free web hit counter
Jatim Times Network Logo
Poling Pilkada 2024 Agama Ekonomi Gaya Hukum dan Kriminalitas Kesehatan Kuliner Olahraga Opini Otomotif Pemerintahan Pendidikan Peristiwa Politik Profil Ruang Mahasiswa Ruang Sastra Selebriti Tekno Transportasi Wisata
Peristiwa

Lebaran Ketupat Perlu Takbiran Seperti Idulfitri? Ini Penjelasan Lengkapnya

Penulis : Mutmainah J - Editor : A Yahya

27 - Mar - 2026, 10:41

Placeholder
Ilustrasi lebaran ketupat. (Foto: freepik)

JATIMTIMES - Lebaran Ketupat menjadi salah satu tradisi yang masih terus dilestarikan masyarakat Indonesia, khususnya di Jawa. Perayaan ini biasanya dilakukan pada hari ke-8 bulan Syawal atau sekitar seminggu setelah Hari Raya Idulfitri.

Pada tahun 2026, Hari Raya Idulfitri jatuh pada Sabtu, 21 Maret 2026. Dengan demikian, Lebaran Ketupat yang dirayakan pada 8 Syawal akan jatuh pada Sabtu 28 Maret 2026.

Baca Juga : Halalbilhalal dalam Perspektif Alquran: Mengapa Memaafkan Tak Perlu Menunggu Permintaan?

Tanggal ini menjadi momen bagi masyarakat untuk kembali berkumpul setelah menjalankan puasa Syawal, khususnya puasa 6 hari yang dianjurkan.

Namun, masih banyak yang bertanya-tanya, apakah Lebaran Ketupat juga perlu dirayakan dengan takbiran seperti Idulfitri? Dilansir dari berbagai sumber, berikut penjelasan lengkapnya. 

Apakah Lebaran Ketupat Perlu Takbir?

Berbeda dengan Idulfitri, Lebaran Ketupat tidak disertai dengan takbiran, salat Id, maupun rangkaian ibadah khusus lainnya. Hal ini karena Lebaran Ketupat bukan termasuk hari raya dalam syariat Islam, melainkan tradisi budaya yang berkembang di masyarakat.

Dengan kata lain, tidak ada kewajiban maupun anjuran khusus untuk melakukan takbir seperti pada malam Idulfitri.

Lebaran Ketupat lebih dikenal sebagai bentuk tradisi dan syiar Islam yang berkembang di tanah Jawa. Tradisi ini sering dikaitkan dengan dakwah Sunan Kalijaga, salah satu tokoh Wali Songo, yang menggunakan pendekatan budaya untuk menyebarkan ajaran Islam.

Karena sifatnya sebagai tradisi, perayaan ini tidak memiliki dasar ibadah khusus seperti takbiran atau salat Id.

Hal yang paling khas dari Lebaran Ketupat adalah kebiasaan memasak ketupat lengkap dengan lauk seperti opor ayam, sambal goreng, dan hidangan lainnya. Momen ini juga dimanfaatkan untuk berkumpul bersama keluarga, tetangga, dan kerabat.

Silaturahmi menjadi inti utama perayaan, bukan ritual ibadah tertentu seperti pada Idulfitri.

Makna Filosofis Ketupat

Di balik bentuk dan tradisinya, ketupat memiliki makna mendalam. Dalam budaya Jawa, ketupat diartikan sebagai ngaku lepat atau mengakui kesalahan.

Selain itu, ada juga filosofi laku papat, yaitu empat tindakan yang mencerminkan upaya manusia untuk kembali suci, seperti:

• Mengakui kesalahan

• Saling memaafkan

• Bersedekah

• Memperbaiki diri

Makna inilah yang membuat Lebaran Ketupat tetap relevan dan bermakna, meskipun bukan bagian dari ibadah wajib.

Lebaran Ketupat memang dirayakan dengan meriah, namun tidak ada kewajiban takbiran seperti pada Idulfitri. Perayaan ini lebih menekankan pada nilai kebersamaan, tradisi, dan makna simbolis dari ketupat itu sendiri.

Baca Juga : 3 April 2026 Libur Apa? Siap-Siap Long Weekend 3 Hari, Ini Rinciannya

Jadi, jika kamu merayakannya, cukup dengan bersilaturahmi dan berbagi kebahagiaan bersama orang-orang terdekat.


Topik

Peristiwa ketupat lebaran ketupat syawal idulfitri



JatimTimes Media Terverifikasi Dewan Pers

UPDATE BERITA JATIM TIMES NETWORK

Indonesia Online. Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari JatimTIMES.com dengan klik Langganan Google News Jatimtimes atau bisa menginstall aplikasi Lumajang Times News melalui Tombol Berikut :


Penulis

Mutmainah J

Editor

A Yahya