Jatim Times Network Logo
Poling Pilkada 2024 Agama Ekonomi Gaya Hukum dan Kriminalitas Kesehatan Kuliner Olahraga Opini Otomotif Pemerintahan Pendidikan Peristiwa Politik Profil Ruang Mahasiswa Ruang Sastra Selebriti Tekno Transportasi Wisata
Poling Pilkada 2024
Ekonomi

Warga di Lamongan Bersuara, KDKMP Diminta Sejahterakan Masyarakat

Penulis : Defit Budiamsyah - Editor : Nurlayla Ratri

09 - Aug - 2026, 20:01

Placeholder
Selah seorang warga Deket Kulon menyampaikan aspirasi, masukan, hingga berbagai persoalan yang mereka harapkan dapat diperbaiki dalam pengelolaan Koperasi Merah Putih. (Ist)

JATIMTIMES - Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDMP) di Desa Deket Kulon, Kecamatan Deket, Kabupaten Lamongan, tak luput dari perhatian masyarakat. Warga mendukung keberadaan koperasi tersebut, namun berharap kehadirannya tidak berhenti sebatas bangunan dan papan nama. Koperasi Merah Putih diharapkan bukan hanya hadir di desa, tetapi tumbuh bersama masyarakat dan mengembalikan manfaatnya untuk kesejahteraan warga.

Masyarakat ingin KDMP benar-benar menjadi penggerak ekonomi desa, membuka peluang usaha, menyediakan kebutuhan pokok dengan harga terjangkau, sekaligus memberikan manfaat nyata bagi anggotanya.

Baca Juga : Harga Telur Anjlok dan Pakan Naik, Anggota DPR RI Riyono Caping Temui Peternak Magetan

Harapan itu mengemuka dalam kegiatan 'Rakyat Bicara, Pemerintah Perbaiki' yang digelar Komunitas Bisa Bicara (Kobra) 3 di halaman KDMP Desa Deket Kulon, Minggu (9/8/2026).

Puluhan warga hadir dan mendapat ruang untuk menyampaikan aspirasi, masukan, hingga berbagai persoalan yang mereka harapkan dapat diperbaiki dalam pengelolaan Koperasi Merah Putih.

Tak hanya berbicara, warga juga membubuhkan tanda tangan dalam petisi dukungan terhadap tata kelola KDMP yang transparan, akuntabel, dan berpihak kepada masyarakat.

Koordinator Kobra 3, Abdul Rouf, mengatakan kegiatan tersebut menjadi wadah bagi masyarakat untuk menyampaikan secara langsung harapan mereka terkait keberadaan KDMP

“Yang kami lakukan ini untuk memberikan masukan kepada pemerintah, sekaligus menyerap curhatan masyarakat terkait Koperasi Desa Merah Putih,” kata Abdul Rouf. Minggu (9/8/2026).

Dalam forum tersebut, sejumlah pertanyaan warga bermunculan. Mulai dari mekanisme keanggotaan, program koperasi, hingga kepastian layanan simpan pinjam yang banyak ditanyakan masyarakat.

Bukan hanya itu. Warga juga berharap KDMP mampu menyediakan kebutuhan sehari-hari, khususnya sembako, dengan harga yang lebih murah dibandingkan toko ritel.

Pelaku UMKM dan pemilik usaha masyarakat sekitar juga diharapkan mendapat ruang untuk terlibat dalam aktivitas koperasi. “Harapan masyarakat kecil sederhana, koperasi ini menguntungkan dan mensejahterakan,” ujarnya.

Ketua KDMP Deket Kulon, Dahlan, mengajak masyarakat setempat untuk bergabung menjadi anggota sekaligus aktif melakukan transaksi di koperasi.

Ia menjelaskan, anggota koperasi harus merupakan warga setempat. Namun, untuk layanan simpan pinjam belum dapat dibuka pada tahap awal karena masih menunggu regulasi. “Anggota koperasi harus warga setempat. Pertama saat buka ini tidak simpan pinjam. Karena banyak yang tanya, ingin pinjam uang koperasi,” jelas Dahlan.

Menurutnya, KDMP dibentuk untuk memperkuat ketahanan pangan sekaligus meningkatkan kesejahteraan anggota. Karena itu, koperasi menyediakan berbagai kebutuhan masyarakat, terutama sembako.

