JATIMTIMES - Ada cerita menarik dari Bupati Lumajang Thoriqul Haq tentang jembatan gantung Glagah Arum yang pada malam hari menjadi pesona tersendiri bagi wisatawan yang datang ke Bumi Perkemahan Glagah Arum.
Menurut Cak Thoriq, jembatan yang menghubungkan sisi timur dengan Glamour Camping di sisi barat, awalnya ada di Desa Pronojiwo, Lumajang. "Sebenarnya jembatan ini kondisinya banyak yang rusak. Untuk bisa dibawa ke Glagah Arum harus melalui proses perbaikan lebih dulu," kata Cak Thoriq, Sabtu (29/1/2022) ketika meresmikan Sof Launching Glagah Arum.
Baca Juga : Bencana Puting Beliung di Wonodadi, Bupati Blitar Datang dan Beri Bantuan Korban
Persoalan berikutnya, masih kata Cak Thoriq, protes warga Pronojiwo karena jembatan gantung tersebut merupakan ikon bagi masyarakat Pronojiwo. Perlu pendekatan khusus dan dialog dengan warga Pronojiwo agar jembatan gantung tersebut bisa dibawa ke Glagah Arum.
"Kami sampaikan, ini akan kami manfaatkan untuk masyarakat. Nah, setelah lama berdialog Alhamdulillah bisa selesai dan akhirnya jembatan gantung ini dapat dipindah ke Bumi Perkemahan Glagah Arum," cerita Cak Thoriq.
Persoalan belum selesai, untuk bisa membawa jembatan tersebut dari Pronojiwo ke Glagah Arum biayanya harus patungan, karena memang tidak ada anggaran di APBD untuk biaya pemindahan tersebut.
"Nah, ketika mau membawanya tidak mudah karena ongkosnya harus patungan," terangnya.
Baca Juga : Bumi Perkemahan Glagah Arum Lumajang Soft Launching Hari Ini
Kini jembatan gantung tersebut sudah berada di Glagah Arum dan menjadi salah satu ikon bumi perkemahan, terutama di malam hari.
