Jatim Times Network Logo
Poling Pilkada 2024 Agama Ekonomi Gaya Hukum dan Kriminalitas Kesehatan Kuliner Olahraga Opini Otomotif Pemerintahan Pendidikan Peristiwa Politik Profil Ruang Mahasiswa Ruang Sastra Selebriti Tekno Transportasi Wisata
Poling Pilkada 2024
Pemerintahan

Wamenko Pangan akan Jadikan Sistem Closed-Barn untuk Tingkatkan Produktivitas Sapi Perah Nasional 

Penulis : Tubagus Achmad - Editor : Nurlayla Ratri

22 - Jul - 2026, 11:29

Placeholder
Wakil Menteri Koordinator Bidang Pangan RI Hanif Faisol Nurofiq (tengah) usai meninjau closed-barn program kemitraan Nestlé Indonesia dengan KUD Dadi Jaya Purwodadi di Desa Lebakrejo, Kecamatan Purwodadi, Kabupaten Pasuruan, Selasa (21/7/2026). (Foto: Tubagus Achmad/JatimTIMES)

JATIMTIMES - Wakil Menteri Koordinator Bidang Pangan RI Hanif Faisol Nurofiq berencana akan menjadikan sistem closed-barn dari Nestlé Indonesia menjadi percontohan nasional untuk meningkatkan produktivitas sapi perah di Indonesia. 

Hal itu disampaikan Hanif usai meninjau lokasi sistem closed-barn program kemitraan antara Nestlé Indonesia dengan KUD Dadi Jaya Purwodadi yang terletak di Desa Lebakrejo, Kecamatan Purwodadi, Kabupaten Pasuruan.  

Baca Juga : Peringati Hari Krida Pertanian 2026,Ketua HKTI Magetan Hendrad Subyakto Soroti Regenerasi Petani Dan Efisiensi Biaya

Hanif menyampaikan, closed-barn untuk sistem kandang sapi perah merupakan salah satu teknologi yang tepat dalam menjaga serta meningkatkan produktivitas susu dari sapi perah. Ia menyebut, melalui sistem closed-barn ini, proses ternak sapi perah tidak harus di lokasi pegunungan atau dataran tinggi. 

"Nestlé fondasi awalnya memang dibangun dari kemitraan dengan peternak sapi dan hari ini semakin meluas. Jadi melalui closed-barn ini sapinya ditempatkan pada kondisi tertentu. Sehingga sapi-sapi dari luar yang habitat aslinya harus di daerah dingin, bisa direkayasa climate-nya (iklimnya)," ungkap Hanif kepada JatimTIMES, Selasa (21/7/2026). 

Pihaknya menyebut, dengan penerapan sistem closed-barn, pengembangan peternakan sapi perah bisa dilakukan di daerah-daerah dataran rendah dengan iklim yang relatif tidak dingin. "Mungkin ke depan bisa dikembangkan di Bojonegoro, Surabaya, atau daerah-daerah dataran rendah lainnya," kata Hanif. 

Selain itu, penggunaan sistem closed-barn untuk ternak sapi perah juga berfungsi dalam rangka menjaga mutu genetik sapi perah untuk meningkatkan produktivitas dan kualitas dari susu yang dihasilkan. Pasalnya, dalam penerapan sistem closed-barn ini, pengaturan suhu, kelembapan udara hingga tata ventilasi udara dilakukan secara otomatis. 

"Sistem ini dirancang untuk menjaga lingkungan di dalam kandang tetap optimal, melindungi ternak dari perubahan cuaca ekstrem dan mencegah penularan penyakit," ujar Hanif. 

Pihaknya pun berencana akan menjadikan sistem closed-barn yang diterapkan Nestlé Indonesia bersama para mitra koperasi maupun peternak sebagai percontohan nasional. Sehingga, sistem closed-barn untuk peningkatan produktivitas sapi perah bisa diperluas lagi jangkauannya. 

"Sistem closed-barn untuk meningkatkan produktivitas sapi perah ke depan bisa dikembangkan lagi lebih luas secara nasional," tutur Hanif. 

closed-barn sapi perah

Lebih lanjut, pihaknya juga mendorong Nestlé Indonesia dapat melakukan penguatan kerja sama dengan pemerintah daerah untuk menghasilkan sintesa, yakni rekayasa micro climate yang dapat mengembangkan sapi perah dari daerah sub tropis dan daerah template, bisa hidup dan berkembang pesat di daerah dataran rendah.

