Jatim Times Network Logo
Poling Pilkada 2024 Agama Ekonomi Gaya Hukum dan Kriminalitas Kesehatan Kuliner Olahraga Opini Otomotif Pemerintahan Pendidikan Peristiwa Politik Profil Ruang Mahasiswa Ruang Sastra Selebriti Tekno Transportasi Wisata
Poling Pilkada 2024
Peristiwa

Gempa Susulan NTT Tembus 4.000 Kali, Kapan Berakhir?

Penulis : Binti Nikmatur - Editor : Nurlayla Ratri

23 - Aug - 2026, 05:41

Placeholder
Tampak bangunan roboh, salah satu dampak gempa NTT. (Foto: Threads)

JATIMTIMES - Aktivitas gempa susulan masih terjadi di Nusa Tenggara Timur (NTT) setelah gempa utama berkekuatan magnitudo (M) 7,7 yang mengguncang Flores pada 15 Agustus 2026. BMKG memperkirakan rangkaian gempa susulan masih dapat berlangsung hingga 3-4 minggu ke depan.

Direktur Gempa Bumi dan Tsunami BMKG Wijayanto mengatakan jumlah gempa susulan yang tercatat telah mencapai lebih dari 4.000 kejadian. Aktivitas tersebut masih menunjukkan pola yang cukup kompleks dan belum memperlihatkan peluruhan yang sederhana.

Baca Juga : Cuaca Jawa Timur Minggu 23 Agustus 2026: Surabaya Panas, Malang Berpeluang Hujan

"Aktivitas gempa susulan pada beberapa hari pertama masih relatif tinggi dan belum menunjukkan pola peluruhan yang signifikan. Jumlah gempa per 24 jam tercatat 704 kejadian pada hari pertama, meningkat menjadi 746 pada hari kedua, kemudian berkisar 668, 649, dan 627 kejadian pada hari ketiga hingga kelima, namun naik lagi menjadi 802 kejadian pada hari keenam," kata Wijayanto dalam rilis resmi BMKG yang dikutip Minggu (23/8/2026)

Sejumlah gempa susulan memiliki kekuatan yang cukup besar sehingga kembali dirasakan masyarakat di wilayah terdampak. BMKG mencatat beberapa gempa signifikan dalam beberapa hari terakhir.

"BMKG mencatat peristiwa guncangan kuat terjadi pada 19 Agustus 2026 pukul 23.17 WIB berkekuatan M5,6, serta 20 Agustus 2026 pukul 05.45 WIB berkekuatan M5,8. Selanjutnya, gempa signifikan kembali mengguncang pada 20 Agustus 2026 pukul 09.47 WIB dengan kekuatan M5,8," paparnya.

Guncangan tersebut juga berdampak terhadap kondisi infrastruktur yang sebelumnya telah terdampak gempa utama. Sejumlah bangunan dan jembatan mengalami kerusakan susulan.

Tak hanya itu, gempa susulan juga dilaporkan memicu tanah longsor di sejumlah lokasi.

BMKG menyebut aktivitas seismik di wilayah NTT tidak tersebar secara merata. Berdasarkan pemantauan seismisitas harian, gempa susulan justru terkonsentrasi pada sejumlah klaster.

Klaster utama berada di sekitar sumber gempa M7,7 di utara Nagekeo. Aktivitas tersebut membentang mengikuti jalur Flores Back-arc Thrust.

Sementara klaster lainnya teridentifikasi di bagian barat zona sumber gempa utama, tepatnya di sebelah utara Kabupaten Manggarai.

Pada empat hari pertama setelah gempa utama, aktivitas gempa masih tersebar di sejumlah klaster dari wilayah timur hingga barat. Namun, kondisi tersebut berubah pada hari kelima dan keenam.

Baca Juga : Atasi Kemacetan Pelabuhan Ketapang, Pemkab Banyuwangi Kerja Bareng PT KAI Bangun Kantong ParkirĀ 

Aktivitas seismik kemudian lebih terkonsentrasi di klaster bagian barat. Sebaliknya, aktivitas pada klaster timur mulai menunjukkan penurunan secara bertahap.

"Sementara klaster bagian timur mulai menurunkan intensitas aktivitasnya secara bertahap," papar BMKG.

BMKG hingga kini masih melakukan pemantauan terhadap perkembangan aktivitas gempa susulan di NTT secara intensif. Sistem pemantauan dilakukan secara real-time selama 24 jam sehari dan tujuh hari dalam sepekan.

Data yang diperoleh kemudian dianalisis oleh petugas BMKG untuk melihat perkembangan aktivitas seismik di wilayah terdampak.

Masyarakat diminta tetap tenang dan tidak mudah percaya terhadap informasi mengenai gempa maupun potensi bencana yang sumbernya tidak jelas.

BMKG mengingatkan warga agar selalu mengacu pada informasi resmi yang disampaikan melalui kanal komunikasi BMKG.

"Untuk memastikan keterbukaan informasi, BMKG mempublikasikan pembaruan data aktivitas gempa bumi susulan secara rutin dua kali sehari, yaitu setiap pukul 05.00 WIB dan 17.00 WIB. Informasi resmi ini dapat diakses publik secara luas melalui kanal media sosial resmi BMKG seperti di Instagram, Facebook, dan WhatsApp Channel," tutup Wijayanto.


Topik

Peristiwa gempa susulan di NTT gempa NTT



JatimTimes Media Terverifikasi Dewan Pers

UPDATE BERITA JATIM TIMES NETWORK

Indonesia Online. Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari JatimTIMES.com dengan klik Langganan Google News Jatimtimes atau bisa menginstall aplikasi Lumajang Times News melalui Tombol Berikut :


Penulis

Binti Nikmatur

Editor

Nurlayla Ratri