Penanaman pohon Baobab yang didatangkan dari Madagaskar (Foto : Moch. R. Abdul Fatah / Jatim TIMES)
Penanaman pohon Baobab yang didatangkan dari Madagaskar (Foto : Moch. R. Abdul Fatah / Jatim TIMES)

Usaha untuk terus meningkatkan debit air dari sejumlah mata air di kaki Gunung Lemongan Klakah, terus dilakukan oleh kelompok pelestari lingkungan Laskar Hijau.

Kali yang ditanah adalah sebuah pohon yang bibitnya didatangkan dari Madagasarkan, yakni pohon Babobab. Kelebihan pohon ini adalah ukurannya yang sangat besar, dengan tinggi 25 meter dan disebutkan bisa berusia sampai 700 tahun.

Aak Abdullal Al Kudus, dari Laskar Hijau kepada media ini mengatakan, pohon jenis ini banyak terdapat di Afrika dengan nama yang berbeda-beda. Ada yang menyebutkan Boab, dan ada pula yang memberi nama Boaboa.

"Bibitnya saya bawa sendiri dari Afrika, saat saya berangkat ke Kenya beberapa waktu lalu. Sekarang sudah melalui proses pembibitan, dan rencananya akan dijadikan tanaman konservasi di Banyuwangi, Sumenep, Probolinggo, selain di Lumajang sendiri," kata Aak Abdullah Al Kudus kepada media ini.

Hasil penelitian menyebutkan, untuk satu pohon Baobab ini bisa menyimpan sampai 120 liter, sehingga jika pohon ini ditanam dalam jumlah besar, manfaatnya akan sangat besar bagi ketersediaan air dimusim kemarau.

Sementara itu Herry Porwanto Syaroni, warga Lumajang yang bekerja di Congo Afrika, menjelaskan, pohon Baobab ini banyak terdapat di daratan Afrika, dan merupakan tanaman endemik.

"Di Afrika bisanya bawah pohon ini menjadi tempat berteduhnya satwa liar seperi Gajah, Jerapah dan Singa, yang berteduh dan mencari makan di bawah pohon Baobab ini," kata Herry Purwanto.

Laskar Hijau berharap, pohon ini bisa tumbuh subur di Gunung Lemongan. Agar konservasi yang selama ini dilakukan mampu memberi daya dukung ekologis untuk ketersediaan air di Lumajang, dan pelestarian lingkungan pada umumnya.