Jatim Times Network Logo
Poling Pilkada 2024 Agama Ekonomi Gaya Hukum dan Kriminalitas Kesehatan Kuliner Olahraga Opini Otomotif Pemerintahan Pendidikan Peristiwa Politik Profil Ruang Mahasiswa Ruang Sastra Selebriti Tekno Transportasi Wisata
Poling Pilkada 2024
Pemerintahan

Peringati Hari Kartini 2026, Wabup Lathifah Dorong Perempuan Semakin Berdaya dan Mandiri

Penulis : Tubagus Achmad - Editor : A Yahya

21 - Apr - 2026, 19:15

Placeholder
Wakil Bupati Malang Lathifah Shohib (tengah) bersama Rektor UIN Maliki Malang Ilfi Nur Diana dan Ketua DPRD Kota Malang Amithya Ratnanggani Sirraduhita beserta pada peserta seminar nasional dalam rangka memperingati Hari Kartini di Universitas Islam Negeri (UIN) Maulana Malik Ibrahim (Maliki) Malang, Selasa (21/4/2026). (Foto: Dok. Prokopim Setda Kabupaten Malang for JatimTIMES)

JATIMTIMES - Pada momentum peringatan Hari Kartini tahun 2026, Wakil Bupati Malang Lathifah Shohib mendorong para perempuan Malang Raya, khususnya di Kabupaten Malang untuk semakin berdaya dan mandiri serta berdaya saing tinggi. 

Hal itu disampaikan Lathifah saat menjadi salah satu narasumber seminar nasional dalam rangka memperingati Hari Kartini tahun 2026 dengan mengusung tema "Semangat Kartini Merajut Silaturahim: Perempuan Berdaya Indonesia Maju" di Aula Lantai 5 Gedung Ir. Soekarno Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim ( UIN Maliki) Malang

Baca Juga : Luncurkan Program Medical Tourism, Kota Surabaya Kenalkan 8 Rumah Sakit dengan Layanan Unggulan  

"Melalui momentum ini, mari kita perkuat komitmen bersama untuk terus memberdayakan perempuan agar semakin mandiri, berdaya saing dan mampu berkontribusi secara maksimal dalam pembangunan," ungkap Lathifah, Selasa (21/4/2026). 

Pihaknya menjelaskan, seminar nasional dalam rangka memperingati Hari Kartini tahun 2026 ini menjadi momentum refleksi sekaligus penguatan peran perempuan dalam pembangunan. Lathifah menegaskan, semangat perjuangan Raden Ajeng Kartini harus selalu dihidupkan dalam berbagai aspek kehidupan, khususnya dalam mendorong kesetaraan dan pemberdayaan perempuan di era modern.

Menurut Lathifah, sinergi antara pemerintah daerah, organisasi kemasyarakatan, lembaga pendidikan, serta berbagai pemangku kepentingan lainnya sangat penting untuk dilakukan dan diperkuat. Ia menyenut, kolaborasi yang solid menjadi kunci utama dalam memperluas jangkauan program serta meningkatkan efektivitas upaya pemberdayaan perempuan di berbagai sektor.

"Perempuan memiliki peran strategis dalam pembangunan. Oleh karena itu, perlu adanya dukungan nyata melalui program-program yang terarah dan berkelanjutan, serta kolaborasi lintas sektor agar hasilnya dapat dirasakan secara luas oleh masyarakat," jelas Lathifah. 

Pejabat perempuan yang dulunya pernah duduk sebagai Anggota DPR RI ini menuturkan, saat ini masih terdapat sejumlah tantangan yang dihadapi oleh perempuan di Indonesia. Setidaknya terdapat tiga isu utama yang perlu mendapatkan perhatian serius oleh semua pihak. Di antaranya, ketimpangan ekonomi dan kesempatan kerja; tingginya angka perkawinan anak; serta masih maraknya kasus kekerasan terhadap perempuan.

"Ketimpangan ekonomi dan akses terhadap pekerjaan yang layak masih menjadi kendala bagi sebagian perempuan untuk berkembang secara optimal," tutur Lathifah. 

Baca Juga : KDMP Desa Olean Situbondo Panen 4 Ton Lele, Sayang Tidak Bisa Masuk Dapur MBG

Sosok pejabat yang dulunya memiliki latar belakang sebagai seorang guru ini mengatakan, praktik perkawinan anak juga berdampak pada kualitas sumber daya manusia serta berpotensi menimbulkan berbagai permasalahan sosial di kemudian hari. Selain itu, kasus kekerasan terhadap perempuan yang masih terjadi, menunjukkan perlunya penguatan perlindungan hukum serta edukasi masyarakat secara berkelanjutan.

"Permasalahan ini tidak bisa diselesaikan oleh satu pihak saja. Diperlukan peran aktif dari seluruh elemen, mulai dari pemerintah, dunia pendidikan, organisasi masyarakat, hingga keluarga, untuk bersama-sama menciptakan lingkungan yang aman, adil dan mendukung bagi perempuan," ujar Lathifah.  

Lebih lanjut, pihaknya mengajak generasi muda, khususnya para mahasiswa untuk turut berkontribusi dalam upaya pemberdayaan perempuan melalui berbagai inovasi, pemikiran kritis, serta aksi nyata di tengah masyarakat. Menurutnya, kaum muda memiliki peran penting sebagai agen perubahan yang mampu membawa dampak positif bagi kemajuan bangsa.

"Saya berharap peringatan Hari Kartini tidak hanya menjadi kegiatan seremonial, tetapi juga menjadi pengingat akan pentingnya melanjutkan perjuangan dalam mewujudkan kesetaraan gender dan keadilan sosial," pungkas Lathifah. 


Topik

Pemerintahan hari kartini lathifah shohib wabup malang uin maliki malang



JatimTimes Media Terverifikasi Dewan Pers

UPDATE BERITA JATIM TIMES NETWORK

Indonesia Online. Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari JatimTIMES.com dengan klik Langganan Google News Jatimtimes atau bisa menginstall aplikasi Lumajang Times News melalui Tombol Berikut :


Penulis

Tubagus Achmad

Editor

A Yahya