Ilustrasi (Istimewa).
Ilustrasi (Istimewa).

Dalam berbagai riwayat dijelaskan, saat manusia lahir akan disertai dengan jin atau setan yang juga turut dilahirkan. Bahkan, jin atau setan tersebut akan selalu mengikuti manusia hingga manusia tersebut meninggal dunia. Hanya saja, jin tidak meninggal ketika manusia telah diangkat ruhnya.

Ustadz Abdul Somad atau akrab disapa UAS dalam sebuah kajian menyampaikan, setan terbagi menjadi dua. Salah satunya adalah setan qorun, yaitu setan yang selalu mengikuti manusia sejak masih lahir.

Baca Juga : Kisah Sesungguhnya Buah Terlarang, Bukan Penyebab Adam Turun ke Bumi

"Dialah yang cucuk (menyodok; red) pusar bayi saat baru lahir, sehingga bayi menangis," katanya.

UAS menjelaskan jika jin qorun bertugas menganggu manusia. Berbagai aktivitas yang dilakukan manusia tak lepas dari setan. Mulai dari tidur, bangun tidur, makan, hingga saat hendak ke kamar mandi sekalipun.

Sehingga, dia menyarankan agar manusia senantiasa melantunkan bacaan doa. Sehingga terhindar dari berbagai bisikan dan godaan setan yang menyesatkan. Karena ketika dibacakan doa, maka setan-setan tersebut akan urung mengikuti aktivitas manusia.

Amalan doa itu menurut UAS adalah membaca Surat Al-Fatihah, Al-Ikhlas, An-Nas, dan Al-Falaq serta ayat kursi. Masing-masing dibacakan satu kali saat akan tidur dan bangun tidur. Amalan tersebut dapat menangkal ajakan-ajakan buruk dari setan.

"Setiap kali bangun pagi hendaknya membaca doa, terutama saat hendak keluar rumah," jelasnya.

Baca Juga : Mengerikan, Begini Tipu Daya Iblis Hingga Membuat Ulama Terjerumus Berbuat Dosa

Sementara jenis jin atau setan ke dua adalah Khodam atau jin pembantu. Namun meski begitu, jin tersebut tak sepenuhnya membisikkan kebaikan kepada manusia. Karena pada dasarnya, jin tidak mau ditaklukkan oleh manusia.

Sehingga saat membantu manusia, jin tidak benar-benar dalam kondisi memberi bantuan. Melainkan memiliki tujuan untuk menjerumuskan manusia untuk melakukan perbuatan yang tidak baik dan dilarang oleh Allah SWT.