Jatim Times Network Logo
31/01/2023
Agama Ekonomi Gaya Hukum dan Kriminalitas Kesehatan Kuliner Olahraga Opini Otomotif Pemerintahan Pendidikan Peristiwa Politik Profil Ruang Mahasiswa Ruang Sastra Selebriti Tekno Transportasi Wisata
Pemerintahan

Dinas Parbudpora Gelar Lomba Cerdas Cermat Cagar Budaya, Museum dan Sejarah Blitar

Penulis : Aunur Rofiq - Editor : Yunan Helmy

27 - Sep - 2022, 02:48

Lomba Cerdas Cermat Cagar Budaya, Museum, dan Sejarah Blitar digelar Dinas Parbudpora Kabupaten Blitar. (Foto : Aunur Rofiq/JATIMTIMES)
Lomba Cerdas Cermat Cagar Budaya, Museum, dan Sejarah Blitar digelar Dinas Parbudpora Kabupaten Blitar. (Foto : Aunur Rofiq/JATIMTIMES)

JATIMTIMES - Dinas Parbudpora Kabupaten Blitar menyelenggarakan lomba Cerdas Cermat  Cagar Budaya, Museum dan Sejarah Blitar di Museum Penataran, Selasa (26/9/2022). Lomba ini bertujuan mendekatkan sejarah dan kebudayaan lokal Blitar kepada remaja yang merupakan generasi penerus bangsa. 

Dalam pelaksanaan lomba ini, Dinas Parbudpora bekerja sama dengan Dinas Pendidikan Kabupaten Blitar dan Kantor Kemenag Kabupaten Blitar.

Baca Juga : Estimasi Perubahan Pendapatan Daerah  Banyuwangi dalam Tahun  Anggaran 2022 Naik Sebesar 181 Miliar

 

Sekretaris Dinas Parbudpora Kabupaten Blita Arinal Huda menyampaikan, lomba cerdas cermat yang diselenggarakan kali ini memiliki tujuan untuk meningkatkan pemahaman mengenai museum, cagar budaya dan sejarah Blitar. Peserta lomba ini adalah pelajar Kabupaten Blitar di tingkat SMP di bawah naungan Dinas Pendidikan dan MTs di bawah naungan Kemenag.

“Lomba Cerdas Cermat Cagar Budaya, Museum dan Sejarah Blitar ini  yang pertama  digelar di Kabupaten Blitar. Pesertanya belum terlalu banyak, masih dibatasi 49 sekolah,” kata Huda.

Dalam lomba ini, peserta akan diasah kemampuanya dalam tiga tema, yakni museum, sejarah Blitar,  dan cagar budaya di wilayah Kabupaten Blitar. Huda menambahkan, kesuksesan pelaksanaan lomba cerdas cermat ini akan menjadi embrio digelarnya lomba yang lebih besar ke depannya.

“Karena untuk tingkat SMP dan MTS harusnya pesertanya bisa jauh lebih banyak, tapi karena keterbatasan anggaran, kita baru bisa menghadirkan 49 sekolah. Masing-masing sekolah tiga orang peserta dengan didampingi guru sejarah sebagai pendamping. Lomba ini tentunya akan jadi embrio bahwa anak didik kita dorong bisa memahami lebih dalam tentang museum, cagar budaya dan sejarah Blitar,” imbuhnya.

Dipilihnya Museum Penataran sebagai tempat pelaksanaan lomba ini bukan tanpa alasan. Ya, Museum Penataran memiliki koleksi cagar budaya yang berkaitan erat dengan sejarah Blitar. Total ada sekitar 400 koleksi benda cagar budaya Blitar di museum ini. Koleksi tersebut dii antaranya bebatuan, etnografi, koin kuno dan barang-barang kuno berbentuk keramik.

“Kami berpesan kepada anak didik sebagai generasi penerus bangsa agar bisa ikut membangun Blitar dari sejarahnya, cagar budaya dan museum,” tutup Huda.

Lomba Cerdas Cermat  Cagar Budaya, Museum dan Sejarah Blitar di Museum Penataran menghadirkan tiga orang dewan juri. Masing-masing Irfan Fachrudin (arkeolog), Indah Iriyani (sejarawan) dan Rahmanto Adi (pegiat sejarah dan kebudayaan). Para dewan juri secara khusus memberikan apresiasi kepada Dinas Parbudpora Kabupaten Blitar yang menyelenggarakan agenda ini sebagai wujud nyata nguri-nguri sejarah dan budaya Blitar.

Baca Juga : BSU Tahap 3 Cair, Cek Syarat dan Langkah Pengecekannya

 

Saat diwawancarai awak media, sejarawan Indah Iriyani mengatakan Lomba Cerdas Cermat  Cagar Budaya, Museum dan Sejarah Blitar ini merupakan kegiatan yang bagus. Meskipun hanya cerdas cermat, dirinya melihat dampak dari kegiatan ini akan sangat luar biasa bagi perkembangan anak didik hari ini dan kedepanya.

“Dampaknya adalah, dipaksa atau tidak, maka anak didik akan mau membaca dan mau ke museum. Anak didik akan mau menelusuri sejarah dan otomatis ketika dia sudah mengetahui apa yang telah menjadi temuannya, maka ke depan ketika dia sudah menemukan segala sesuatu yang berkaitan dengan sejarah maka dia akan melestarikan,” kata Indah.

Lebih dalam Indah menyampaikan, sejarah lokal adalah sesuatu yang harus dipelajari secara dalam sebagai landasan untuk mempelajari sejarah yang lebih luas. Dia pun menegaskan, sejarah Blitar adalah milik masyarakat Blitar yang harus dilestarikan dan disuarakan.

“Jadi, ibarat  kenali dulu daerahmu sebelum mengenal daerah lain. Yang lebih fatal, kita tahu Candi Borobodur dan candi-candi lain seperti Prambanan, tapi Sawentar tidak tahu, Penataran tidak tahu. Candi Sawentar ini menjadi milik yang harus kita abadikan, kita lestarikan, kita suarakan, yang harus kita banggakan, tapi tidak tahu menurut saya ini fatal. Jangan disepelekan, kelihatanya lokal, lokal itulah yang akan jadi cikal bakal pada sejarah yang lebih luas,” tegasnya. (Adv/Kmf)

 


JOIN JATIM TIMES NETWORK

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari JatimTIMES.com. Mari bergabung di Grup Telegram , caranya klik link Telegram JatimTIMES, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel anda.

Penulis

Aunur Rofiq

Editor

Yunan Helmy