JATIMTIMES - Media sosial baru-baru ini dihebohkan dengan berita duka dari Wisata Alam Kawah Ijen, Banyuwangi. Dalam kejadian itu, salah satu wisatawan asal China tewas usai terjatuh ke jurang Gunung Ijen.
Dalam kronologi yang dibagikan akun Instagram @intoday.media, turis wanita asal China berinisial HL (31) tewas usai jatuh dari jurang Gunung Ijen.
Baca Juga : Peralihan Musim, Kota Batu Masih Waspada Cuaca Ekstrem Hingga 28 April 2024
"Korban dan rombongan berangkat dari Paltuding ke Kawah ljen Sabtu, 20 April 2024, pukul 02.10 WIB. Sebelum terjatuh, korban sedang asik berfoto di puncak Ijen. Korban terjatuh akibat kaki yang tersangkut rok panjang yang ia pakai," demikian kronologi yang dibagikan akun tersebut.
"Awalnya korban naik ke gunung Ijen dan turun ke bawah untuk menyaksikan blue fire. Korban berfoto dengan jarak sekitar 2-3 meter dari bibir kawah. Namun saat berjalan mundur, kaki korban tersangkut rok panjang yang ia pakai. Akibatnya korban terguling ke belakang dan jatuh ke jurang yang memiliki kedalaman sekitar 100 meter," imbuh keterangannya.
Buntut dari kejadian itu, pihak Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) menutup spot ranting pohon yang berada di bibir kawah Ijen. Pemandangan foto di spot ranting pohon itu langsung menghadap danau Kawah Ijen.
Dalam video yang dibagikan akun Instagram @otewejawatimur, terlihat spot ranting pohon disegel tali mirip dengan police line. Selain itu, terdapat sebuah poster bertuliskan larangan.
Berikut ini isi poster yang ditempel di area spot ranting pohon:
● Dilarang memanjat pohon
● Dilarang membuang sampah sembarangan
● Dilarang merusak apapun yang ada di kawasan
Dalam keterangan akun Instagram tersebut dijelaskan jika spot foto ranting pohon ditutup usai wisatawan manca meninggal dunia akibat terjatuh ke jurang.
"Informasi terbaru, spot foto ranting ditutup setelah ada kejadian WNA meninggal dunia karena terpleset," tulis akun tersebut.
