free web hit counter
Jatim Times Network Logo
Poling Pilkada 2024 Agama Ekonomi Gaya Hukum dan Kriminalitas Kesehatan Kuliner Olahraga Opini Otomotif Pemerintahan Pendidikan Peristiwa Politik Profil Ruang Mahasiswa Ruang Sastra Selebriti Tekno Transportasi Wisata
Pemerintahan

Truk Sampah Tak Layak Tetap Melaju di Kota Malang, DLH: Armada Minim 

Penulis : Hendra Saputra - Editor : A Yahya

11 - Mar - 2026, 19:06

Placeholder
Truk sampah milik DLH Kota Malang yang dinilai kurang layak (foto: istimewa)

JATIMTIMES - Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Malang akhirnya angkat suara terkait temuan warga mengenai truk pengangkut sampah yang tetap beroperasi meski dalam kondisi tidak layak. Truk tersebut bahkan sempat menjadi sorotan setelah terlihat mengangkut sampah dengan kondisi bak berlubang hingga menyebabkan sampah berjatuhan di jalan pada Minggu (8/3/2026).

Pelaksana Harian (Plh) Kepala DLH Kota Malang, Gamaliel Raymond Hatigoran Matondang, menjelaskan bahwa kejadian tersebut terjadi karena situasi darurat dalam proses pengangkutan sampah di lapangan.

Baca Juga : Bertajuk Polantas Menyapa, Satlantas Polres Jember Berikan Coaching Clinic Pengunjung Samsat

Menurut Raymond, saat itu sejumlah armada truk pengangkut sampah tertahan di Tempat Pembuangan Akhir (TPA). Kondisi tersebut dipicu proses pembuangan yang berlangsung lebih lama dari biasanya karena hujan yang mengguyur kawasan TPA.

“Beberapa truk tertahan di TPA karena proses pengurukan agak lama, sehingga ada beberapa lokasi yang membutuhkan tambahan armada untuk pengambilan sampah,” ujar Raymond.

Dalam situasi tersebut, DLH terpaksa mengoperasikan truk yang sebenarnya sudah masuk rencana perbaikan. Keterbatasan armada yang tersedia serta kebutuhan mendesak untuk mengangkut sampah membuat kendaraan tersebut tetap difungsikan.

Raymond menegaskan bahwa selama proses pengangkutan, petugas tetap menutup bak truk menggunakan terpal untuk meminimalkan sampah tercecer di jalan.

“Memang truk itu rencananya akan diperbaiki. Tetapi karena belum sempat diperbaiki dan ada kebutuhan mendesak, akhirnya dipakai. Saat memuat sampah tetap ditutup menggunakan terpal untuk pengamanan,” ungkapnya.

Ia menyebutkan, dari total 48 armada truk pengangkut sampah milik DLH Kota Malang, terdapat tiga unit yang mengalami kerusakan cukup parah. Kerusakan tersebut terutama pada bagian bak yang sudah berkarat dan berlubang.

Meski kondisinya tidak ideal, tiga truk tersebut sebenarnya tidak difungsikan secara rutin. Kendaraan itu hanya dikerahkan sebagai armada cadangan ketika terjadi kondisi mendesak di lapangan.

“Dari 48 truk yang ada, tiga memang rusaknya cukup parah. Sebenarnya tidak difungsikan, tetapi bisa digunakan jika ada kebutuhan mendesak,” katanya.

Baca Juga : Transformasi Eks Hi-Tech Mal Jadi Pusat Komunitas, Wali Kota Eri Targetkan Basement Rampung Mei 2026  

Untuk menjaga kondisi armada yang ada, DLH Kota Malang mengalokasikan anggaran perawatan sekitar Rp600 juta setiap tahun. Dana tersebut digunakan untuk perbaikan seluruh truk pengangkut sampah yang dimiliki, sehingga belum mampu menutup seluruh kebutuhan perbaikan kendaraan secara optimal.

Kondisi ini juga diperparah oleh usia armada yang sebagian besar sudah cukup tua. Rata-rata truk pengangkut sampah yang digunakan saat ini merupakan kendaraan produksi tahun 2015 hingga 2017. Bahkan masih terdapat beberapa armada yang usianya jauh lebih lama, yakni produksi sebelum tahun 2000.

Karena itu, DLH Kota Malang terus mengusulkan penambahan armada baru guna meningkatkan pelayanan pengangkutan sampah. Pada tahun ini, Pemerintah Kota Malang mendapatkan tambahan satu unit truk pengangkut sampah yang saat ini masih dalam proses lelang.

Namun demikian, jumlah armada yang tersedia masih dinilai jauh dari kebutuhan ideal untuk melayani seluruh wilayah Kota Malang. Saat ini terdapat 78 titik Tempat Penampungan Sementara (TPS) yang harus dilayani oleh armada pengangkut sampah.

Raymond menjelaskan, secara ideal satu truk hanya melakukan dua kali ritase pengangkutan dalam sehari. Namun dengan keterbatasan armada dan tingginya volume sampah yang harus diangkut, saat ini satu truk bisa melakukan hingga tiga sampai empat kali ritase. “Kalau idealnya satu TPS dua kali pengambilan, seharusnya dibutuhkan sekitar 70 truk. Sementara yang tersedia saat ini hanya 48,” ucapnya.


Topik

Pemerintahan dlh kota malang truk sampak tak layak gamaliel raymond hatigoran matondang



JatimTimes Media Terverifikasi Dewan Pers

UPDATE BERITA JATIM TIMES NETWORK

Indonesia Online. Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari JatimTIMES.com dengan klik Langganan Google News Jatimtimes atau bisa menginstall aplikasi Lumajang Times News melalui Tombol Berikut :


Penulis

Hendra Saputra

Editor

A Yahya