Sudah Dibubarkan Pemerintah, Ini Aksi yang Masih Terus Dilakukan FPI | Lumajang TIMES

Sudah Dibubarkan Pemerintah, Ini Aksi yang Masih Terus Dilakukan FPI

Jan 18, 2021 18:47
Kegiatan sosial FPI (Foto:  YouTube berita terkini)
Kegiatan sosial FPI (Foto: YouTube berita terkini)

INDONESIATIMES - Ormas Islam Front Pembela Islam (FPI) telah resmi dibubarkan oleh pemerintah. Melalui Menko Polhukam Mahfud MD, FPI dilarang dan dibubarkan pada 30 Desember 2020 lalu.  

Kendati demikian, pihak FPI mengklaim akan mengganti nama ormas meski sudah dibubarkan oleh pemerintah. Nama tersebut diketahui Front Persaudaraan Islam yang tetap menggunakan singkatan "FPI".  

Baca Juga : Rizieq Shihab Resmi Dipindah ke Rutan Bareskrim Polri, Ngaku Lebih Menikmati

Namun, meski sudah dibubarkan pemerintah, siapa sangka FPI ternyata masih melakukan kegiatan sosial di beberapa daerah. Dengan menggunakan nama ormas baru mereka terlihat memberikan bantuan sosial untuk korban banjir hingga gempa di beberapa wilayah.  

Terlepas dari sejumlah pelanggaran hukum yang dilakukan anggotanya, FPI memang juga dikenal dengan kegiatan sosialnya. Kegiatan FPI itu juga diabadikan melalui sebuah video yang diunggah di YouTube.  

Lantas seperti apa kegiatan FPI dalam kegiatan sosial meski sudah dibubarkan pemerintah?  

Berikut rangkumannya:  

1. Kirim relawan dan bantuan logistik korban gempa di Mamuju

FPI diketahui telah memberikan bantuan untuk korban gempa di Mamuju, Sulawesi Barat.  Kegiatan ini dilakukan oleh relawan FPI pada Jumat (15/1/2021). Dikatakan jika relawan yang hadir mencapai 30 orang anggota. 

"Para pejuang kemanusiaan ini membawa bantuan puluhan zak beras dan lainnya. Kemudian pengiriman bantuan logistik berupa beras dan relawan gelombang ke-2 juga telah dilakukan Sabtu," ujar Munarwan, Deklarator FPI.  

Munarwan menyampaikan, jika kehadiran relawan FPI disambut baik oleh masyarakat. "Warga mendatangi posko dan mengucapkan terima kasih pada Front Persaudaraan Islam," tambahnya.  

 

2. Membagikan logistik untuk korban banjir di Kalimantan Selatan

DPD FPI Kalsel diketahui telah memberikan bantuan kepada korban banjir di Desa Serdangan, Kabupaten Tanah Bumbu. Tampak dalam video yang dibagikan mereka kompak mengenakan seragam FPI. Mereka bersiap-siap untuk memberikan logistik kepada korban banjir. Bantuan yang diberikan seperti beras, susu mi instan dan kebutuhan pokok lainnya.  

Untuk menuju ke posko, mereka harus menyeberangi sungai dengan mengendarai perahu. DPD FPI Kalsel berharap agar bantuan yang diberikan ini bisa membantu dan meringankan beban para korban.

Kegiatan sosial FPI ini pun rupanya disoroti oleh Sosiolog dan Jurnalis FNN sekaligus YouTube Bang Arief. Diketahui, Bang Arief ini melalui video podcastnya kerap memberikan komentar-komentar pedas terkait isu terkini di pemerintahan.  

Salah satunya yakni dengan dibubarkannya FPI, Bang Arief menyebut jika dalam situasi bencana alam ini kita masih membutuhkan FPI. Ha itu pula yang tertuang dalam judul video di channel YouTubenya Bang Arief.  

"BANJIR DI KALIMANTAN, GEMPA DI MAJENE: KITA MEMANG BUTUH FP1," begitu bunyi judul video yang berdurasi 20.28 menit itu.  

Baca Juga : Protes Pada Bupati, Aksi Pemuda ini Malah Dituding Settingan, Kepala Dusun Angkat Suara

Seperti diketahui, mengawali tahun 2021, Kalimantan Selatan direndam banjir, sedangkan di Majene, Sulawesi Barat, didera gempa. Rentetan bencana alam tersebut, ditambah dengan bencana non-alam Covid-19, menjadi kian berat terasa, karena kondisi keterbelahan kita sebagai bangsa.  

Sedemikian rupa banyak yang membenci FPI boleh saja. Namun tak bisa membantah jika masyarakat di daerah bencana merindukan kehadiran mereka.

Bang Arief mengatakan, disituasi bencana seperti ini, yang seharusnya butuh persatuan yang kokoh justru bangsa kita sedang dihadapkan pada kondisi keterbelahan masyarakat yang sangat tajam.  

"Sampai saat ini, dengan prihatin gue harus mengatakan kita belum melihat adanya upaya-upaya serius dari pemerintah untuk mengatasi keterbelahan itu," ujar Bang Arief.  

Bang Arief juga mengatakan, jika pemerintah belum ada upaya serius dan sistematis untuk merangkul kelompok oposisi lewat sebuah dialog yang konstruktif.  

"Yang kita lihat terang benderang justru langkah-langkah keras untuk menggebuk berbagai kekuatan oposisi yang tidak bersedia tunduk kepada kekuasaan," cetusnya.  

Salah satunya yakni dengan cara menggunakan tangan aparat penegak hukum, seperti peristiwa yang terjadi kepada Habib Rizieq Shihab (HRS) dan FPI.  

"Kalau kita boleh mengenang ya guys ya, saat-saat bencana seperti ini mau sebagian masyarakat sebagian rakyat Indonesia akan teringat kepada Front Pembela Islam atau FPI," tandas Bang Arief.  

Lebih lanjut, Bang Arief mengatakan, karena jauh sebelum FPI dibubarkan lazim sekali anggota FPI terjun langsung ke daerah-daerah bencana untuk memberikan bantuan secara langsung kepada para korban.  

"Kita lihat misalnya, tanggal 30 Desember yang lalu pejabat pemerintah pusat membubarkan FPI. Jjustru anggota FPI dengan penuh keiklasan sedang membantu korban banjir," lanjutnya.  

Bahkan meski namanya sudah menjadi Front Persaudaraan Islam, mereka tetap hadir di titik bencana di Indonesia.  

 

Topik
front persaudaraan islam pembubaran fpi aksi fpi youtuber bicara fpi aksi bencana fpi

Berita Lainnya