free web hit counter
Jatim Times Network Logo
Poling Pilkada 2024 Agama Ekonomi Gaya Hukum dan Kriminalitas Kesehatan Kuliner Olahraga Opini Otomotif Pemerintahan Pendidikan Peristiwa Politik Profil Ruang Mahasiswa Ruang Sastra Selebriti Tekno Transportasi Wisata
Gaya Hidup

Tren Parfum 2026: Wangi Tenang, Berkarakter, dan Sarat Cerita

Penulis : Irsya Richa - Editor : A Yahya

24 - Jan - 2026, 16:23

Placeholder
Parfum yang disemprotkan pada bagian leher. (Foto: Pinterest)

JATIMTIMES - Parfum di tahun 2026 tak lagi sekadar soal harum. Wewangian kini berkembang menjadi bagian dari gaya hidup, cerminan emosi, sekaligus identitas personal. Di tengah ritme aktivitas yang semakin padat, parfum hadir sebagai ruang jeda, memberi rasa tenang, aman, dan nyaman bagi penggunanya.

Sejumlah pelaku industri parfum di Indonesia pun memetakan arah tren yang bakal menguat sepanjang tahun depan. Founder Studio Sable, Christian, melihat kebutuhan akan ketenangan sebagai benang merah tren parfum 2026. 

Baca Juga : Kesadaran Parkir Naik, Gedung Parkir Kajoetangan Mulai Hasilkan PAD

Tren parfum 2026 akan banyak dipengaruhi kebutuhan akan ketenangan. Wangi modern dengan karakter bersih dan terarah diprediksi semakin digemari.

“Dengan hectic-nya hari-hari kita sekarang, orang bakal mencari parfum yang bikin tenang dan aman. Wangi yang bisa dipakai dari kerja, commuting, ngopi, sampai dinner santai,” ungkap Christian.

Ia menyebutkan, aroma dari keluarga woody, aquatic, dan spicy akan menjadi pilihan menarik karena terasa fleksibel namun tetap berkarakter. Sejalan dengan itu, selera pencinta parfum di Indonesia juga dinilai semakin matang.

Sementara itu Co-Founder Normal Estate, Jivanesia Panjaitan, menyoroti perubahan selera konsumen parfum di Indonesia yang semakin matang. Ia menilai konsumen kini lebih terbuka pada aroma yang natural dan tidak terikat gender.

“Green scents yang gender neutral sepertinya akan semakin banyak diminati di 2026,” kata Jivanesia.

Tak hanya aroma, Jivanesia menilai nilai tambah sebuah parfum akan menjadi faktor penting. Mulai dari pengalaman merek, kekuatan storytelling, hingga kualitas juice yang bertekstur dan multidimensional.

Baca Juga : Mengayuh dengan Hati, Ratusan Pesepeda di Surabaya Galang Dana Rp 50 Juta untuk Korban Banjir di Sumatera

“Packaging dan botol yang eksploratif juga akan semakin diapresiasi oleh fragrance enthusiast di Indonesia,” tambah Jivanesia.

Di sisi lain Founder Etre Parfums, Lygia, memprediksi akan ada dua kutub tren yang sama-sama kuat di 2026. Di satu sisi, gourmand hadir dengan sentuhan sweet and savory yang bold dan sensual. Di sisi lain, aroma fresh-clean seperti aldehydic, sabun atau laundry, ozonic, dan floral juga akan tetap digemari.

“Sekarang makin banyak orang yang familiar dengan parfum. Demand-nya akan naik untuk punya wangi yang beragam, bisa dipakai sesuai acara, di-layer, dan yang unik untuk menunjukkan identitas,” ungkap Lygia.

Dengan berbagai arah tersebut, parfum di 2026 tampil semakin personal dan bermakna. Tak hanya soal aroma yang enak, tetapi juga tentang cerita, perasaan, dan bagaimana sebuah wangi bisa menemani aktivitas sehari-hari penggunanya.


Topik

Gaya Hidup Parfum tren parfum christian



JatimTimes Media Terverifikasi Dewan Pers

UPDATE BERITA JATIM TIMES NETWORK

Indonesia Online. Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari JatimTIMES.com dengan klik Langganan Google News Jatimtimes atau bisa menginstall aplikasi Lumajang Times News melalui Tombol Berikut :


Penulis

Irsya Richa

Editor

A Yahya