Heboh Fetish KTP di Twitter, dr Boyke: Bukan Fetish tapi Penipuan | Lumajang TIMES
penjaringan-bakal-calon-jatimtimes099330c15d1b4323.jpg

Heboh Fetish KTP di Twitter, dr Boyke: Bukan Fetish tapi Penipuan

Sep 21, 2022 15:19
Screenshot chat tentang fetish KTP yang sedang viral di Twitter. (Foto : Istimewa)
Screenshot chat tentang fetish KTP yang sedang viral di Twitter. (Foto : Istimewa)

JATIMTIMES - Warganet dibuat heboh dengan adanya fetish Kartu Tanda Penduduk (KTP). Hal itu menyusul adanya postingan salah satu akun di media sosial (medsos) Twitter pada Selasa (20/9/2022). Dalam screenshot chat yang sedang viral tersebut, seseorang sedang meminta foto KTP kepada lawan chat-nya.

Hingga berita ini ditulis, beragam tanggapan dari warganet terutama pengguna Twitter ramai membahas soal dugaan penyimpangan seksual tersebut. Namun, sebagian warganet juga ada yang beranggapan jika pengakuan seseorang yang memiliki fetish terhadap orang yang berfoto sembari memegang KTP tersebut sebagai modus penipuan.

Baca Juga : Awal Mula Rossa Terseret Kasus Perselingkuhan Reza Arap

"Gk tau knp aku seneng liat org di foto pegang ktp, kyknya fetish aku emg ini kyk lucu aja liatnya. (Tidak tahu kenapa aku senang lihat orang di foto pegang KTP, sepertinya fetish aku memang ini, lucu aja lihatnya," tulis seseorang dalam screenshot chat yang saat ini sedang viral di Twitter tersebut.

Meski terus dipaksa, namun lawan chatting dari orang yang belum diketahui identitasnya tersebut, terus menolak permintaan yang dianggap nyeleneh itu. "Aku gak bisa dan gak mau," balasnya pada screenshot chat tersebut.

Menanggapi hal ini, pakar seks dr Boyke Dian Nugraha, SpOG menyebut, foto seseorang dengan memegang KTP yang saat ini sedang viral bukanlah sebuah fetish. Namun, lebih mengarah kepada dugaan penipuan dan penyalahgunaan data kependudukan.

"Itu bukan fetish tapi bisa menjadi penipuan. Nanti itu di-screenshot, KTP-nya diperbesar. Hati-hati. Rentan disalahgunakan," ucap dr Boyke sebagaimana yang dikutip oleh detikhealth.

Dugaan modus penipuan dib alik fetish KTP tersebut, diterangkan dr Boyke, lantaran tidak selaras dengan pengertian fetish. Menurutnya fetish dapat diartikan sebagai ketertarikan atau rangsangan seseorang terhadap objek yang tidak lazim. Namun demikian, pada fetisisme objek yang dianggap tidak lazim tersebut selalu berkaitan dengan bagian tubuh yang bisa menjadi daya tarik seksual. 

Baca Juga : Awas Borat RAT, Kombinasi Malware Berbahaya yang Harus Diwaspadai

"(Fetish) biasanya berkaitan dengan organ-organ dan ditutupi. Misalnya serbet ditutupi di mulut, kemudian badannya dibungkus dengan kain, kan itu berkaitan dengan badan si wanita. Tapi kalau dia memegang KTP kan badannya tertutup atau tertempel oleh itu (KTP) bagian tubuhnya," jelasnya.

Lantaran beragam pertimbangan dan pengertian itulah, dr Boyke menduga jika fetish KTP merupakan modus baru penipuan. "KTP ini ditaruh di mana? Kalau cuma memegang KTP, memang itu objek seksual tangannya? Kan nggak. Saya lebih menduga itu kepada penipuan," tukas dr Boyke.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari JatimTIMES.com. Mari bergabung di Grup Telegram , caranya klik link Telegram JatimTIMES, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Topik
fetish ktp modus penipuan

Berita Lainnya