free web hit counter
Jatim Times Network Logo
Poling Pilkada 2024 Agama Ekonomi Gaya Hukum dan Kriminalitas Kesehatan Kuliner Olahraga Opini Otomotif Pemerintahan Pendidikan Peristiwa Politik Profil Ruang Mahasiswa Ruang Sastra Selebriti Tekno Transportasi Wisata
Pemerintahan

PAD Jember Tembus Triliunan, Kepala Bapenda: Strategi Insentif dan Kepemimpinan Jadi Kunci

Penulis : Moh. Ali Mahrus - Editor : Yunan Helmy

06 - Apr - 2026, 12:42

Placeholder
Suasana Kantor Bapenda Pemkab Jember.

JATIMTIMES - Kabupaten Jember menutup tahun anggaran 2025 dengan capaian fiskal yang mencolok. Pendapatan asli daerah (PAD) resmi menembus angka Rp1 triliun, dengan pertumbuhan lebih dari 36 persen. Angka itu tertinggi di Jawa Timur dan menempatkan Jember di peringkat lima dari 38 kabupaten/kota.

Lonjakan ini menjadi menarik karena dicapai tanpa kebijakan kenaikan tarif pajak maupun retribusi. Pemerintah daerah justru menempuh pendekatan insentif fiskal, yang dalam praktiknya mendorong peningkatan partisipasi wajib pajak dan aktivitas ekonomi.

Baca Juga : Pemkot Surabaya Perkuat Serapan Tenaga Kerja Lokal, Prioritaskan Warga Ber-KTP Lama

Kepala Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Jember Achmad Imam Fauzi menegaskan bahwa capaian tersebut merupakan hasil dari strategi yang dirancang berbasis data dan dijalankan secara konsisten.

“Yang meningkat bukan tarifnya, tetapi partisipasi wajib pajak dan aktivitas ekonominya. Ini yang membuat PAD kita tumbuh signifikan,” ujarnya, Senin (6/4/2026).

Sepanjang 2025, Pemkab Jember menerapkan sejumlah kebijakan insentif, seperti penurunan retribusi pasar, penggratisan parkir pada periode tertentu, serta pengurangan dan pembebasan pajak pada momentum strategis. Kebijakan ini, menurut Fauzi, memberi ruang bagi masyarakat dan pelaku usaha untuk tetap bergerak di tengah tekanan ekonomi.

Pendekatan tersebut berangkat dari asumsi bahwa ketika beban fiskal diringankan, kepatuhan akan tumbuh secara organik. Hasilnya, basis penerimaan daerah meluas tanpa harus meningkatkan tarif.

Fauzi menilai, keberhasilan ini tidak bisa dilepaskan dari faktor kepemimpinan daerah (Bupati Fawait) yang mampu membangun kepercayaan publik hingga ke level bawah.

“Ini bukan semata langkah teknis fiskal. Ada kepemimpinan yang bijak dan mampu membangun trust di tingkat bawah. Ketika kepercayaan itu tumbuh, masyarakat lebih patuh dan mau terlibat dalam sistem,” tegasnya.

Selain kebijakan fiskal, penguatan koordinasi lintas organisasi perangkat daerah (OPD) juga menjadi faktor penentu. Pengelolaan PAD tidak lagi bersifat sektoral, melainkan terintegrasi antar perangkat daerah.

“Target PAD adalah kerja kolektif. Tidak bisa hanya dibebankan pada satu sektor,” tambah Fauzi.

Baca Juga : Danrem 083 Pimpin Sertijab Dandim 0823 Situbondo, Letkol Ferry Ardian Resmi Gantikan Tri Wiratno

Dari sisi sektoral, pariwisata menjadi salah satu kontributor penting dalam peningkatan PAD. Pada 2025, pendapatan sektor ini mencapai Rp50,87 miliar atau naik 2,08 persen. Sementara itu, jumlah kunjungan wisatawan melonjak tajam menjadi 1.800.014 orang, meningkat 577.335 kunjungan dibanding tahun sebelumnya.

Lonjakan ini dipicu oleh kombinasi kebijakan tarif yang lebih terjangkau di destinasi unggulan, pembukaan rute penerbangan langsung, serta pertumbuhan sektor pendukung seperti restoran, kafe, dan desa wisata.

“Ketika harga dibuat lebih terjangkau, jumlah kunjungan meningkat signifikan. Dampaknya langsung terasa pada perputaran ekonomi dan penerimaan daerah,” jelas Fauzi.

Secara makro, kinerja ekonomi Jember sepanjang 2025 juga menunjukkan tren positif, dengan pertumbuhan yang melampaui rata-rata Provinsi Jawa Timur. Hal ini memperkuat argumen bahwa kebijakan insentif tidak hanya berdampak pada fiskal, tetapi juga pada aktivitas ekonomi secara keseluruhan.

Meski demikian, sejumlah program masih akan tercermin lebih optimal pada tahun anggaran berikutnya karena faktor administrasi. Namun secara umum, arah kebijakan dinilai tetap berada pada jalur yang direncanakan.

Dengan capaian tersebut, Jember kini tidak hanya mencatatkan pertumbuhan PAD yang tinggi, tetapi juga menunjukkan perubahan paradigma dalam pengelolaan keuangan daerah dari pendekatan berbasis tarif menuju pendekatan berbasis kepercayaan dan partisipasi. 


Topik

Pemerintahan Jember pendapatan aali daerah PAD Pemkab Jember



JatimTimes Media Terverifikasi Dewan Pers

UPDATE BERITA JATIM TIMES NETWORK

Indonesia Online. Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari JatimTIMES.com dengan klik Langganan Google News Jatimtimes atau bisa menginstall aplikasi Lumajang Times News melalui Tombol Berikut :


Penulis

Moh. Ali Mahrus

Editor

Yunan Helmy