Ratusan Mahasiswa ITB ASIA Malang Siap Pecahkan Rekor MURI Lewat 130 Variasi Mie Nusantara
Reporter
Hendra Saputra
Editor
Dede Nana
24 - Jan - 2026, 05:58
JATIMTIMES - Institut Teknologi dan Bisnis (ITB) ASIA Malang kembali menghadirkan gebrakan kreatif. Kampus yang dipimpin Rektor Risa Santoso ini menggelar event bertajuk Parade Mie Nusantara dengan target ambisius, memecahkan rekor Museum Rekor Dunia Indonesia (MURI) melalui penciptaan 130 variasi mie khas Nusantara.
Kegiatan ini merupakan bagian dari mata kuliah Business Practice dan Technology in Practice yang wajib diikuti seluruh mahasiswa semester tiga. Menariknya, meski masih di semester awal, para mahasiswa didorong untuk menciptakan karya nyata berskala nasional.
Baca Juga : Terdampak Hujan dan Pasar Lesu, Petani Bunga Pikok Kota Batu Berjuang Selamatkan Sisa Panen
"Jadi kita kan setiap tahun itu ada program yang namanya Business Practice dan Technology in Practice. Jadi ini anak-anak semester tiga membuat event ini. Kali ini tema kita adalah 'Parade Mie Nusantara'. Biasanya kan kita ada bazar, terus kita ada kegiatan. Nah, kali ini kita ingin memecahkan rekor MURI biar ada sesuatu yang anak-anak itu kayak sama-sama membuat kayak semacam pencapaian besarlah buat mereka. Padahal masih semester tiga udah bisa memecahkan rekor MURI bersama gitu," kata Risa.
Tak sekadar pameran, event ini menjadi ruang kolaborasi lintas disiplin. Mahasiswa dari berbagai program studi digabung dalam satu tim untuk menghadirkan inovasi kuliner sekaligus praktik bisnis dan teknologi secara nyata.
"Jadi kali ini kita mau break rekor MURI yang sebelumnya itu menciptakan 100 variasi mie, yang kali ini kita mau break jadi 130 variasi mie gitu. Dan kali ini kita disupport juga oleh teman-teman dari Bolamas. Jadi kita ada beberapa support lah ya, jadi mie-nya saat ini sekarang semua dengan mie Bolamas," ujar Risa.
Ragam mie yang ditampilkan merepresentasikan kekayaan kuliner dari berbagai daerah di Indonesia. Mulai dari Aceh, Kalimantan, Jawa Timur, Jawa Tengah, Jawa Barat, hingga daerah IKN, semuanya hadir dalam bentuk olahan mie dengan cita rasa khas masing-masing.
"Jadi yang atas ini semua selling dari karyanya mahasiswa, yang bawah ini adalah kompetisi gitu. Jadi acara dan kompetisi di bawah, lalu yang di atas ini adalah penjualan mahasiswa yang kayak tadi saya sudah bilang. Tergantung, ada dari 50 daerah di Indonesia, dari 33 provinsi semuanya kita ada karyanya," ungkap Risa.
Antusiasme pengunjung pun terlihat tinggi. Sejak beberapa hari sebelum acara, panitia sudah membuka sistem pre-order dan sebagian produk bahkan telah terjual habis sebelum hari pelaksanaan.
"Jadi ini kali ini teman-teman bisa melihat, cuman hari ini, tapi karena kita memang full terus ada kegiatan perlombaan. Jadi perlombaan masak mie dari teman-teman Tataboga bersama dengan ICA (Indonesia Chef Association). Dan kita ini sudah mulai PO sebenarnya dari beberapa hari lalu. Jadi teman-teman ini ada yang sudah terjual 100 karena PO-PO sebelumnya, ada yang sekarang udah habis gitu. Tapi ini masih ada beberapa yang tersisa," papar Risa.
Lebih dari sekadar mengejar rekor, Risa menegaskan bahwa tujuan utama kegiatan ini adalah membangun pengalaman berharga dan portofolio mahasiswa sejak dini. Sehingga ke depan mahasiswa dituntut untuk kreatif dan bisa hidup selepas kuliah.
Baca Juga : Pasar Monolog #4 KBKB Malang: Saat Satu Aktor Suarakan Banyak Cerita, Sedot Ratusan Penonton
"Jadi buat melihat juga kreasinya anak-anak, inovasinya anak-anak, biar kelihatan kalau misalnya ini memang cara berbisnis bagaimana, kita mempromosikannya bagaimana, kita menggunakan teknologi gimana, dan mencoba ini sama-sama," kata Risa.
Dalam pelaksanaannya, seluruh mahasiswa semester tiga terlibat aktif, mulai dari mahasiswa IT yang mengembangkan website, DKV yang mendesain poster, hingga mahasiswa bisnis dan akuntansi yang menangani penjualan. Jumlah peserta yang terlibat pun tak sedikit. Selain mahasiswa semester tiga, kegiatan ini juga melibatkan mahasiswa semester satu serta kolaborasi dengan Indonesia Chef Association.
"Mata kuliahnya namanya Business Practice dan Technology in Practice. Jadi ini dicakup semua mahasiswa semester tiga kami itu harus mengambil mata kuliah ini. Jadi dari teman-teman IT juga ada yang bikin website-nya, teman-teman DKV ada yang mendesain posternya, dari teman-teman yang berbisnis dan akuntansi bantu untuk penjualan," ungkap Risa.
"Yang terlibat ya kan semester tiga itu sekitar 500 sampai 600. Tapi karena ini ada gabungan dari ICA, ada semester satu juga ikut, mestinya dengan teman-teman yang meliput acara ini 1.000-an ada. Soalnya kan dua angkatan," imbuhnya.
Melalui Paradim Nusantara, ITB ASIA Malang tak hanya menantang mahasiswa untuk berani bermimpi besar, tetapi juga membuktikan bahwa kolaborasi, kreativitas, dan inovasi bisa diwujudkan sejak bangku kuliah. Sebuah langkah awal yang berpotensi mencetak generasi profesional siap terjun ke dunia industri.