Dahlan juga mendorong anggota agar membiasakan berbelanja di koperasi. Sebab, setiap transaksi anggota akan tercatat sebagai aktivitas usaha koperasi. “Yang banyak belanja dalam setahun bonusnya juga banyak. Kalau belanja di luar tidak tercatat. Kalau belanja di sini tercatat,” katanya.

Semakin besar aktivitas usaha koperasi, maka semakin besar pula potensi manfaat yang kembali kepada anggota melalui Sisa Hasil Usaha (SHU).

Baca Juga : Membuka Pasar Lebih Luas dan Mendengarkan Aspirasi: PNM Sediakan Ruang Tumbuh bagi Pengusaha Malang

Sementara itu, Miftahul Ulum menilai kegiatan 'Rakyat Bicara' menjadi momentum penting untuk memberikan pemahaman kepada masyarakat mengenai tujuan dibentuknya KDMP. “Koperasi ini untuk menguatkan ekonomi masyarakat,” katanya.

Hal senada disampaikan Asrofil. Menurutnya, KDMP memiliki sejumlah kegiatan, salah satunya mendukung ketahanan pangan. Karena itu, kebutuhan masyarakat, khususnya sembako, disediakan melalui koperasi. “KDMP ini ada beberapa kegiatan, yakni untuk ketahanan pangan. Karena itu, KDMP menyediakan kebutuhan masyarakat, utamanya sembako,” jelasnya.

Sementara untuk layanan simpan pinjam, koperasi masih menunggu regulasi sebelum layanan tersebut dapat dijalankan. “Untuk simpan pinjam masih menunggu regulasinya. Entah empat tahun kemudian, mungkin sudah bisa dibuka simpan pinjam,” ujarnya.

Asrofil menegaskan, prinsip utama koperasi adalah dari anggota dan untuk anggota. Karena itu, masyarakat diharapkan tidak hanya menjadi konsumen, tetapi juga menjadi bagian dari koperasi. “Pada akhir tahun nanti bukan hanya mendapat persenan, tapi juga mendapat Sisa Hasil Usaha,” ujarnya.

Dukungan terhadap KDMP juga disampaikan warga Deket Kulon, Toyibah. Ia mengaku mendukung keberadaan koperasi selama benar-benar mampu meningkatkan perekonomian masyarakat sekitar. “Sebenarnya mendukung, Mas, kalau memang untuk mensejahterakan ekonomi masyarakat sekitar,” ungkapnya.

Namun, dukungan tersebut disertai harapan agar KDMP mampu menyediakan barang yang lengkap dengan harga lebih murah. “Harapannya bisa belanja di sini dengan harga yang lebih murah dan lengkap,” katanya.

Tak berhenti pada kebutuhan sehari-hari, Toyibah juga berharap KDMP dapat menjadi wadah untuk menampung hasil pertanian warga dengan harga yang layak.

Menurutnya, selama ini sebagian hasil pertanian masyarakat masih dijual melalui tengkulak. “Warga sekitar sini kan ada usaha hasil pertanian. Bisa ditampung dengan harga yang sesuai, karena selama ini hasil pertanian dijual ke tengkulak,” ujarnya.

Bagi masyarakat Deket Kulon, keberadaan Koperasi Merah Putih bukan sekadar persoalan bangunan yang berdiri di tengah desa.

Lebih dari itu, warga menaruh harapan agar KDMP mampu menjadi pusat aktivitas ekonomi masyarakat. Koperasi diharapkan dapat membuka peluang usaha, melibatkan UMKM lokal, menampung hasil pertanian, menyediakan kebutuhan pokok dengan harga terjangkau, sekaligus mengembalikan manfaat usaha kepada para anggotanya.

Petisi yang dibubuhkan puluhan warga menjadi penegasan bahwa masyarakat mendukung keberadaan KDMP, sekaligus berharap tata kelolanya terus diperbaiki agar semakin transparan, akuntabel, dan berpihak kepada masyarakat.


Topik

Ekonomi lamongan kdmp koperasi desa merah putih koperasi merah putih



JatimTimes Media Terverifikasi Dewan Pers

UPDATE BERITA JATIM TIMES NETWORK

Indonesia Online. Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari JatimTIMES.com dengan klik Langganan Google News Jatimtimes atau bisa menginstall aplikasi Lumajang Times News melalui Tombol Berikut :


Penulis

Defit Budiamsyah

Editor

Nurlayla Ratri