Kisah Keberadaan Waria di Zaman Rasulullah SAW yang Sempat Memasuki Kota Madinah | Lumajang TIMES

Kisah Keberadaan Waria di Zaman Rasulullah SAW yang Sempat Memasuki Kota Madinah

Sep 07, 2021 10:27
Ilustrasi (Foto: Escenario Tlaxcala)
Ilustrasi (Foto: Escenario Tlaxcala)

JATIMTIMES - Kisah keberadaan banci atau waria rupanya sudah ada sejak zaman Rasulullah SAW. Disampaikan oleh Ustaz Khalid Basamalah melalui ceramahnya pada 2016 lalu, banci atau waria tersebut sempat masuk ke Madinah. 

Ustaz Khalid pun menyebut bahwa waria termasuk penyakit yang harus diobati. Hal itu sebagaimana hadits yang telah diriwayatkan.

Baca Juga : Potret Hari Pertama Sekolah Tatap Muka di Madiun, Siswa Sumringah Bahagia

"Disebutkan dalam hadist bukhari, pernah ada seorang banci, waria, dari gelagat bahasanya ketahuan dia banci masuk ke Madinah," ujar Ustaz Khalid. 

Entah dari mana waria itu datang. Namun, yang jelas dalam riwayat Bukhari dikatakan waria itu ada di Madinah dan sedang duduk dengan sahabat laki-laki. 

Waria itu disebut menyukai salah satu dari sahabat laki-laki tersebut. 

"Untuk menarik hatinya si pria itu supaya menarik hatinya, ia bertanya-tanya pria itu apa sih sukanya dia, kebetulan sahabat laki-laki itu belum menikah," cerita Ustaz Khalid dikutip melalui video berjudul Kisah Waria Di Jaman Rasulullah Ustadz Khalid Basalamah Tanya Jawab 2016 yang diunggah di channel magestun magestun. 

Ustaz Khalid lalu mengatakan jika dalam riwayat tersebut si pria itu suka dengan wanita gemuk.

"Maka si banci ini bilang kepada si laki-laki itu "nanti kalau Allah membukakan buat Rasul-nya Kota Taif, saya mengetahui di sana ada seorang wanita yang perutnya terlipat 8", cetusnya.

Kemudian, saat mereka berbincang terdengar suara banci itu seperti perempuan. Dan kala itu Nabi SAW lewat dan berkata "keluarkan orang ini dari Madinah."

Seorang waria kala itu, tidak boleh tinggal di tengah-tengah umat Islam, tidak boleh ditokohkan dan tidak boleh di orbit. 

"Kita malah dijadikan bahan bercanda, malah jadi artis, malah kalau tidak dijadikan kayak waria malah tidak dianggap, haram ini," cetus Ustaz Khalid. 

Ia juga menjelaskan bahwa Allah SWT telah menghukum kaum lud, homoseksual dengan membalik negeri mereka. 

"Ingat hukuman bagi mereka yang lesbian dan homoseksual sangat berat, kalau zina sebelum nikah hukumnya dicambuk 100 kali dan diasingkan 1 tahun. Kalau sudah menikah dirajam dilempar batu sampai mati," tegasnya. 

Kemudian, jika orang lesbian dan homoseksual hukuman adalah keduanya dibunuh meski belum menikah. Ibnu Abbas berkata "hukumannya orang homoseksual dan lesbian adalah dipiliha ditempat tertinggi itu lalu dilempar dengan batu".

Baca Juga : Asesmen Kota Kediri Level 3, Wali Kota Kediri Imbau Masyarakat Tetap Patuh Prokes

Di sisi lain, di zaman Rasulullah ada seorang waria bernama Hit yang mampir ke rumah beliau. Kisah ini tertulis pada hadis riwayat Bukhari yang berisi: "Seorang laki-laki (banci) masuk menemui istri-istri Nabi dan para sahabat menganggapnya sebagai Ghairu Ulil Irbah (orang-orang yang tidak punya nafsu kepada wanita). Suatu ketika Nabi Saw masuk menemui kami sementara laki-laki banci itu bersama istri-istri beliau seraya menggambarkan wanita dengan berkata: “Wanita itu jika menghadap ke depan maka ia menghadap dengan empat (lipatan), dan jika menghadap ke belakang maka ia menghadap dengan delapan (lipatan)”. Maka Nabi Muhammad Saw bersabda: “Ketahuilah, aku melihat orang ini (banci) mengetahui apa yang ada pada wanita, maka jangan sekali-kali ia masuk menemui kalian.” Mereka pun akhirnya memakai hijab.

Dalam kisah ini Nabi Muhammad SAW mengizinkan Hit untuk masuk ke rumahnya karena pada saat itu ia termasuk golongan Ghairu Ulil Irbah. Ghairu Ulil Irbah merupakan orang-orang, termasuk pria, yang tidak mempunyai nafsu duniawi terhadap wanita.

Ia dengan rendah hati menerima Hit masuk ke dalam rumahnya sebagai tamu. Namun, semuanya itu berubah ketika Hit menggambarkan wanita sebagaimana layaknya pria yang memiliki nafsu seksual terhadap wanita.

Akhirnya, Rasulullah mengusir Hit. Nabi Muhammad lantas mengimbau istri-istrinya untuk menggunakan hijab dan melarang Hit masuk ke dalam rumah.

Lantas siapa pria dibalik nama Hit itu?

Abu Bakar bin Al-Arabi menceritakan bahwa pria yang diusir dari kediaman Nabi Muhammad SAW bernama Hit. Ia ternyata sudah biasa masuk ke dalam rumah Rasulullah untuk meminta makanan.

Rasulullah tidak pernah merasa keberatan tentang kehadiran Hit karena menurutnya, Hit termasuk kategori Ghoiru Ulil Irbah. Ia tidak mungkin memiliki hasrat seksual terhadap istri-istrinya.

Cerita yang serupa juga diriwayatkan Imam Ahmad.

"Telah menceritakan kepada kami Abu Mu’awiyah, telah menceritakan kepada kami Hisyam ibnu Urwah, dari ayahnya, dari Zainab binti Abu Salamah, dari Ummu Salamah yang mengatakan bahwa Rasulullah Saw masuk ke dalam rumahnya, sedangkan saat itu di hadapan Ummu Salamah terdapat seorang lelaki banci, juga Abdullah ibnu Abu Umayyah (saudara laki-laki Ummu Salamah). Lelaki banci itu berkata, “Hai Abdullah, jika Allah memberikan kemenangan kepadamu atas negeri (kota) Taif besok, maka boyonglah anak perempuan Gailan. Karena sesungguhnya dia bila datang menghadap melangkah dengan langkah yang lemah gemulai, dan bila pergi, ia melangkah dengan lemah gemulai disertai dengan goyangan pantatnya.” Perkataannya itu terdengar oleh Rasulullah Saw maka beliau bersabda kepada Ummu Salamah: Jangan biarkan orang ini masuk menemuimu!"

Setelah diusir dari kediaman Nabi, kisah waria tersebut berlanjut sebagai seorang pengemis di Padang Sahara.

Topik
kisah waria Rasulullah SAW Nabi Muhammad SAW kisah islam dunia islam

Berita Lainnya