JATIMTIMES - Setelah prosesi pemakaman selesai, para pelayat biasanya menaburkan tanah ke atas pusara sebagai bentuk penghormatan terakhir kepada jenazah. Kebiasaan ini tidak hanya sekadar tradisi, tetapi juga dapat menjadi momen untuk merenungkan makna kehidupan dan kematian serta mendoakan almarhum.
Tindakan ini telah dicontohkan oleh Rasulullah SAW ketika beliau memakamkan putrinya, Sayyidah Ummu Kultsum. Dalam kesempatan tersebut, Nabi Muhammad membaca ayat dari Surah Thaha ayat 55:
مِنْهَا خَلَقْنٰكُمْ وَفِيْهَا نُعِيْدُكُمْ وَمِنْهَا نُخْرِجُكُمْ تَارَةً اُخْرٰى
"Darinya (tanah) itulah Kami menciptakan kamu dan kepadanyalah Kami akan mengembalikan kamu dan dari sanalah Kami akan mengeluarkan kamu pada waktu yang lain." (QS. Thaha: 55)
Melansir NU Online, Kamis (27/2/2025), Mustasyar Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Pringsewu, Lampung, KH Sujadi menjelaskan adab menaburkan tanah ke makam. Menurut dia, disunahkan untuk menaburkan tanah sebanyak tiga kali dengan membaca ayat tersebut secara bertahap:
• Taburan pertama: membaca مِنْهَا خَلَقْنٰكُمْ (Darinya Kami menciptakan kamu).
• Taburan kedua: membaca وَفِيْهَا نُعِيْدُكُمْ (Dan kepadanya Kami akan mengembalikan kamu).
• Taburan ketiga: membaca وَمِنْهَا نُخْرِجُكُمْ تَارَةً اُخْرٰى (Dan darinya Kami akan mengeluarkan kamu pada waktu yang lain).
Selain menaburkan tanah, umat Islam juga disunahkan untuk membawa bunga atau dedaunan yang masih segar, seperti pelepah kurma. Nabi Muhammad pernah melakukan hal ini dengan tujuan agar alam kubur tetap sejuk dan sebagai bentuk kasih sayang kepada jenazah.
KH Sujadi juga mengingatkan bahwa prosesi ini mengandung pesan mendalam bagi setiap Muslim. Menaburkan tanah ke makam mengingatkan kita bahwa manusia berasal dari tanah dan akan kembali ke tanah. Pengingat ini juga sejalan dengan ibadah salat, di mana saat sujud, kita menempelkan dahi ke tanah sebagai simbol ketundukan dan kerendahan di hadapan Allah SWT.
"Ketika sujud, posisi kepala kita sejajar dengan kaki dan lebih rendah dari tubuh, ini mengajarkan kita bahwa di hadapan Allah, kita hanyalah makhluk yang hina dan lemah. Maka, kita harus selalu rendah hati dan sadar akan keterbatasan kita sebagai manusia," jelas KH Sujadi.
Demikian bacaan saat menaburkan tanah sebanyak tiga ke makam saat berziarah. Semoga informasi ini bermanfaat.
