Ilustrasi (Istimewa).
Ilustrasi (Istimewa).

Nabi Muhammad SAW telah ditunjuk sebagai utusan terakhir Allah SWT. Ada begitu banyak kelebihan yang diberikan kepada Rasulullah SAW. Meski begitu, Rasulullah SAW juga tak pernah luput akan cobaan yang diberikan oleh Allah SWT.

Salah satu cobaan yang diberikan kepada Rasulullah SAW adalah ujian untuk urusan rumah tangga. Dalam berbagai riwayat dijelaskan beberapa cobaan rumah tangga yang dialami Rasulullah SAW dan cara beliau mengatasinya.

Baca Juga : Sains Buktikan Ritual Jelang Tidur Rasulullah SAW Punya Efek Dahsyat, Apa Saja?

Habib Ali Al-Kaff dalam sebuah kajian menyampaikan, salah satu ujian yang dialami Rasulullah SAW adalah ketika istrinya meminta kenaikan nafkah. Saat itu, Rasulullah SAW memilih menyendiri dan memikirkan apa yang diinginkan oleh para istrinya tersebut.

Abu Bakar As-Shidiq mendatangi Rasulullah SAW. Namun keduanya saling terdiam. Tak lama, datang Umar bin Khattab yang tak lama memecah keheningan dengan bercerita tentang istrinya yang masih merasa kekurangan atas nafkah yang diberikannya.

Umar pun bercerita begitu panjang lebar dan membuat Rasulullah SAW tertawa. Maka Abu Bakar As-Shidiq ikut tertawa. Lantaran Abu Bakar As-Shidiq memang selalu ikut merasakan apapun yang dirasakan Rasulullah SAW.

Umar kebingungan saat itu, karena ia tengah menceritakan hal yang menurutnya sedih. Namun Rasulullah SAW dan Abu Bakar tertawa saat mendengar ceritanya tersebut.

Rasulullah SAW kemudian menjawab, “Saya dari tadi menyendiri di sini lantaran tengah gundah. Wahai Umar dan Abu Bakar, karena apa? Karena dua anak kalian (istri Rasulullah SAW).”

Kisah tersebut menjadi salah satu bagian ujian cobaan yang diberikan kepada Rasulullah SAW ketika istrinya yang juga anak dari dua sahabatnya tersebut meminta kenaikan nafkah.

Bukan hanya itu, ujian lain yang pernah dirasakan Rasulullah SAW adalah ketika Aisyah cemburu. Kisah bermula saat Aisyah tengah belajar memasak untuk disuguhkan kepada Rasulullah SAW.

Saat Aisyah serius-seriusnya memasak, ada yang mengetuk pintu dan ternyata itu adalah hamba sahaya Ummu Salamah yang membawa kuah. Ummu Salamah merupakan istri Rasulullah SAW yang sangat pandai memasak.

Hamba sahaya Ummu Salamah membawa kuah yang enak untuk diantarkan ke rumah Rasulullah SAW. Kuah tersebut merupakan kesukaan Rasulullah SAW. Sementara, saat itu Aisyah tengah memasak hidangan kuah yang sama.

Baca Juga : Tak Pernah Lakukan Salat, Sosok Ini Justru Dijamin Masuk Surga

Aisyah kemudian mendatangi hamba sahaya tersebut dan bertanya mengenai piring yang dibawa itu. Lalu, Aisyah meminta agar hamba sahaya tersebut membawa kuah itu kembali.

Hamba sahaya tersebut bingung, kemudian dia terdiam. Lalu Aisyah mengambil piring tersebut dan melempar makanan tersebut di hadapan Rasulullah SAW.

Aisyah lalu berkata, “Ya Rasulullah SAW tidak ada lauk di sini dan di situ.” Aisyah mengatakan itu lalu pergi.

Rasulullah SAW saat itu menunjukkan rasa cintanya sembari memungut sisa makanan yang terjatuh dilemparkan Aisyah sembari tersenyum, bahkan tertawa.

Lalu Rasulullah SAW berkata, “Ibu kalian sedang cemburu, jangan mendekat.” Rasulullah SAW pun tertawa dengan itu.

Ketika terdapat ujian di rumah tangga, Rasulullah SAW senantiasa mencari jalan keluar yang terbaik. Rasulullah SAW senantiasa berdiskusi dengan istrinya untuk mencari jalan keluar atas permasalahan yang dialami. Sehingga ujian bisa dilalui bersama.