AHY Ungkap Masih Ada Upaya Merampas Demokrat hingga Tegaskan Partainya Selalu di Luar Pemerintahan | Lumajang TIMES

AHY Ungkap Masih Ada Upaya Merampas Demokrat hingga Tegaskan Partainya Selalu di Luar Pemerintahan

Sep 10, 2021 11:13
Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) (Foto: CNN Indonesia)
Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) (Foto: CNN Indonesia)

JATIMTIMES - Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) meminta kepada seluruh kader tetap mewaspadai gerakan kudeta kepemimpinan partai yang ia pimpin. Menurut AHY, pihak-pihak tersebut hingga kini masih berupaya merebut kepemimpinan Demokrat.

"Perjuangan belum selesai. Saya melaporkan kepada seluruh kader Demokrat, juga seluruh masyarakat Indonesia bahwa sampai dengan hari ini, upaya untuk merampas Partai Demokrat masih terus berjalan," ujar AHY dalam pidato kebangsaan yang tayang di TVOne, Kamis (9/9/2021).

Baca Juga : Demokrat HUT ke 20, SBY Sebut AHY Menjanjikan dan Akan Buktikan di 2024

Seperti diketahui, pada awal 2021, internal Demokrat memanas. Sejumlah kader bersama Kepala Staf Kepresidenan (KSP) Moeldoko membuat Kongres Luar Biasa (KLB) di Deli Serdang, Sumatera Utara.

Dari hasil KLB tersebut, Moeldoko terpilih sebagai Ketua Umum. Namun, upaya pengambilalihan Demokrat gagal setelah Menteri Hukum dan HAM Yasonna H. Laoly menolak kepengurusan hasil KLB Deli Serdang.

Menanggapi keputusan itu, Demokrat kubu Moeldoko lalu mengajukan gugatan ke Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN). Namun demikian, AHY meyakini jika upaya mereka tidak hanya akan berhenti di PTUN.

"Para perusak demokrasi tadi masih berupaya untuk menggugat dan membatalkan keputusan pemerintah melalui PTUN, termasuk kemungkinan judicial review melalui Mahkamah Agung," ungkapnya.

Lebih lanjut, AHY menegaskan pihaknya tidak gentar menghadapi hal tersebut, lantaran memiliki segala bukti yuridis yang kuat. Namun, ia meminta seluruh kader untuk tetap mewaspadai hal itu.

"Yang kita perjuangkan bukan sekadar kekuasaan, melainkan tegaknya kebenaran dan keadilan, termasuk hukum di negeri ini. Mari kita benar-benar ikuti, kawal seluruh proses hukum yang tengah berjalan ini," ujarnya.

Menurut AHY, apa yang terjadi kepada Demokrat bukan ancaman untuk internal partai, melainkan ancaman serius terhadap kehidupan dan masa depan demokrasi di Indonesia. 

Bandingkan Hutang RI di era SBY dan Jokowi

AHY juga menyoroti kondisi hutang Indonesia saat ini yang mencapai sekitar Rp 6.500 triliun. Menurutnya, angka itu sudah melampaui 40 persen rasio hutang pemerintah terhadap Produk Domestik Bruto (PDB).

"Belum lagi kita berbicara hutang negara yang sudah tembus di atas Rp 6.500 T, artinya sudah melampaui 40 persen rasio hutang pemerintah terhadap PDB," kata AHY dalam sambutannya di HUT Demokrat ke 20. 

Sementara, lanjut dia, di era Presiden SBY, hutang Indonesia bisa terjaga di angka 24 persen rasio hutang terhadap PDB. Menurut AHY, artinya itu sangat sehat bagi ekonomi yang sedang tumbuh seperti Indonesia.

Menurutnya, selama 10 tahun sejak 2004 sampai 2014, SBY bersama pemerintahannya berhasil melunasi hutang IMF dan menurunkan rasio hutang luar negeri terhadap PDB secara signifikan.

Baca Juga : Kebijakan Pemkab Tulungagung Terkait Parkir Berlangganan, DPRD: Pertanggungjawabannya Seperti Apa?

"Kita tahu berapa rasio hutang kita hari ini terhadap PDB. Kemudian ekonomi kita tumbuh tinggi dengan rata-rata sekitar 6 persen selama kurang lebih 10 tahun tadi," cetusnya. 

Kendati demikian, AHY menyebut selama pemerintahannya SBY bukan tanpa masalah. Ia juga menyinggung soal krisis ekonomi yang terjadi di berbagai belahan dunia pada tahun 2008.

Namun saat itu Indonesia mampu bertahan bahkan di antara negara-negara G20, pertumbuhan ekonomi Indonesia merupakan yang tertinggi kedua di dunia setelah Tiongkok.

AHY tegaskan partainya selalu di luar pemerintahan

Selain itu, AHY juga mengatakan partainya akan terus berada di luar pemerintahan dan konsisten menyampaikan kritik yang membangun terhadap pemerintah.

"Kami memang berada di luar, tapi kami juga merah putih, karena kami ingin negara kami selamat. Kalau kami memberikan masukan, kritik yang konstruktif, janganlah dianggap sebagai sebuah bentuk perlawanan," ujarnya. 

Ia mengatakan sikap Demokrat yang berbeda dari pemerintah ini juga bukan untuk mencari panggung politik.

"Semua yang kami lakukan bukan untuk mencari panggung politik, bukan untuk mencari keuntungan politik sesaat, buat apa? Tidak ada gunanya, dan masyarakat punya hati dan pikiran, mereka yang mencari keuntungan politik di masa pandemi juga akan mendapat penilaian tersendiri di masyarakat," tuturnya.

Oleh sebab itu, ia meminta pemerintah lebih terbuka terhadap kritik sebagaimana prinsip demokrasi yang membuka ruang perbedaan pendapat. Di sisi lain, AHY berjanji Demokrat akan terus konsisten menyuarakan aspirasi rakyat. 

Topik
Partai Demokrat AHY Demokrat

Berita Lainnya