Jatim Times Network Logo
Poling Pilkada 2024 Agama Ekonomi Gaya Hukum dan Kriminalitas Kesehatan Kuliner Olahraga Opini Otomotif Pemerintahan Pendidikan Peristiwa Politik Profil Ruang Mahasiswa Ruang Sastra Selebriti Tekno Transportasi Wisata
Poling Pilkada 2024
Pendidikan

UIN Malang Siapkan Maliki Pesantren Metrics, Instrumen Pengukuran Pesantren yang Ditargetkan Jadi Acuan Nasional

Penulis : Anggara Sudiongko - Editor : Nurlayla Ratri

18 - Jul - 2026, 19:39

Placeholder
Rapat Konsinyering Persiapan Launching Maliki Pesantren Metrics di UIN Maliki Malang (ist)

JATIMTIMES – Upaya membangun tata kelola pesantren berbasis data mulai dirancang oleh Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim (UIN Maliki) Malang melalui pengembangan Maliki Pesantren Metrics. Instrumen tersebut diproyeksikan tidak hanya menjadi alat pemetaan, tetapi juga standar baru untuk mengukur kualitas, kontribusi, serta daya saing pesantren di Indonesia.

Komitmen itu mengemuka dalam Rapat Konsinyering Persiapan Launching Maliki Pesantren Metrics yang digelar di Aula Pertemuan Lantai 3 Gedung Ir. Soekarno, belum lama ini. Forum tersebut mempertemukan para guru besar dan pakar kepesantrenan guna menyempurnakan konsep, indikator, hingga mekanisme implementasi instrumen sebelum resmi diluncurkan.

1

Wakil Rektor Bidang Kerja Sama dan Pengembangan Lembaga UIN Maliki Malang, Prof. Dr. H.M. Abdul Hamid, M.A., mengatakan pengembangan Maliki Pesantren Metrics merupakan salah satu program prioritas Rektor UIN Maliki Malang, Prof. Dr. Ilfi Nur Diana, M.Si. Program tersebut juga menjadi kontribusi akademik kampus dalam mendukung penguatan ekosistem pesantren, termasuk menyongsong hadirnya Direktorat Jenderal Pesantren di Kementerian Agama (Kemenag) Republik Indonesia.

Baca Juga : Profil Slavko Vinčić, Wasit Asal Slovenia yang Pimpin Final Piala Dunia 2026 Spanyol vs Argentina

Menurut Abdul Hamid, pendekatan yang dibangun tidak berhenti pada penyusunan instrumen penilaian. Maliki Pesantren Metrics dirancang sebagai kerangka strategis yang mampu memotret kinerja pesantren secara komprehensif, mengukur kontribusinya terhadap masyarakat, memperkuat reputasi kelembagaan, sekaligus menjadi dasar penyusunan kebijakan pengembangan pesantren secara berkelanjutan.

"Agenda besar yang ingin kita capai adalah menjadikan Maliki Pesantren Metrics sebagai instrumen yang benar-benar bermanfaat bagi ekosistem pesantren Indonesia," ujarnya.

Pembahasan konsep berlangsung dinamis dengan melibatkan sejumlah guru besar, antara lain Prof. Wildana, Prof. Asrori, Prof. Sulalah, Prof. Abdul Basith, serta Ketua LPPM UIN Maliki Malang yang juga Ketua PCNU dan MUI Kota Malang, Dr. KH. Isroqunnajah.

Dalam forum tersebut, KH. Isroqunnajah menilai legitimasi instrumen akan sangat ditentukan oleh luasnya partisipasi para pemangku kepentingan. Karena itu, penyusunannya tidak cukup dilakukan oleh kalangan akademisi, tetapi juga perlu melibatkan asosiasi pesantren seperti Rabithah Ma'ahid Islamiyah (RMI), Dewan Masyayikh Kemenag, hingga para kiai dan bunyai dari berbagai daerah.

"Keterlibatan lintas sektor sangat penting agar Maliki Pesantren Metrics benar-benar dirasakan sebagai milik bersama oleh kalangan pesantren, bukan sekadar produk akademik," katanya.

Ia juga menekankan pentingnya pengembangan aplikasi pendukung yang sederhana dan mudah digunakan oleh pengelola pesantren. Selain itu, sistem klasterisasi pesantren dinilai harus disusun secara objektif agar mampu menggambarkan karakteristik, potensi, serta capaian masing-masing lembaga secara proporsional.

Baca Juga : Siapkan Doorprize, Bupati Jember Ajak Masyarakat Nobar Final Piala Dunia di Alun- Alun]

Masukan lain datang dari Prof. Ali Ridho yang menyoroti aspek metodologi. Menurutnya, tim penyusun perlu lebih dahulu menetapkan orientasi utama Maliki Pesantren Metrics, apakah berfokus pada rekognisi kelembagaan, peningkatan kualitas, atau mengintegrasikan kedua pendekatan tersebut dalam satu sistem pengukuran.

Kejelasan arah itu, lanjutnya, akan menentukan penyusunan indikator, metode penilaian, hingga validitas hasil pengukuran. Mengingat keragaman pesantren di Indonesia, implementasi tahap awal juga disarankan dimulai dari aspek-aspek yang lebih spesifik sehingga instrumen yang dihasilkan benar-benar kuat, mudah diterapkan, dan dapat dikembangkan secara bertahap.

Melalui proses penyempurnaan tersebut, UIN Maliki Malang berharap Maliki Pesantren Metrics dapat berkembang menjadi rujukan nasional dalam pemetaan dan penguatan pesantren. Kehadirannya diharapkan mampu membantu penyusunan kebijakan berbasis data, meningkatkan mutu pendidikan pesantren, memperkuat reputasi kelembagaan, serta mendorong daya saing pesantren Indonesia hingga tingkat global.

Inisiatif ini sekaligus menegaskan posisi UIN Maliki Malang sebagai salah satu perguruan tinggi yang aktif mengembangkan inovasi di bidang kepesantrenan. Dengan mengedepankan kolaborasi antara kampus, pesantren, organisasi keagamaan, dan pemerintah, Maliki Pesantren Metrics diharapkan menjadi fondasi baru bagi pembangunan ekosistem pesantren yang lebih terukur, adaptif, dan berkelanjutan.


Topik

Pendidikan UIN Malang Universitas Islam Negeri Malang Ilfi Nurdiana maliki pesantren metrics



JatimTimes Media Terverifikasi Dewan Pers

UPDATE BERITA JATIM TIMES NETWORK

Indonesia Online. Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari JatimTIMES.com dengan klik Langganan Google News Jatimtimes atau bisa menginstall aplikasi Lumajang Times News melalui Tombol Berikut :


Penulis

Anggara Sudiongko

Editor

Nurlayla Ratri

Pendidikan

Artikel terkait di Pendidikan