Ilustrasi (Istimewa).
Ilustrasi (Istimewa).

Kebiasaan mentraktir makanan dan minuman mungkin banyak dilakukan oleh sebagian besar diantara kita. Terutama saat hari-hari penting seperti merayakan hari kelulusan misalnya, atau hanya sekedar menjamu teman yang datang dari luar kota.

Mungkin sebagian dari kita merasa jika mentraktir makanan dan minuman itu adalah sebuah kebaikan antar manusia. Tapi tahukah Anda, ternyata memberi makan dan minum alias mentraktir seseorang adalah termasuk dalam amal jariyah dan memiliki banyak manfaat.

Baca Juga : Welas Asih Rasulullah SAW Saat Bertemu Wanita Pezina, Minta Dirajam Malah Dibela

Ustadz Khalid Basalamah dalam sebuah kajian menyampaikan, Masih banyak orang tidak paham bahwa memberi makan dan minum dalam Islam adalah salah satu cara untuk mendapatkan amal jariyah. Karena mencari amal jariyah bukan dalam bentuk fisik saja, seperti membangun masjid misalnya.

Dalam Hadits Riwayat Imam Ahmad, Rasulullah SAW berkata, “Tidak ada makanan dan minuman yang dihidangkan untuk orang lain bahkan diri sendiri, kecuali Allah SWT menjadikannya bagian dari makanan dan minuman berkah.”

Para ulama menyebut, makanan dan minuman yang berpengaruh pada tubuh orang yang mengkonsumsi akan menjadi amal jariyah sampai orang yang diberikan makan dan minum itu masih hidup. Sehingga, orang yang memberi makan dan minum akan panen kebaikan atas amal yang dilakukan orang yang diberikan makan.

Dikisahkan, seorang sahabat bertanya kepada Rasulullah SAW tentang perbuatan baik apa dalam Islam yang sangat dianjurkan dan banyak manfaatnya, selain ajaran sunnah seperti salat ataupun puasa sunnah.

Rasulullah SAW menjawab, “Engkau memberi makan dan minum kepada orang yang engkau kenal atau tidak kenal. Dan kau memberikan salam kepada orang muslim yang kau kenal dan tidak kenal.”

Dalam berbagai riwayat pun disebutkan ada beberapa janji dan manfaat besar yang diberikan umat muslim saat memberikan makanan dan minuman bagi orang yang berpuasa. Karena yang memberikan makanan dan minuman orang yang berbuka puasa akan mendapatkan pahala yang sama dengan yang melaksanakan ibadah puasa.

Baca Juga : Kepada Sahabat Nabi Ini, Iblis pun Harus Berbuat Baik Mengantarkan ke Masjid Tiap Hari

Umar bin Khattab saat menjadi khalifah pun memanen pahala dengan memberikan minuman buka puasa kepada umat muslim. Maka Itu memberikan contoh bahwasannya memberikan minuman saja kepada orang yang sangat membutuhkan itu sangat luar biasa.

Dalam riwayat lain juga disebutkan jika Rasulullah SAW paling senang melayani tamu yang datang. Di antaranya seperti memberi makan dan minum serta berbicara dengan baik kepada tamu-tamunya.

Selain menyuguhkan sesuatu untuk tamu, termasuk yang dianjurkan adalah mentraktir orang lain. Karena itu menjadi bagian dari memberikan makanan dan minuman orang lain. Apalagi orang yang diberikan makan adalah orang yang soleh.

Dalam kisah lain disebutkan jika Nabi Ibrahim sangat suka menjamu tamu. Terhadap siapapun yang lewat depan rumahnya juga selalu dibukakan pintu untuk mampir dan dijamu. Nabi Ibrahim akan selalu makan yang sama dengan yang disuguhkan kepada tamu-tamunya.