"Saya ingin Pak Bupati dan Nestle bekerja sama intens untuk menghasilkan sebuah sintesa, rekayasa mikro climate dengan memikirkan sapi perah yang dari sub tropis dan daerah temperate bisa hidup di daerah rendah," kata Hanif. 

Pasalnya, pejabat yang sebelumnya menjabat sebagai Menteri Lingkungan Hidup RI ini menjelaskan, bahwa dalam praktik ternak sapi perah terdapat pembagian wilayah dalam mengembangkan sistem close-barn. Di mana wilayah pegunungan difokuskan untuk pengaturan tata kelola air dan daerah dataran rendah menjadi daerah produksi.

Baca Juga : Ramalan Zodiak 22 Juli 2026: Aries Penuh Semangat, Cancer Dapat Kabar Baik, Virgo Makin Produktif

"Harapannya, sistem closed-barn ini ikembangkan lagi penelitiannya secara masif, karena kita meyakini nantinya sapi-sapi perah yang di atas (dataran tinggi) bisa diturunkan ke daerah di bawah (dataran rendah). Di atas bertugas mengatur tata air, di bawah menjadi daerah produksi," ungkap Hanif. 

Sementara itu, apabila sistem closed-barn terus dikembangkan, maka impor sapi perah akan terus bisa ditekan. Terlebih lagi, konsumsi susu nasional mencapai 4,7 juta ton per tahun. Namun faktanya, sekitar 75 sampai 80 persen dari kebutuhan tersebut masih harus dipenuhi melalui impor, baik berupa susu bahan baku maupun sapi perah. Sedangkan produksi lokal hanya menyumbang sekitar 20 sampai 25 persen akibat rendahnya populasi sapi perah.

"Di Indonesia, Jawa Timur menjadi salah satu penghasil susu terbesar. Sebanyak 57 persen sampai 60 persen produksinya ada di Jawa Timur," beber Hanif.

Sementara itu, Direktur Corporate Affairs Nestlé Indonesia Fajar Dewantara mengatakan, selama lebih dari 50 tahun, tujuan Nestlé Indonesia tetap sama, yakni mendukung peningkatan produktivitas dan kualitas susu segar sekaligus membantu memperkuat sektor persusuan nasional. 

Seiring berkembangnya kebutuhan peternak dan sektor persusuan, dukungan yang Nestlé Indonesia berikan juga terus berkembang. Mulai dari pendampingan peternak bersama dengan tim Milk Procurement and Dairy Development (MPDD) kami, penguatan kapasitas koperasi, akses terhadap teknologi, hingga berbagai inovasi yang membantu peternak meningkatkan performa usahanya secara berkelanjutan. 

"Hari ini, komitmen tersebut diwujudkan melalui penerapan closed-barn dan penyerahan sapi perah impor. Kedua inisiatif ini merupakan bagian dari upaya kami untuk mendukung modernisasi peternakan, meningkatkan produktivitas dan kualitas susu segar, serta memperkuat daya saing sektor persusuan Indonesia di masa depan," kata Fajar. 

Pihaknya pun meyakini, bahwa penguatan sektor persusuan membutuhkan kolaborasi yang berkelanjutan antara pemerintah, koperasi, peternak dan pelaku industri untuk mendukung rantai pasok susu segar nasional agar semakin tangguh dan berkelanjutan. 

Fajar menambahkan, implementasi closed-barn atau sistem kandang semi tertutup ini dirancang untuk menciptakan lingkungan peternakan yang lebih nyaman dan terkontrol bagi sapi perah. "Sistem ini membantu mengurangi heat stress, menjaga kualitas udara di dalam kandang, serta mendukung kesehatan dan kesejahteraan ternak sehingga mampu meningkatkan produktivitas susu," pungkas Fajar. 


Topik

Pemerintahan nestle indonesia sapi impor sistem closed barn bantuan ternak



JatimTimes Media Terverifikasi Dewan Pers

UPDATE BERITA JATIM TIMES NETWORK

Indonesia Online. Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari JatimTIMES.com dengan klik Langganan Google News Jatimtimes atau bisa menginstall aplikasi Lumajang Times News melalui Tombol Berikut :


Penulis

Tubagus Achmad

Editor

Nurlayla Ratri

Pemerintahan

Artikel terkait di Pemerintahan