free web hit counter
Jatim Times Network Logo
Poling Pilkada 2024 Agama Ekonomi Gaya Hukum dan Kriminalitas Kesehatan Kuliner Olahraga Opini Otomotif Pemerintahan Pendidikan Peristiwa Politik Profil Ruang Mahasiswa Ruang Sastra Selebriti Tekno Transportasi Wisata
Peristiwa

Dugaan Nunggak Vendor CCTV hingga Rp105 Juta, Begini Klarifikasi Manajemen New Wistaa Wendit

Penulis : Binti Nikmatur - Editor : A Yahya

02 - Apr - 2026, 14:23

Placeholder
Salah satu spot di New Wisata Wendit, Kabupaten Malang. (Foto: ulasan Google)

JATIMTIMES - Dugaan tunggakan pembayaran vendor audio dan CCTV di New Wisata Wendit, Kabupaten Malang, yang viral di media sosial akhirnya mendapat tanggapan dari pihak manajemen.

Sebelumnya, curhatan seorang vendor melalui akun Threads @danirezakus ramai menjadi sorotan warganet setelah mengaku belum menerima sisa pembayaran proyek senilai sekitar Rp105 juta.

Baca Juga : Gerindra Surabaya Jalin Komunikasi Intensif dengan PCNU Surabaya, Ada Apa?

Menanggapi viralnya unggahan tersebut, manajemen New Wisata Wendit memberikan klarifikasi resmi terkait polemik pembayaran yang disebut-sebut telah tertunda hampir satu tahun.

Dalam pernyataan tertulisnya, pihak manajemen menyebut proses pengadaan dilakukan oleh manajemen lama yang direkturnya sudah tidak lagi bekerja di perusahaan.

“Bahwa, pada saat pembelian tersebut dilakukan oleh manajemen lama yang Direkturnya sudah tidak bekerja lagi di Perusahaan kami sehingga tentu saja pihak manajemen baru masih melakukan pemeriksaan terhadap proses pengadaan barang yang masih memerlukan penyempurnaan administrasi.” ungkap Manajemen New Wisata Wendit, dikutip JatimTIMES, Kamis (2/4/2026).

Manajemen juga menjelaskan pihaknya saat ini mengedepankan prinsip kehati-hatian sebelum menyelesaikan seluruh kewajiban pembayaran.

“Pihak manajemen baru tentu mengedepankan prinsip kehati-hatian dalam menyelesaikan setiap pembayaran tagihan yang ditimbulkan oleh kebijakan manajemen sebelumnya.” lanjut pernyataan manajemen. 

Meski demikian, pihak pengelola memastikan persoalan tersebut akan diselesaikan dengan itikad baik. “Pihak manajemen New Wisata Wendit pasti akan menyelesaikan setiap permasalahan dengan itikad baik dan akan mengkomunikasikan penyelesaian dan solusi permasalahan ini dengan pihak vendor yang terkait.” imbuhnya. 

Sebelumnya, vendor pemasangan audio dan CCTV mengungkapkan keluhannya melalui media sosial. Dalam unggahan itu disebutkan total nilai proyek mencapai sekitar Rp271 juta, dan pekerjaan disebut telah selesai 100 persen.

“Awalnya semua berjalan lancar. Nilai pekerjaan sekitar Rp271 juta, dan kami kerjakan dengan maksimal sampai 100% selesai. Sistem sudah terpasang, sudah dipakai, tidak ada komplain,” tulis akun @danirezakus.

Namun setelah proyek rampung, vendor mengaku masih memiliki sisa pembayaran sekitar Rp105 juta yang belum dibayarkan.

“Masih ada sisa pembayaran sekitar Rp105 juta yang sampai hari ini BELUM dibayar. Yang bikin sedih, ini bukan telat sebentar. Sudah hampir 1 tahun,” tulisnya lagi.

Keluhan itu langsung memicu reaksi luas dari warganet. 

Baca Juga : Jelang Lawan Persebaya, Arema FC Matangkan Skema Pengamanan Bersama Polda Jatim

Vendor mengaku telah menempuh berbagai cara untuk menagih haknya, mulai dari pesan WhatsApp, telepon, hingga datang langsung ke lokasi.

Namun seluruh upaya tersebut disebut belum membuahkan hasil. “Chat WA ✔️ (tidak dibalas), Telepon ✔️ (tidak diangkat), Datang langsung ✔️ (tidak mau ditemui),” lanjut keterangan dalam thread.

Bahkan tim vendor disebut beberapa kali datang dari jauh, tetapi tetap belum mendapat kepastian pembayaran. “Bahkan tim kami sering datang jauh-jauh, tapi hasilnya cuma disuruh nunggu tanpa kepastian atau malah dihindari,” tulisnya.

Vendor juga mengaku telah menawarkan solusi pembayaran secara bertahap. “Kami tawarkan bayar dicicil saja tidak apa-apa, yang penting ada itikad baik. Tapi tetap tidak ada respon,” tulis akun tersebut.

Di tengah belum adanya pelunasan, vendor mengaku masih harus menanggung biaya operasional perusahaan, termasuk gaji karyawan. “Kami punya karyawan yang harus digaji. Kami punya kewajiban operasional. Kami sudah keluar biaya dan tenaga di awal,” lanjutnya.

Keluhan tersebut ditutup dengan pernyataan bahwa pihak vendor hanya menuntut hak atas pekerjaan yang telah diselesaikan.

“Jujur, rasanya sakit banget waktu kerja sudah selesai dengan baik, tapi hak kami seperti tidak dianggap. Kami bukan minta lebih. Kami hanya minta dibayar atas pekerjaan yang sudah kami selesaikan.” tandas vendor. 


Topik

Peristiwa New wisata Wendit nungggak cctv



JatimTimes Media Terverifikasi Dewan Pers

UPDATE BERITA JATIM TIMES NETWORK

Indonesia Online. Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari JatimTIMES.com dengan klik Langganan Google News Jatimtimes atau bisa menginstall aplikasi Lumajang Times News melalui Tombol Berikut :


Penulis

Binti Nikmatur

Editor

A Yahya