Jatim Times Network Logo
Poling Pilkada 2024 Agama Ekonomi Gaya Hukum dan Kriminalitas Kesehatan Kuliner Olahraga Opini Otomotif Pemerintahan Pendidikan Peristiwa Politik Profil Ruang Mahasiswa Ruang Sastra Selebriti Tekno Transportasi Wisata
Poling Pilkada 2024
Hukum dan Kriminalitas

Temuan Kokain Tak Bertuan 27 Kilo, GP Ansor Jatim Nilai Ancaman Bagi Ponpes di Madura

Penulis : M. Bahrul Marzuki - Editor : Sri Kurnia Mahiruni

23 - Apr - 2026, 13:52

Placeholder
Kokain tak bertuan yang diamankan oleh aparat di Sumenep

JATIMTIMES — Gerakan Pemuda (GP) Ansor Jawa Timur prihatin atas masih maraknya peredaran narkotika di wilayah Jawa Timur. Hal ini mencuat setelah ditemukannya puluhan paket kokain dengan berat total 27,83 kilogram yang terdampar di Pantai Pasir Putih Kahuripan, Dusun Lombi Timur, Desa Gedugan, Kecamatan Giligenting, Kabupaten Sumenep, Madura, pada Senin (13/4/2026). 

Berdasarkan keterangan resmi Polda Jawa Timur, barang bukti tersebut telah melalui uji laboratorium forensik dan dipastikan mengandung kokain murni dengan berat bersih mencapai 22,226 kilogram. 

Baca Juga : Bapenda Kabupaten Malang Gelar BMW di Desa Pondokagung Kasembon, Transaksi PBB Capai Rp 33 Juta

Temuan ini menegaskan bahwa peredaran narkotika jenis berat masih menjadi ancaman serius, khususnya di kawasan kepulauan Madura yang memiliki karakteristik geografis berupa wilayah laut terbuka. 

Ketua PW GP Ansor Jawa Timur, Musaffa' Safril, menilai peristiwa ini sebagai sinyal perlunya penguatan upaya pencegahan dan pengawasan secara menyeluruh. 

“Penemuan kokain dalam jumlah besar di pantai Sumenep ini sangat memprihatinkan dan bukan yang pertama kali terjadi. Ini menunjukkan bahwa peredaran narkoba di Jawa Timur masih menjadi tantangan serius, meskipun berbagai upaya pemberantasan terus dilakukan,” ujarnya, Kamis (23/04/2026). 

Ia menambahkan, wilayah Madura berpotensi menjadi salah satu titik rawan peredaran narkoba skala besar. Kondisi geografis berupa kepulauan dan luasnya jalur laut dinilai rentan dimanfaatkan oleh jaringan narkotika, baik internasional maupun lintas daerah. 

“Madura perlu mendapatkan perhatian ekstra. Dampak sosialnya sangat besar, terutama bagi generasi muda di lingkungan pesantren dan masyarakat pesisir,” lanjutnya. 

Baca Juga : Penemuan Jenazah Bayi di Klojen Malang Terungkap, Sepasang Kekasih Asal Pasuruan Ditangkap

GP Ansor Jawa Timur menegaskan bahwa penanganan persoalan narkoba tidak dapat sepenuhnya dibebankan kepada aparat penegak hukum. Diperlukan kolaborasi yang kuat antara aparat, masyarakat, serta elemen keagamaan seperti Nahdlatul Ulama dan GP Ansor. 

“Fakta di lapangan menunjukkan bahwa aparat tidak bisa bekerja sendiri. Sinergi dengan masyarakat menjadi kunci agar upaya pemberantasan narkoba berjalan lebih efektif,” tegasnya. 

Sebagai bagian dari kontribusi nyata, GP Ansor Jawa Timur menyatakan kesiapan untuk terlibat aktif dalam upaya pencegahan melalui edukasi bahaya narkoba di lingkungan pesantren, penguatan nilai keagamaan, serta patroli sosial bersama masyarakat dan aparat.


Topik

Hukum dan Kriminalitas Kokain GP Ansor Jatim Ponpes Madura



JatimTimes Media Terverifikasi Dewan Pers

UPDATE BERITA JATIM TIMES NETWORK

Indonesia Online. Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari JatimTIMES.com dengan klik Langganan Google News Jatimtimes atau bisa menginstall aplikasi Lumajang Times News melalui Tombol Berikut :


Penulis

M. Bahrul Marzuki

Editor

Sri Kurnia Mahiruni

Hukum dan Kriminalitas

Artikel terkait di Hukum dan Kriminalitas