Ilustrasi (Istimewa).
Ilustrasi (Istimewa).

Dalam ajaran Islam, kiamat atau hari akhir menjadi bagian dari keimanan yang harus diyakini. Saat kiamat datang, maka amalan-amalan baik akan ditimbang dan dihisab.

Dalam hadis sahih disebutkan, saat kiamat, seluruh manusia akan dikumpulkan di Padang Mahsyar yang sangat panas. Bahkan, pada hari kiamat itu, seseorang akan tenggelam akan keringatnya sesuai dengan dosa yang dilakukan. Dan mereka akan menunggu hingga 50 ribu tahun lamanya.

Baca Juga : Jarang Diketahui, Inilah Lokasi Pertama Kali Jibril Ajari Rasul Salat

Namun ada tujuh golongan orang-orang yang tidak terkena panas tersebut. Salah satunya adalah golongan orang-orang yang saling mencintai karena Allah SWT.

Ustaz Khalid Basalamah dalam sebuah kajian menyampaikan, Rasulullah SAW berkata bahwa Allah akan menyiapkan mimbar di Padang Mahsyar pada hari kiamat. Mimbar tersebut akan mengeluarkan cahaya yang sangat terang dan membuat para nabi serta syuhada cemburu.

Maka sahabat bertanya untuk siapa mimbar itu dan Rasulullah SAW menjawab, “Untuk orang-orang yang saling mencintai karena Allah SWT.”

Rasulullah SAW menyampaikan bahwa Allah SWT berfirman, “Pada hari kiamat nanti, mana orang-orang yang mencintai karena Allah SWT, hari ini aku akan menanungi mereka di bawah naungan. Tidak ada naungan lain kecuali naunganku.”

Orang-orang yang saling mencintai itu telah dicontihkan Rasulullah SAW melalui persahabatan yang dibangun Rasulullah SAW. Sebab, dalam Islam, seseorang diajak untuk mencari sahabat yang baik. Tetapi sahabat hendaknya adalah sesama jenis.

"Semua muslim adalah bersaudara. Itu secara umum. Sedangkan persaudaraan secara khusus adalah persahabatan," terang Ustaz Khalid.

Rasulullah SAW mengajarkan untuk mencari sahabat yang seiman dan dianjurkan sahabat itu lebih saleh atau salehah serta beribadah lebih baik. Dengan demikian, akan bisa memotivasi untuk menjadi lebih baik lagi.

Rasulullah SAW pernah berkata, “Seseorang sesuai dengan agama sahabatnya.”

Baca Juga : Makam Ibunda Rasul Ada di Bukit Terpencil dan Tak Terawat

Rasulullah SAW juga telah mencontohkan adab dalam bersahabat. Di antaranya mendahulukan saudaranya dalam kebutuhannya, menanyakan keadaan dan kabarnya, hingga menjenguknya saat sakit.

Rasulullah SAW selalu hafal dengan satu per satu sahabatnya. Jika sakit, akan dijenguk bersama-sama lantaran memang kedekatan yang dibangun bersama.

"Orang mukmin seperti satu jasad. Jika satu luka, maka seluruhnya akan merasakan," kata Rasulullah SAW.

Maka Rasulullah SAW menganjurkan untuk bersahabat karena Allah SWT. Kemudian juga meninggalkan sahabat karena Allah SWT. Terutama kepada mereka yang telah meninggalkan Allah SWT dan menolak untuk mendapatkan nasihat.