Sompil, makanan khas di Tulungagung / Foto : Anang Basso / Tulungagung TIMES
Sompil, makanan khas di Tulungagung / Foto : Anang Basso / Tulungagung TIMES

Berkunjung ke Kabupaten Tulungagung, wisatawan tak hanya dimanjakan dengan kenikmatan menu ayam lodho. Bagi vegetarian ataupun yang bukan, bisa memilih untuk mencicipi sompil. 

Sompil merupakan sajian khas kota marmer ini yang bisa disantap kapan saja, mulai pagi untuk sarapan, makan siang, maupun makan malam. Jadi, tidak terpaku pada jam-jam tertentu untuk menikmatinya. 

Baca Juga : 5 Warung Kopi di Kaki Gunung Api Merapi Ini Tawarkan Aesthetic Vibes Buat Pengunjung

Sepintas, sompil ini tampil seperti lontong sayur. Pasalnya, sompil adalah makanan yang terdiri dari lontong, lalu diberi sayur dengan bumbu khas. Sayur ini, oleh warga setempat disebut jangan.

Banyak pilihan jangan yang bisa memenuhi selera masing-masing pembeli. Ada jangan bung (rebung bambu muda), kates (pepaya muda), maupun jangan tewel (nangka muda). Bahan-bahan itu biasanya dimasak dengan santan dan ditambahkan lotho (kacang merah kecil). 

Selain disajikan dengan sayur atau jangan, lontong sompil ini lebih istimewa. Karena ada pula potongan tahu serta bubuk kedelai. Bubuk kedelai yang dicampur rempah ini menambah cita rasa gurih dan kesedapan makanan. 

Cara penyajiannya sederhana, yakni lontong dan tahu iris ditata di piring saji. Lalu, kedua bahan itu disiram dengan jangan dan ditaburi bubuk kedelai. Tapi aja juga yang menyajikan sompil dengan sayur rebus seperti bayam atau tauge dan sambal pecel.

"Enak, jika pagi enak buat sarapan. Untuk menu siang juga nikmat karena lodehnya khas banget, malam pun tidak kalah enak," kata Yayuk, penikmat sompil saat menunggu bungkusan di warung Mbah Martinah, Dusun Selojeneng Desa Podorejo Kecamatan Sumbergempol, Rabu (05/08/2020) pagi.

Sebagai makanan khas Tulungagung, masakan sompil ini cenderung bercita rasa pedas. Wisatawan pun tak akan kesulitan membelinya, karena penjual sompil banyak sekali dijumpai di warung dan pasar di Tulungagung.

Baca Juga : Singgah di Tuban, Rugi Tak Nikmati Sensasi Makan Bakso Rasa Lobster

"Jika beli di sini, selain dapat dimakan ditempat juga bisa dibungkus. Bahkan, hanya membeli jangan (lodeh) juga bisa," kata Mbah Mar, pemilik salah satu warung sompil.

Sebelum adanya Covid-19, di warung Mbah Mar tiap pagi dapat menghabiskan 5-10 kilogram beras untuk lontong. Namun, sejak adanya pandemi pendapatan turun hingga tinggal setengahnya.

"Yang banyak sekarang beli jangan untuk dibungkus, jangan sompil ini juga enak jika dipadukan dengan nasi," pungkasnya.