Penandatangan perjanjian kerjasa antara Pemkab dan TNBTS hari ini (Foto : Moch R. Abdul Fatah / Jatim TIMES)
Penandatangan perjanjian kerjasa antara Pemkab dan TNBTS hari ini (Foto : Moch R. Abdul Fatah / Jatim TIMES)

Ketika menandatangani Perjanjian Kerjasama antara Pemkab Lumajang dan TNBTS, pada hari ini, Sabtu (3/10) Bupati Lumajang H. Thoriqul Haq kembali menyatakan komitmennya untuk menjadikan wisata Ranupani sebagai satu kesatuan yang sinergis dengan pembangunan lingkungan di Kabupaten Lumajang.

Dalam penandatangan perjanjian bersama Dinas PUPR ini, Bupati Lumajang H. Thoriqul Haq hadir bersama Wakil Bupati Lumajang Ir. Hj. Indah Amperawati.

Baca Juga : Tsunami Berdampak ke Psikologi, Disparbud Kabupaten Malang Klaim Masih Ada Minat Wisata

"Pemerintah Kabupaten Lumajang berkeinginan menjadikan Ranupani sebagai kawasan yang tidak hanya menjadi embrio pengelolaan wisata, tapi pengelolaan lingkungan yang berkelanjutan, harapan kami Ranupani ke depan bisa tertata," kata Bupati Lumajang H. Thoiqul Haq.

Dalam kesempatan ini juga diserahkan bantuan usaha ekonomi masyarakat penyangga kawasan TNBTS oleh Dirjen Konservasi Sumber Daya Alam dan Ekosistem (KSDAE) Kementrian Lingkungan Hidup dan Kehutanan RI Ir. Wiratno.

Dirjen SKDAW dalam kesempatan ini berharap pengelolaan pariwisatan dan lingkungan di Ranupani memberikan manfaat yang besar, khususnya bagi masyarakat sekitar.

Baca Juga : Antisipasi Potensi Tsunami, Pemkab Malang Batasi Jumlah Pengunjung Wisata Pantai

"Kerja cepat dan tepat agar memberikan manfaat kita coba upayakan bersama agar menjadikan sistem pendakian yang zero mistake, zero accident, kita dukung program-program pemerintah," pungkasnya.