Program MBG 3B di Kota Batu Mulai Disalurkan Lewat Posyandu, Sasar Balita hingga Bumil Risti
Reporter
Prasetyo Lanang
Editor
Yunan Helmy
26 - Jul - 2026, 03:41
JATIMTIMES – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) 3B yang menyasar balita, ibu menyusui, ibu hamil, hingga ibu hamil risiko tinggi (risti) mulai bergulir di Kota Batu. Salah satunya wilayah Kelurahan Sisir, Kecamatan Batu.
Berdasarkan hasil koordinasi tingkat kelurahan, pelaksanaan pendistribusian paket pangan bergizi tersebut dijadwalkan bakal dimulai secara serentak pada 20 Juli 2026.
Baca Juga : UIN Malang Perkuat Identitas Keilmuan, Buka S2 Hukum Ekonomi Syariah di Tengah Tren Rasionalisasi Prodi
Ketua Posyandu ILP Anggrek Bulan 09 Kelurahan Sisir, Nanik Sutrisnowati, mengungkapkan, penerima manfaat program MBG 3B di wilayahnya difokuskan pada sasaran yang paling membutuhkan.
"Untuk MBG di grup sudah diumumkan mulai tanggal 20. Yang dapat itu balita sama ibu hamil risiko tinggi, khususnya yang LILA-nya (lingkar lengan atas) kurang," ujar Nanik saat ditemui di sela kegiatan posyandu, belum lama ini.
Pada tahap awal ini, wilayah Posyandu Anggrek Bulan 09 tercatat menerima alokasi kuota sebanyak 16 paket bantuan pangan bergizi. "Kita cuma dapat 16 paket. Nanti pembagiannya dikumpulkan di Pos 10, Posyandu 10. Kita ngambilnya di sana," jelasnya.
Guna mempermudah alur distribusi dan menjaga kualitas makanan, kader masing-masing posyandu nantinya akan mengambil alokasi paket secara berkala tiga kali dalam sepekan.
"Ngambilnya itu Senin, Rabu, dan Jumat. Senin ini nanti yang hari Selasa dapat bahan mentah, tapi yang Senin dapat makanan masakan jadi," terangnya.
Langkah pemusatan titik ambil di Posyandu 10 tersebut diambil mengingat jumlah sasaran balita di Posyandu Anggrek Bulan 09 tergolong relatif sedikit, yakni 20 anak dari total 4 RT.
Selain efisiensi teknis, skema pendistribusian ini juga mempertimbangkan beban kerja para kader di lapangan agar proses intervensi gizi tetap berjalan optimal.
Melalui intervensi MBG 3B tersebut, pihak posyandu optimistis dapat mempertahankan capaian zero stunting yang berhasil diraih di wilayahnya sejak tahun lalu.
"Adanya asupan gizi tambahan ini juga diharapkan mampu mendongkrak berat badan balita yang masih berada di ambang batas minimal agar kembali ideal," imbuhnya.
