JATIMTIMES - Kebiasaan merawat gigi pada usia remaja menjadi perhatian Madrasah Tsanawiyah Negeri (MTsN) 2 Kota Malang. Persoalannya bukan hanya soal seberapa sering siswa menyikat gigi, tetapi juga bagaimana teknik yang digunakan, pola konsumsi makanan dan minuman manis, serta kesadaran untuk melakukan pemeriksaan secara berkala.
Persoalan tersebut dibahas dalam penyuluhan dan pemeriksaan kesehatan gigi dan mulut yang berlangsung di MTsN 2 Kota Malang, Senin (10/8/2026). Sekitar 150 siswa kelas VII dari lima kelas mengikuti edukasi yang menghadirkan dosen Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Brawijaya (FKG UB), drg. Feni dan drg. Nur Permatasari, dengan melibatkan mahasiswa koas FKG UB.
Baca Juga : Konsisten Berprestasi, MPM Honda Jatim Borong 8 Gelar di Safety Riding Honda
Menurut drg. Feni dan drg. Nur Permatasari, menjaga kesehatan gigi dan mulut sejak usia remaja penting karena kebiasaan yang terbentuk pada fase tersebut dapat berpengaruh terhadap kesehatan dalam jangka panjang. "Menjaga kesehatan gigi dan mulut sejak usia remaja merupakan investasi kesehatan jangka panjang," ujar drg. Feni.
Salah satu hal yang mendapat perhatian adalah teknik menyikat gigi. Kebiasaan menyikat gigi belum tentu memberikan hasil optimal apabila dilakukan dengan cara yang kurang tepat. Dalam sesi praktik, siswa diperkenalkan dengan metode Bass menggunakan model gigi peraga.
Narasumber memperagakan cara memegang serta menggerakkan sikat gigi, kemudian siswa diberi kesempatan mempraktikkannya secara langsung.
"Menjaga kesehatan gigi tidak hanya dilakukan dengan menyikat gigi, tetapi juga perlu memperhatikan teknik yang benar, mengurangi konsumsi makanan dan minuman manis, serta melakukan pemeriksaan gigi secara rutin," jelas drg. Nur Permatasari.
Kepala MTsN 2 Kota Malang, Anita Yusianti, S.Pd., M.Pd., mengatakan edukasi kesehatan gigi perlu ditempatkan sebagai bagian dari pembentukan kebiasaan hidup sehat siswa. Menurutnya, pemahaman mengenai kesehatan gigi tidak cukup berhenti pada pengetahuan, tetapi perlu diterapkan dalam rutinitas sehari-hari, termasuk cara menyikat gigi yang benar, menjaga pola konsumsi, dan memperhatikan pemeriksaan kesehatan gigi secara berkala.
Baca Juga : Bromo Masih Ditutup imbas Kebakaran, 3 Wisata di Probolinggo Ini Tetap Bisa Dikunjungi
“Kami ingin siswa tidak hanya mengetahui pentingnya menjaga kesehatan gigi, tetapi juga memahami bagaimana kebiasaan sederhana yang dilakukan setiap hari dapat berpengaruh terhadap kesehatan mereka dalam jangka panjang,” ujar Anita.
Dalam konteks tersebut, MTsN 2 Kota Malang menjadikan lingkungan madrasah sebagai salah satu ruang untuk memperkenalkan kebiasaan perawatan kesehatan gigi kepada peserta didik. Edukasi dilakukan secara interaktif sehingga siswa dapat langsung melihat sekaligus mempraktikkan teknik menyikat gigi yang diperkenalkan.
Pada akhir kegiatan, setiap peserta memperoleh dental kit berupa sikat gigi dan pasta gigi berfluoride. Perlengkapan tersebut diberikan sebagai dukungan agar kebiasaan perawatan gigi yang diperkenalkan dapat diterapkan dalam keseharian.
