca Juga : Manten Tebu Meriah! Plt Bupati Tulungagung Optimistis PG Modjopanggoong Dongkrak Produksi Gula 2026

Setelah insiden tersebut, penumpang dari 12 negara sempat turun di St Helena, wilayah Atlantik Selatan yang berada di antara Afrika dan Amerika Selatan. Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) pun terus memantau perkembangan wabah tersebut.

Sekretaris Jenderal WHO Tedros Adhanom Ghebreyesus mengatakan sejauh ini terdapat lima kasus hantavirus yang telah terkonfirmasi, disertai sejumlah kasus suspek dan tiga kematian.

“Mengingat masa inkubasi virus Andes dapat mencapai enam pekan, ada kemungkinan lebih banyak akan dilaporkan,” kata Tedros, Minggu (10/5/2026). 

Hantavirus sendiri merupakan penyakit langka yang umumnya menyebar melalui hewan pengerat seperti tikus. Virus ini dapat menyebabkan gangguan pernapasan berat, gangguan jantung, hingga sindrom demam berdarah.

Berikut daftar negara yang telah melaporkan adanya kasus terkonfirmasi maupun dugaan paparan hantavirus terkait MV Hondius:

Argentina

Argentina menjadi salah satu sorotan karena kapal MV Hondius memulai perjalanan dari Ushuaia. Selain itu, hantavirus juga diketahui merupakan penyakit endemik di negara tersebut.

Kementerian Kesehatan Argentina pada 5 Mei 2026 melaporkan terdapat 101 kasus hantavirus sejak Juni 2025. Jumlah itu meningkat dua kali lipat dibanding periode yang sama tahun sebelumnya.

Salah satu penumpang kapal juga diketahui merupakan warga negara Argentina.

Belanda

MV Hondius merupakan kapal berbendera Belanda yang dioperasikan oleh Oceanwide Expeditions.

Berdasarkan data operator kapal, terdapat 13 warga negara Belanda di dalam kapal, terdiri dari delapan penumpang dan lima awak kapal. Selain itu, tiga warga Belanda juga sempat turun di St. Helena pada 24 April.

Dua korban meninggal dunia yang dilaporkan berasal dari Belanda. Salah satunya, seorang perempuan, dinyatakan positif terinfeksi hantavirus.

Swiss

Kantor Kesehatan Masyarakat Swiss pada 6 Mei mengumumkan satu warga negaranya yang berada di MV Hondius dinyatakan positif terinfeksi hantavirus strain Andes.

Pasien tersebut kini menjalani perawatan di Rumah Sakit Universitas Zurich. Sementara istrinya yang ikut dalam perjalanan tidak mengalami gejala dan menjalani isolasi mandiri sebagai langkah pencegahan.

Baca Juga : Kasus Dugaan Tindak Kekerasan Seksual Pelajar Kembali Terjadi, PC IPNU Banyuwangi Beri Tanggapan

Inggris

Salah satu kru kapal berkewarganegaraan Inggris juga diduga terpapar hantavirus. Kru tersebut sebelumnya dilaporkan menunjukkan gejala gangguan pernapasan dan sedang menjalani penanganan medis.

Singapura

Singapura menjadi negara Asia Tenggara yang ikut meningkatkan kewaspadaan setelah dua warganya diketahui pernah berada di MV Hondius.

Otoritas kesehatan Singapura saat ini memantau dua warga berusia 67 dan 65 tahun yang sempat mengikuti perjalanan kapal tersebut.

Badan Penyakit Menular Singapura menyebut keduanya berada di kapal saat keberangkatan dari Ushuaia pada 1 April lalu. Mereka juga diketahui berada dalam penerbangan yang sama menuju Johannesburg bersama salah satu pasien hantavirus terkonfirmasi pada 25 April.

“Salah satunya mengalami pilek tetapi kondisi dia baik-baik saja, dan yang lain tidak menunjukkan gejala,” demikian pernyataan badan tersebut.

Saat ini, hasil pemeriksaan laboratorium terhadap dua warga Singapura itu masih menunggu hasil akhir.

Demikian daftar negara yang melaporkan adanya penumpang maupun kru yang diduga atau telah terkonfirmasi terpapar virus tersebut setelah perjalanan kapal dari Ushuaia, Argentina.

Meski kasus mulai muncul di sejumlah negara, WHO menilai risiko penyebaran global hantavirus dari insiden MV Hondius masih tergolong rendah.

Namun, lembaga kesehatan dunia itu tetap melakukan pemantauan ketat mengingat virus Andes memiliki kemungkinan penularan antarmanusia, meski kasusnya sangat jarang terjadi.

WHO juga mengingatkan negara-negara terkait untuk meningkatkan pengawasan terhadap penumpang, kru kapal, maupun kontak erat pasien yang pernah berada di MV Hondius.


Topik

Peristiwa Hantavirus penyakit langka penyebaran hantavirus



JatimTimes Media Terverifikasi Dewan Pers

UPDATE BERITA JATIM TIMES NETWORK

Indonesia Online. Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari JatimTIMES.com dengan klik Langganan Google News Jatimtimes atau bisa menginstall aplikasi Lumajang Times News melalui Tombol Berikut :


Penulis

Binti Nikmatur

Editor

Yunan Helmy

Peristiwa

Artikel terkait di Peristiwa