Ilustrasi (Istimewa).
Ilustrasi (Istimewa).

Pengorbanan atas nama cinta, banyak ditemukan di kehidupan sehari-hari. Bahkan, tak jarang pengorbanan itu hingga memberikan nyawa bagi orang yang dicintai. 

Kisah yang menggetarkan itu juga terjadi di era Rasulullah SAW. Ketika menyebarkan ajaran Islam untuk pertama kalinya, Rasulullah SAW begitu banyak dicaci dan tak dipercaya oleh masyarakat Makkah. Bahkan, penduduk Makkah dengan sangat jelas menunjukkan kebencian mereka kepada Rasulullah SAW.

Baca Juga : Riwayat Rasulullah SAW Tentang Manfaat Istighfar, Permudah Rizki

Namun meski begitu, dalam berbagai riwayat dijelaskan jika Rasulullah SAW bertemu dengan sahabat yang setia luar biasa dan beriman atas ajaran yang dibawa Nabi Muhammad SAW. Dia adalah Abu Bakar As-Shidiq, salah satu sahabat utama Rasulullah SAW yang memeluk Islam pertama kali.

Ustadz Abdul Somad (UAS) dalam sebuah kajian menyampaikan, diantara perempuan yang dicintai Rasulullah SAW adalah Khadijah. Kata Imam Tirmidzi disebutkan jika setelah Khadijah adalah Fatimah, lalu Aisyah.

Sedangkan sahabat yang selalu disebut paling utama adalah Abu Bakar As-Shidiq, lalu Umar bin Khattab. Kemudian setelahnya adalah Utsman bin Affan lalu Ali bin Abi Thalib.

UAS menyampaikan, mama Abu Bakar selalu berada di awal lantaran memiliki alasan kuat. Pertama, Abu Bakar menjadi sosok yang mengimani Rasulullah SAW ketika Rasulullah SAW dikafirkan oleh orang-orang saat itu. 

Ketika semua orang tak percaya Isra' Mi'raj, maka Abu Bakar As-Shidiq yang mengimani. Kemudian anak gadisnya dinikahkan dengan Rasulullah SAW.

Bahkan, dalam berbagai kisah disebutkan jika Abu Bakar As-Shidiq rela memberikan nyawanya untuk Rasulullah SAW. Salah satu kisahnya ketika peristiwa hijrah dari Makkah me Madinah. Saat itu, Abu Bakar As-Shidiq menjadi satu-satunya orang yang menemani Rasulullah SAW.

Ketika itu keduanya dikejar oleh kaum quraisy. Hingga akhirnya ke duanya sepakat untuk bersembunyi di sebuah gua di Bukit Tsur. Saat ini orang-orang mengenalnya sebagai Gua Tsur. Sesaat sebelum memasuki gua, Abu Bakar meminta agar Rasulullah SAW menunggu terlebih dulu di luar gua.

Sedangkan Abu Bakar ingin masuk terlebih dulu dan memastikan jika gua tersebut aman. Sementara apabila ada hewan buas yang hendak menerkam, maka Abu Bakar siap diterjang oleh hewan buas tersebut.

Baca Juga : Kisah Nabi Dzanun, Nabi yang Pernah Membuat Kesalahan dan Dapat Hukuman Dunia

Saat itu Abu Bakar masuk terlebih dulu dan memastikan kondisi di dalam Gua aman untuk Rasulullah SAW. Setelah Abu Bakar memastikan aman, maka Rasulullah SAW dipersilahkan masuk. Saat itu, Rasulullah SAW pun tidur di pangkuan Abu Bakar.

Tak disangka, kaki Abu Bakar digigit ular berbisa. Namun, dia tetap menahan rasa sakitnya untuk tak membangunkan Rasulullah SAW dari tidurnya. Hingga pada akhirnya air mata Abu Bakar keluar dan jatuh di pipi Rasulullah SAW.

Rasulullah SAW terbangun lantaran tetesan air tersebut. Kemudian bertanya apa yang menimpa Abu Bakar hingga membuatnya menangis. Maka Abu Bakar menyampaikan jika ia digigit hewan berbisa.

Dalam berbagai riwayat disebutkan jika saat itu Rasulullah SAW mengobati luka Abu Bakar dengan ludah beliau. Hingga akhirnya kaki Abu Bakar tak lagi merasakan sakit. 

Rasulullah SAW dan Abu Bakar kemudian bersembunyi di dalam gua selama tiga hari. Kemudian melakukan perjalanan ke Madinah dengan menunggangi unta yang telah disiapkan Abu Bakar.

Kisah tersebut kemudian diabadikan di dalam Al-Quran, yaitu QS at-Taubah ayat 40 yang berbunyi, "Jikalau kamu tidak menolongnya (Muhammad) maka sesungguhnya Allah telah menolongnya (yaitu) ketika orang-orang kafir (musyrikin Mekkah) mengeluarkannya (dari Mekkah) sedang dia salah seorang dari dua orang ketika keduanya berada dalam gua, di waktu dia berkata kepada temannya: "Janganlah kamu berduka cita, sesungguhnya Allah beserta kami". Maka Allah menurunkan ketenangan-Nya kepada (Muhammad) dan membantunya dengan tentara yang kamu tidak melihatnya, dan menjadikan kalimat orang-orang kafir itulah yang rendah. Dan kalimat Allah itulah yang tinggi. Allah Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana."