Jatim Times Network Logo
Poling Pilkada 2024 Agama Ekonomi Gaya Hukum dan Kriminalitas Kesehatan Kuliner Olahraga Opini Otomotif Pemerintahan Pendidikan Peristiwa Politik Profil Ruang Mahasiswa Ruang Sastra Selebriti Tekno Transportasi Wisata
Poling Pilkada 2024
Peristiwa

Benarkah Hujan Bisa Dipanggil? Ini Cara Memohon Hujan dari Salat Istisqa hingga Teknologi Modifikasi Cuaca

Penulis : Mutmainah J - Editor : Dede Nana

06 - Aug - 2026, 10:56

Placeholder
Ilustrasi hujan. (Foto: iStock)

JATIMTIMES - Musim kemarau yang melanda sejumlah wilayah di Indonesia membuat kebutuhan akan hujan semakin besar. Berkurangnya curah hujan dapat memicu kekeringan, krisis air bersih, hingga meningkatkan risiko kebakaran hutan dan lahan.

Tak heran jika banyak masyarakat mencari tahu apakah ada cara untuk memanggil atau meminta hujan. Pada dasarnya, hujan merupakan fenomena alam yang dipengaruhi berbagai faktor atmosfer. 

Baca Juga : Seberapa Bahaya Panas Musim Kemarau? Kenali Risiko Heat Stroke dan Cara Mencegahnya

Namun, ada sejumlah ikhtiar yang dapat dilakukan, baik melalui pendekatan ilmiah, keagamaan, maupun tradisi budaya yang telah diwariskan secara turun-temurun. Dilansir dari berbagai sumber, berikut beberapa cara yang dikenal untuk memohon atau mendatangkan hujan.

1. Teknologi Modifikasi Cuaca (Penyemaian Awan)

Pendekatan ilmiah yang paling dikenal adalah Teknologi Modifikasi Cuaca (TMC) atau cloud seeding. Metode ini dilakukan dengan menyemai awan yang berpotensi menghasilkan hujan menggunakan bahan semai, umumnya garam (natrium klorida/NaCl), melalui pesawat khusus.

Partikel garam membantu mempercepat proses kondensasi uap air di dalam awan sehingga butiran air menjadi lebih besar dan berpeluang turun sebagai hujan.

Di Indonesia, operasi modifikasi cuaca dilakukan oleh pemerintah melalui lembaga berwenang sesuai kebutuhan, misalnya saat menghadapi kekeringan, mengisi waduk, atau mengurangi risiko kebakaran hutan dan lahan.

2. Salat Istisqa dan Memperbanyak Doa

Bagi umat Islam, salah satu ikhtiar yang dianjurkan saat terjadi kemarau panjang adalah melaksanakan Salat Istisqa. Salat sunnah dua rakaat ini biasanya dilaksanakan secara berjamaah di lapangan terbuka, kemudian dilanjutkan dengan khutbah dan doa bersama memohon agar Allah SWT menurunkan hujan.

Selain Salat Istisqa, umat Islam juga dianjurkan memperbanyak doa meminta hujan di berbagai kesempatan, termasuk setelah salat fardu.

Salah satu doa yang dapat diamalkan adalah:

"Allahummasqina ghaitsan mughiitsan mariyyan sarii'an naafi'an ghoiro dhurrin, 'aajilan ghoiro aajilin."

Artinya:

Baca Juga : Benarkah Dosa Istri Ditanggung Suami? Ini Penjelasannya 

"Ya Allah, turunkanlah kepada kami hujan yang merata, menyejukkan, bermanfaat, tidak membahayakan, serta segera turun dan tidak ditunda."

3. Tradisi Ojung di Jawa Timur

Indonesia juga memiliki sejumlah tradisi lokal yang berkaitan dengan permohonan hujan. Salah satunya adalah Tradisi Ojung yang masih dilestarikan masyarakat Bondowoso dan Situbondo, Jawa Timur.

Dalam ritual ini, dua peserta saling beradu pukul menggunakan rotan di sebuah arena. Meski terlihat seperti pertarungan, Ojung merupakan bagian dari tradisi adat yang sarat makna spiritual dan dilakukan sebagai bentuk doa kepada Tuhan Yang Maha Esa agar hujan segera turun.

4. Tradisi Cowongan di Banyumas

Di Banyumas, Jawa Tengah, masyarakat mengenal Tradisi Cowongan sebagai ritual meminta hujan. Tradisi ini menggunakan boneka sederhana yang dimainkan oleh sekelompok perempuan sambil melantunkan doa dan tembang tradisional.

Hingga kini, Cowongan masih dikenal sebagai salah satu warisan budaya masyarakat Banyumas yang menjadi simbol harapan datangnya hujan pada musim kemarau.

Perlu dipahami bahwa hujan tetap merupakan fenomena alam yang dipengaruhi kondisi atmosfer. Teknologi modifikasi cuaca pun tidak dapat menciptakan awan dari langit yang benar-benar cerah, melainkan hanya membantu mengoptimalkan awan yang sudah memiliki potensi menghasilkan hujan.

Sementara itu, Salat Istisqa, doa, maupun tradisi budaya menjadi bentuk ikhtiar spiritual dan sosial yang mencerminkan harapan masyarakat agar musim kemarau segera berakhir dan hujan membawa manfaat bagi kehidupan.


Topik

Peristiwa hujan istiqa modifikasi cuaca



JatimTimes Media Terverifikasi Dewan Pers

UPDATE BERITA JATIM TIMES NETWORK

Indonesia Online. Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari JatimTIMES.com dengan klik Langganan Google News Jatimtimes atau bisa menginstall aplikasi Lumajang Times News melalui Tombol Berikut :


Penulis

Mutmainah J

Editor

Dede Nana

Peristiwa

Artikel terkait di Peristiwa