Ist
Ist

Situs jual beli online Tokopedia dilaporkan mengalami peretasan.

Bahkan sebanyak data 15 juta user diduga telah bocor di dunia maya.

Terkait kabar peretasan itu, pihak Tokopedia pun akhirnya memberikan penjelasan.

Pihak Tokopedia mengakui jika adanya upaya peretasan data milik pengguna.

VP of Corporate Communications Tokopedia, Nuraini Razak mengatakan jika adanya upaya pencurian data pengguna Tokopedia.

"Berkaitan dengan isu yang beredar, kami menemukan adanya upaya pencurian data terhadap pengguna Tokopedia," kata Nuraini Razak.

Meski begitu, Tokopedia mengklaim jika informasi milik pengguna tetap aman dan terlindungi. 

Dijelaskan oleh Nuraini jika password milik pengguna telah dienkripsi sehingga terlindungi.

Lebih lanjut, Tokopedia mengklaim diterapkannya sistem kode OTP (one-time-password) yang hanya bisa diakses secara real time.

Kendati demikian, Nuraini tetap mengimbau agar pengguna untuk mengganti password akun secara berkala.

Kini Tokopedia pun tengah menindaklanjuti masalah ini.

Sebelumnya, kabar peretasan ini awalnya diinformasikan oleh akun Twitter @underthebreach pada Sabtu (2/5/2020).

Dalam cuitan akun tersebut dikatakan jika data jutaan pengguna Tokopedia telah disebarkan oleh forum online.

Peretasan diduga terjadi pada Maret 2020.

Data yang beredar termasuk nama pengguna, email hingga hash password yang tersimpan di dalam file.

Selain itu juga terdapat tanggal lahir, kode reset password, detail lokasi, kode aktivasi email, ID messenger, pendidikan, hobi, hingga waktu pembuatan akun hingga terkahir log-in.